Contoh Surat Kesepakatan dan Pengertiannya dalam Bahasa Indonesia

Contoh Surat Kesepakatan dan Pengertiannya - Untuk bahasan kita pada pertemuan kali ini, saya akan mengulas tentang pengertian serta contoh dari surat kesepakatan. Dalam melakukan suatu jual beli apapun itu, erat kaitannya dengan yang namanya kesepakatan antara kedua belah pihak. Jika tidak ada kesepakatan dari kedua belah pihak, maka tidak akan ada hasil dari suatu proses jual beli barang. Dikatakannya suatu proses jual beli itu sepakat apabila kedua belah pihak setuju dengan suatu barang yang akan dibeli dengan mengeluarkan statement-statement secara lisan. 

Contoh Surat Kesepakatan dan Pengertiannya
Google Image - Contoh Surat Kesepakatan dan Pengertiannya

Namun dalam perkembangannya, proses jual beli sekarang ini melahirkan suatu kesepakatan yang bersifat tertulis. Sebenarnya tidak ada beda nya antara kesepakatan yang bersifat lisan dengan kesepakatan yang bersifat tertulis. Hanya saja kesepakatan yang bersifat tertulis akan lebih kuat keabsahannya dalam jangka waktu yang lama. Karena memiliki bukti berupa dokumen-dokumen yang menunjukan kapan terjadinya suatu jual beli yang telah dilakukan oleh kedua belah pihak. Nah, untuk lebih jelasnya lagi, marilah kita simak penjelasan tentang surat kesepakatan berikut ini.

Pengertian Surat kesepakatan

Surat kesepakatan adalah suatu dokumen yang berfungsi sebagai bukti dari suatu proses jual beli yang dilakukan oleh 2 orang atau lebih. Surat kesepakatan ini seperti yang telah saya jelaskan di awal bahwa sifatnya mengikat dan lebih kuat keabsahannya dalam jangka waktu yang lama. Dibuatnya surat kesepakatan ini adalah untuk melindungi pihak yang membeli suatu barang dan untuk bukti di kemudian hari apabila ada yang menuntut terhadap barang yang telah ia beli.

Surat kesepakatan dibagi menjadi 2, yaitu:
1. Surat kesepakatan yang disaksikan oleh pejabat pemerintah (autentik),
2. Surat kesepakatan dibawah tangan atau tidak disaksikan oleh pejabat pemerintah.

Keduanya adalah bukan syarat sah dari suatu surat kesepakatan. Surat kesepakatan akan sah apabila memiliki syarat-syarat berikut ini:
• Surat kesepakatan harus ditulis di kertas legal dengan dibubuhi materai,
• Surat kesepakatan dibuat dengan rasa ikhlas, tidak dalam paksaan seseorang,
• Dibuat dengan persetujuan kedua belah pihak yang melakukan proses jual beli,
• Pihak yang berjanji harus sudah dewasa ,sadar,
• Isi dari surat kesepakatan harus jelas, tidak boleh propaganda,
• Serta tidak boleh menyimpang dari undang-undang dan norma yang berlaku.

Fungsi dari surat kesepakatan adalah:
1. Untuk ketenangan pihak yang melakukan suatu transaksi
2. Untuk membatasi hak dan kewajiban terhadap pihak yang melakukan transaksi
3. Agar tidak ada perselisihan diantara kedua belah pihak
4. Untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang muncul dikedua belah pihak

Macam-macam surat kesepakatan

1. Surat kesepakatan jual beli
Dalam surat kesepakatan jual beli, berisikan bahwa pihak penjual bersedia memberikan suatu barang yang telah disepakati oleh kedua belah pihak, serta pihak pembeli yang bersedia membayar sejumlah uang yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.

2. Surat kesepakatan sewa beli (angsuran)
Surat ini sama halnya dengan surat kesepakatan jual beli, hanya saja bedanya didalam surat ini dinyatakan bahwa si pembeli membayarnya dengan cara mengangsur dan si penjual menerimanya.

3. Surat kesepakatan sewa menyewa
Dalam surat ini, dinyatakan bahwa pihak yang menyewakan suatu barang apapun itu bersedia agar barang miliknya disewa oleh pihak yang menyewakan dalam jangka waktu yang telah disepakati. Dan pihak penyewa harus membayar sejumlah uang yang telah disepakati.

