Contoh Karangan Narasi Berlibur ke Pantai Terbaru

Contoh Karangan Narasi Berlibur ke Pantai Terbaru - Pada kesempatan kali ini saya akan membahas paragraf naratif atau narasi. Apakah yang dimaksud dengan naratif atau narasi itu? Kalian pasti sudah pernah mendengar paragraf ini ketika belajar pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah? Mari kita simak bersama mengenai pengertian dan contoh – contoh paragraf naratif atau narasi dibawah ini.

Contoh Karangan Narasi Berlibur ke Pantai Terbaru
Google Image - Contoh Karangan Narasi Berlibur ke Pantai Terbaru


Naratif atau narasi merupakan sebuah wacana yang berusaha mengisahkan suatu kejadian atau peritiwa berdasarkan urutan waktu sehingga tampak seolah – olah pembaca melihat atau mengalami sendiri peristiwa atau kejadian itu. Semua kalimat yang terdapat dalam paragraf ini termasuk kalimat utama. Dalam paragraf narasi kita akan menemukan tiga unsur utama sebagai bahannya. Pertama adanya tokoh – tokoh yang diceritakan; kedua, kejadian; dan ketiga adanya latar atau ruang dan waktu.


Contoh Karangan Narasi Berlibur ke Pantai Terbaru

Narasi dikelompokkan menjadi dua yaitu sebagai berikut :

1. Narasi ekspositoris


Narasi ekspositoris merupakan narasi yang bertujuan menggugah pembaca untuk mengetahui apa yang dikisahkan. Sasarannya memperluas pengetahuan pembaca, isi sebuah informasi tentang suatu kejadian. Dasarnya penalaran untuk mencapai kesepakatan yang rasional. Bahasanya lebih condong ke bahasa informatif dengan menitik beratkan pada penggunaan kata – kata bermakna denotatif.

Contoh narasi ekspositoris:
Pada tanggal 23 Agustus 2015, tepatnya hari minggu aku dan teman – teman kerjaku ingin memanfaatkan hari libur bersama. Dan perkenalkan namaku “Febriana” seorang karyawati yang mempunyai rencana untuk berlibur bersama teman – temanku (Nova, Wiwik, Nurma, Indah, Esi, Asep, dan Slamet), dngan memilih pantai Sari Ringgung sebagai tempat tujuan berlibur. Pagi – pagi kami berbenah dan menyiapkan semua perbekalan yang akan kami bawa. Sebelumnya kami sudah bersepakat untuk berkumpul di lapangan Trimurjo sebelum berangkat. Pukul 08:00 kami bertemu di lapangan Trimurjo aku, Nova, Esi dan wiwik duduk  menunggu Nurma, Indah, Asep dan Slamet yang belum datang. Tidak lama kemudian Nurma datang bersama Indah di ikuti dengan Asep dan Slamet dibelakangnya.

Setelah berkumpul semua kami serombongan berangkat dengan mengendarai sepeda motor dan berbocengan antara teman satu dengan teman yang lainnya. Sepanjang perjalanan kami saling beriringan, dengan menempuh perjalanan kurang lebih 50 menit kami sampai di tempat tujuan. Setelah sampai di pantai Sari Ringgung kami bersama – sama berjalan menuju bukit untuk melihat pantai dari atas bukit, pemandangan yang terlihat begitu indah.  Kemudian kami pun berjalan menuju pantai, disana kami berenang bersama dan mencoba berbagai wahana permainan yang ada seperti bermain ayunan, dan bermain kano.

Puas bermain di pantai kami memilih untuk menyeberang ke pasir timbul dengan menggunakan kapal yang telah disewakan oleh para pemandu wisata. Alangkah senangnya ketika kami sampai disana, pantai dengan pemandangan yang menakjubkan, hamparan ombak dan pasir putih yang tenang menjadi daya tarik utama pengunjung. Sesampainya disana kami beristirahat sejenak sambil makan siang di cafe D’Apung yang terletak di dermaga pasir timbul. Beberapa menit kemudian kami bermain pasir di tengah pasir timbul. Dengan canda tawa kami saling mengayuhkan air ke wajah teman – teman. Bahagia sekali rasanya, seperti hilang semua kepenatan dan kejenuhan karena aktivitas setiap harinya.

Di pantai aku dan teman – teman saling mengabadikan moment dengan berfoto – foto. Tidak terasa sudah berjam – jam kami habiskan waktu disana, waktupun sudah menunjukkan pukul 15:00 kami berkemas dan bersiap - siap untuk kembali menyeberangi laut, beberapa menit kemudian kami sampai kembali di pantai Sari Ringgung. Tidak lama setelah itu kami melanjutkan perjalan untuk pulang dan pukul 17:30 akhirnya kami sampai di rumah masing – masing.


2. Narasi sugestif


Narasi sugestif merupakan narasi yang bertujuan memberi makna atas peristiwa atau kejadian sebagai suatu pengalaman. Narasi jenis ini selalu melibatkan daya khayal atau imajinasi. Artinya rangkaian peristiwanya mampu menggugah daya khayal pembaca. Yang disampaikan yaitu suatu makna atau amanat yang tersirat sehingga memancing daya khayal. Penalaran disini  sebatas untuk menyampaikan makna. Bahasanya lebih condong kepada bahasa figuratif dengan menitik beratkan pada penggunaan kata – kata bermakna konotatif.

Contoh narasi sugestif:
Siang ini Dinda sedang duduk terdiam sambil menatap tugas fisika yang ada di atas mejanya. Ia gelisa karena kesulitan dalam mengaerjakan tugas – tugas itu. Dalam hati ia merasa menyesal, karena saat guru menjelaskan materi pembahasan ia menghabiskan waktu dengan mengobrol bersama teman sebangkunya. Dari beberapa tugas yang diberikan ia hanya bisa menyelesaikan satu tugas, walaupun ia sudah berusaha semaksimal mungkin. Terbesit dalam benaknya untuk bertanya pada teman yang duduk didepannya. Tetapi, rasa takut menghampirinya, melihat pandangan guru selalu tertuju padanya.

Paragraf narasi ada yang bersifat umum (generalisasi), narasi umum menyampaikan peristiwa yang terjadi secara berulang – ulang dan dapat dilakukan oleh siapa saja. Sedangkan narasi yang bersifat khusus menceritakan suatu peristiwa yang khas hanya terjadi satu kali, tidak dapat diulang karena merupakan pengalaman atau kejadian pada waktu tertentu.

Contoh Karangan Narasi Berlibur ke Pantai Terbaru - Demikianlah pembahasan mengenai paragraf naratif atau narasi pada kesempatan kali ini. Terimakasih, semoga apa yang sudah kami tulis bermanfaat bagi para pembaca.