Pengertian dan Contoh Prolog dan Epilog Lengkap

Pengertian dan Contoh Prolog dan Epilog Lengkap - Dalam bahasan kita kali ini, saya akan membagikan sebuah materi bahasa indonesia tentang prolog dan epilog. Sahabat semua pasti tidak asing lagi dengan kata-kata prolog dan epilog. Ya, prolog sering kita jumpai dalam karya sastra. Prolog ini digunakan sebagai kata pengganti dari kalimat pembuka dalam sebuah karya sastra. Selain prolog, terdapat istilah lain yaitu epilog. Prolog dan epilog tidak bisa dipisahkan dari karya sastra. Bisa dibilang prolog dan epilog wajib ada dalam sebuah karya sastra. Untuk lebih jelasnya lagi apa sih sebenarnya prolog dan epilog, serta contohnya seperti apa, mari simak artikel berikut ini.

Pengertian dan Contoh Prolog dan Epilog Lengkap
Google Image -  Pengertian dan Contoh Prolog dan Epilog Lengkap


Pengertian dan Contoh Prolog dan Epilog Lengkap


Pengertian prolog


Prolog adalah pengantar naskah yang biasanya berbentuk dialog, prolog biasanya berisikan mengenai kilas balik dari suatu peristiwa atau juga berisikan tentang keterangan dan pendapat dari pengarang mengenai cerita yang disajikan. Prolog hampir sama dengan kata pengantar jika terdapat dalam buku-buku non karya sastra.  Sebuah prolog biasanya berisikan tentang memperkenalkan tokoh-tokoh yang terdapat dalam cerita tersebut, serta peran yang dilakukannya dan berisikan juga tentang konflik yang terjadi dalam suatu karya sastra tersebut. Prolog juga berisikan tentang peristiwa penting yang menarik serta sinopsis cerita secara singkat dari karya sastra tersebut.

Adapun fungsi prolog adalah pemicu rasa penasaran dari pembaca atau penonton mengenai karya sastra yang akan di paparkan. Biasanya pembaca atau  pendengar akan melihat dan memvonis sesuatu melalui kesan pertama, layaknya sebuah karya sastra biasanya  kita akan memvonis atau memberi kesimpulan melalui prolog yang terdapat dalam karya sastra tersebut, walaupun sebenarnya prolog tidak bisa menjelaskan secara keseluruhan dari karya sastra yang di paparkan.

Contoh prolog 1:

Dunia ini terasa berhenti, ketika Aku  harus siap menerima kenyataan pahit, memiliki seorang Ayah dengan keadaan cacat. Ku ingin Ayah lebih sempurna, seseorang yang tak cacat, seperti Ayahnya semua orang. Seorang Ayah yang dapat mendengar harapanku dan kekhawatiranku. Di sini, di Rumah petakku, aku hanya tinggal berdua dengan Ayah, sesudah kematian Ibuku beberapa tahun yang lalu.
Tidak adil jika saya hanya membahas prolog saja. Di awal sudah saya paparkan bahwa terdapat istilah yang berkaitan dengan prolog yaitu epilog. Langsung saja kita bahas.

Contoh prolog 2:
"Sayang..." panggil Aldi sambil membuka pintu. Aku merapatkan tubuhku di balik kelambu. Dengan dada berdetak tak menentu. Untung nya curtain yang kupasang untuk menutupi jendela tempatku bersembunyi cukup tebal dan berwarna pekat. Hingga dapat ku pastikan kalau dia, lelaki itu tak akan dapat menemukan diriku. Aku bernafas lega ketika kudengar suara pintu tertutup dan langkah kaki menjauh. Lega karena berhasil menghindarinya dan tidak perlu menatap matanya dengan rasa bersalah.
Beberapa hari ini, hatiku sedang galau, risau dan penuh risiko. Sedikit saja aku tidak bisa menjaganya... maka akan tercetuslah perang dunia. Lelaki yang membuka pintu tadi adalah suamiku. Satu-satunya pria yang berhak atas diriku, hidupku, tubuhku namun tidak hatiku. Meski dia telah menjadi suamiku, namun hatiku telah tersangkut pada orang lain. Dan orang lain itu tiba-tiba muncul kembali di depanku beberapa hari yang lalu. Membuat hidupku menjadi tidak menentu….”

Pengertian epilog


Epilog adalah salah satu istilah yang berkaitan dengan prolog yang wajib ada dalam sebuah karya sastra. Epilog itu sendiri adalah kebalikan dari prolog. Jika prolog terdapat di awal dalam sebuah karya sastra, maka epilog berada di akhir dalam sebuah karya sastra. Epilog ini berisikan tentang inti sari dari sebuah karya sastra. Fungsinya sudah jelas bahwa epilog ini berfungsi untuk menyampaikan inti dari sebuah karya sastra atau menafsirkan sebuah maksud dari karya sastra itu oleh pelaku.

Contoh epilog 1:

Kematian Ayah yang begitu cepat membuatku sadar bahwa Ayah lah segalanya. Kini aku menjalani hidupku dengan kesendirian. Hari-hariku berbalut kesedihan dan luka mendalam. Aku yakin Tuhan akan menurunkan seorang malaikat yang akan menemani dan membuat tawa bahagia untuk hari esok dan seterusnya.

Contoh epilog 2:

Sepulang dari sekolah, Aldi mempunyai Niat buruk untuk menabrak Audin dengan Motornya, dengan kecepatan tinggi Aldi menuju ke arah Audin dan Andin, tetapi untung saja ada Aulia yang langsung mendorong Audin agar tidak tertabrak oleh motor Aldi, jadi yang tertabrak adalah Aulia. Saat itu juga Aldi sadar bahwa persahabatan mereka bertiga sangat erat, dan Aldi mengakui bahwa dialah yang telah memfitnah Aulia saat dikelas tadi.
Akhirnya, persahabatan Antara Audin, Andin, dan Aulia kembali seperti sedia kala, 3BG telah kembali seperti yang dulu, persahabatan yang sangat erat pada saat masa SMA.

Contoh epilog 3:

Malin pun telah berubah menjadi batu, ketika ia meminta ampun kepada Ibunya. Kapal, kru serta istrinya tenggelam ke dasar laut. Itulah hasil jika kita memberontak kepada orang tua kami terutama untuk ibu kita.


Pengertian dan Contoh Prolog dan Epilog Lengkap - Nah, itu tadi materi mengenai prolog dan epilog. Semoga bermanfaat bagi anda yang sedang mencari cara untuk membuat cerita. Nah, semoga bermanfaat, sekian dan terimakasih.