Contoh Cerpen Persahabatan Beserta Unsur Intrinsik dan Unsur Ekstrinsik

Contoh Cerpen Persahabatan Beserta Unsur Intrinsik dan Unsur Ekstrinsik - Helo sobat, jumpa lagi dalam artikel kali ini yang akan menyajikan sebuah cerita pendek (cerpen) dengan tema persahabatan disertai analisis unsur instrinsik dan ekstrinsiknya.

Contoh Cerpen Persahabatan Beserta Unsur Intrinsik dan Unsur Ekstrinsik
Google Image - Contoh Cerpen Persahabatan Beserta Unsur Intrinsik dan Unsur Ekstrinsik

Unsur Intrinsik adalah unsur – unsur rohaniah yang diangkat dari sebuah karya sastra yang meliputi tema, alur, karakter (penokohan), latar, tegangan, suasana, pusat kisahan, gaya, amanat atau nilai. Sedangkan unsur ekstrinsik adalah unsur yang ada di liar karya yang dimaksud yang meliputi nilai sosial, pendidikan, budaya, dan keagamaan.

Contoh Cerpen Persahabatan Beserta Unsur Intrinsik dan Unsur Ekstrinsik


Cerpen ini menceritakan tentang persahabatan yang berjudul sahabat setia. Selamat membaca!

I. Cerpen

Sahabat Setia

Suasana pagi ini begitu cerah, membuat pagiku begitu bersemangat untuk menjalankan segala aktivitas. Hari ini hari senin, hari dimana semua siswa – siswi melaksanakan kegiatan rutin upacara bendera. Ku mulai aktivitasku dengan penuh semangat. Nama ku Nana. Di sini, di sekolah ini aku menuntut ilmu bersama teman – temanku. Teman pun banyak ku miliki di sekolah ini. Namun ada satu teman yang begitu dekat dengan ku. Kami sudah berteman sejak kecil. Dia bernama Sintia yang ku sebut sahabat karib ku. Dia gadis yang manis, ceria, berambut ikal dan berkulit kuning langsat.

Aku memiliki banyak teman di sekolah ini. Tapi tak ku lupakan sahabat sejak kecilku. Sintia, masih setia menjadi sahabat terbaik ku, semakin hari kami semakin dekat. Mulai dari mengerjakan PR bersama, jalan – jalan bersama, dan main bersama.

Saat ini kami baru kelas VII SMP, persahabatan kami semakin erat. Saling mengerti, memberi perhatian di waktu salah satu sakit, memberi kejutan di waktu ulang tahun, sering sholat bersama, saling mengingatkan dikala salah satu berbuat salah dan mengingatkan di waktu lalai mengerjakan sholat. Banyak hal yang sudah kita lalui.

Libur semester gelap sudah di depan mata, aku sudah berniat sejak lama untuk pergi berlibur ke rumah pamanku. Rumah ku di Trimurjo sedangkan rumah nenek di padang ratu sehingga kami jarang bertemu. Setiap liburan aku selalu pergi berlibur ke rumah paman. Disana juga aku mempunyai teman  bernama Lita. Rumah Lita tepat di samping kiri rumah pamanku. Waktu liburan di rumah paman aku bermain bersama Lita, selain itu kami juga saling bercerita pengalaman kami masing – masing. Beberapa hari kemudian aku dan Lita bertemu kembali kami duduk di taman desa lalu berbincang bersama, di saat itu Lita bercerita bahwa ayahnya telah membeli sebuah rumah di daerah Trimurjo dan tidak lama lagi mereka sekeluarga akan pindah dari Padang Ratu dan akan menempati rumah barunya di Trimurjo.

Setelah Lita pindah ke Trimurjo ternyata rumahnya itu tidak jauh dengan rumah ku. Lita pun bersekolah di sekolah yang sama dengan ku. Sejak waktu itu aku jadi jarang bermain bersama Sintia sahabat karib ku. Sempat Sintia mengeluhkan hal itu karena sejak berteman dengan Lita aku jadi jarang bersamanya lagi. Meskipun Sintia sering menanyakan ku pada ibuku.kenapa aku berubah, tapi aku mengaggapnya biasa saja seperti tidak ada yang berubah. Tanpa ku sadari ternyata Sintia merasa sangat sedih, sampai pada akhirnya aku dan teman baru ku Lita bertengkar hebat. Pertengkaran itu terjadi disaat Lita kehilangan uang dan Lita menuduh aku mengambilnya padahal aku sama sekali tidak mengambilnya. Aku tidak menyangka Lita akan setega itu menuduhku tanpa bukti, dan sejak pertengkaran itu aku tidak pernah lagi main bersama Lita.

Di waktu seperti inilah aku merasa seperti tidak punya teman. Setiap hari kesedihan menghampiriku. Sampai akhirnya aku mulai mencari sahabat karib ku Sintia. Aku pergi menemui Sintia, ketika bertemu dia pun langsung bertanya pada ku.

“Sintia kenapa kamu datang dengan wajah sedih. Apakah kamu sedang ada masalah?” tanya Sintia.
Aku pun menjawab “Lita sin. Dia menuduhku mencuri uangnya, padahal aku tidak pernah mengambilnya, aku tak ingin berteman lebih dekat dengannya lagi”.

Sedihku akan semakin dalam jika aku kehilangan sahabat karib ku yang sejak kecil selalu menemaniku. Aku menyesal dan berusaha datang ke rumah Sintia untuk meminta maaf kepada Sintia karena selama bersama Lita hubungan persahabat kita menjadi renggang. Lita pun dengan hati yang lapang langsung memberiku maaf. Akhirnya aku dan Lita kembali bersama kita berjanji akan tetap menjadi sahabat yang selalu setia saling  menemani dan mengingatkan di kala salah satu berbuat salah.

II. Analisis unsur Instrinsik dan Ekstrinsik

  • Unsur Instrinsik 


a. Judul : Sahabat Sejati

b. Tema : persahabatan

c. Alur : Maju

d. Sudut pandang : tokoh utama pelaku utama, menggunakan kata “aku”

e. Deskripsi tokoh dan penokohan :

Sintia: berparas manis, ceria, berambut ikal dan berkulit kuning langsat
Nana: baik namun pernah salah langkah karena sempat mengabaikan sahabat karinya karena teman baru.

f. Latar : 

Waktu : pagi
Tempat : taman, dan rumah.

g. Amanat : Jika punya teman baru, teman lama jangan dilupakan.

  • Unsur Ekstinsik :


a. Nilai sosial : Saling memberi perhatian disaat sakit dan saling mengingatkan disaat salah satu berbuat salah.

b. Nilai pendidikan : Semangat memulai aktivitas belajar.

c. Nilai budaya : memberi kejutan disaat ulang tahun.

d. Nilai keagamaan : Sholat bersama dan saling mengingatkan disaat lalai dalam sholat.

Contoh Cerpen Persahabatan Beserta Unsur Intrinsik dan Unsur Ekstrinsik - Demikianlah artikel kali ini yang membahas tentang Contoh Cerpen Persahabatan beserta unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Terimakasih sudah membaca artikel ini. Semoga bisa menjadi bahan referensi untuk teman – teman.