4. Surat kesepakatan borongan
Surat kesepakatan borongan ini dilakukan oleh pihak proyek dan pihak pemborong. Isinya bahwa pihak pemborong setuju untuk mengambil borongan yang telah ditentukan dalam jangka waktu tertentu, dan pihak proyek harus membayar sejumlah uang yang telah ditentukan.

5. Surat kesepakatan meminjam barang
Dalam surat kesepakatan peminjaman barang, berikan bahwa pihak yang akan meminjami barang bersedia untuk memijamkan barang miliknya kepada pihak peminjam dalam jangka waktu yang tela disepakati, serta pihak peminjam harus membayar sejumlah uang yang telah disepakati.

6. Surat kesepakatan kerja
Isi surat ini sama dengan surat jual beli hanya saja objeknya berbeda. Hal yang harus diperhatikan dalam surat kesepakatan kerja adalah
 Lama pekerjaan
 Jenis pekerjaan
 Upah atau gaji yang diterima
 Serta waktu kerja perhari

Struktur dalam membuat surat kesepakatan
Ada 6 yang harus diperhatikan dalam membuat surat kesepakatan, antara lain:

1. Judul
Untuk judul, harus jelas, singkat, dan padat. Misal surat kesepakatan jual beli tanah, surat kesepakatan sewa menyewa rumah, dan lain-lain.

2. Awal permulaan
Dibagian ini biasanya berisi tentang hari, tanggal, tahun suatu kesepakatan yang telah dibuat. Serta tanda tangan antara kedua belah pihak yang melakukan kesepakatan.

3. Penyebutan para pihak
Di bagian ini disebutkan para pihak yang mengikatkan diri dalam perjanjian tersebut. Penyebutan para pihak mencakup nama, pekerjaan, usia, jabatan, alamat, serta bertindak untuk siapa.

4. Premis
Premis ini merupakan suatu latar belakang kenapa surat ini dibuat.

5. Isi kesepakatan
Isi kesepakatan ini berisi tentang pasal-pasal yang disetiap pasalnya diberi judul. Hal yang paling penting dalam isi kesepakatan adalah ketentuan-ketentuan yang tidak boleh dilanggar. Hal ini dilakukan untuk melindungi pada saat ada  sengketa.

6. Akhir kesepakatan
Dalam akhir kesepakatan sudah jelas bahwa isinya adalah tentang tanda tangan kedua belah pihak serta saksi-saksi bahwa sebagai bukti bahwa kedua belah pihak telah sepakat.

Contoh dari surat kesepakatan jual beli tanah:

SURAT PERJANJIAN JUAL BELI TANAH

Saya yang bertanda tangan di bawah ini, untuk selanjutnya disebut pihak 1(penjual):
Nama : sugiono
Pekerjaan : wiraswasta
Alamat : Jl. Bumi menanti no. 49 Lampung

saya yang bertanda tangan dibawah ini, untuk selanjutnya disebut pihak 2(pembeli):
nama : suparman
pekerjaan : petani
alamat : Jl. Sumedang no 48 lampung

Pada tanggal 24 februari pihak 1 selaku penjual, telah menjual mutlak sebidang tanah yang berada diarea persawahan seluas 2 Ha. Dengan harga 200.000.000 (dua ratus juta rupiah). Pembayaran dibayar dengan tunai yang disaksikan oleh saksi-saksi.

Dengan demikian, sejak tanggal 24 februari, sebidang tanah yang berada di area persawahan telah menjadi hak milik pihak 2. Dalam proses transaksi, baik pihak 1 maupun pihak 2 serta para saksi-saksi telah menyatakan bahwa mereka dalam keadaan sehat serta beritikad baik satu sama lain.

Demikianlah surat ini dibuat dengan syarat kedua belah pihak telah mengerti isi suratnya. Untuk awal dari pemindah-tanganan, kedua belah pihak bertanda tangan dibawah ini:

Bandar Lampung, 24 februari 2006

Pihak 1 (penjual) Pihak 2 (pembeli)



  ( Sugiono ) ( Suparman )



  Saksi 1       saksi 2        saksi 3

  ( Adi ) ( Juni ) ( Redi )


Contoh Surat Kesepakatan dan Pengertiannya - Nah itu tadi beberapa penjelasan tentang surat kesepakatan dan segala material mengenai contohnya. Semoga bermanfaat, sekian dan terimakasih.