Contoh Artikel tentang Global Warming (Pemanasan Global)

Contoh Artikel tentang Global Warming - Tahukah kalian kenapa Bumi terasa panas hingga serasa di gurun yang tandus? Kadang banyak sekali kata kata yang menggambarkan bahwa Bumi itu sudah panas sekali. Sebenarnya ada benarnya juga. Sebenarnya Bumi kita ini sedang menghadapi masa dimana Bumi sangat panas karena lapisan ozon yang menipis.

Contoh Artikel tentang Global Warming Terkini
Google Image - Contoh Artikel tentang Global Warming Terkini


Pada kesempatan kali ini, saya akan memberikan sebuah artikel mengenai global warming. Makin penasaran dengan Global warming? Yuk simak artikel berikut ini. Semoga bermanfaat.

Contoh Artikel tentang Global Warming Terbaru



Global Warming

Mungkin kalian sudah tak asing lagi dengan kata – kata global warming. Namun apakah anda mengerti apa global warming itu? Global warming atau pemanasan global merupakan peristiwa naiknya suhu bumi akibat peningkatan efek rumah kaca. Peristiwa yang disebut efek rumah kaca inilah yang membuat bumi panas.

Dalam ukuran kecil, efek rumah kaca bisa kita rasakan ketika memasuki mobil yang sedang  diparkir pada siang hari. Di dalam mobil suhunya lebih panas dari pada di luar mobil. Hal ini terjadi karena panas di dalam kabin mobil tidak terpantul keluar.

Beberapa gas – gas yang mampu memerangkap dan memantulkan radiasi matahari itu diantaranya karbon dioksida, dinitro oksida, metana, dan hidro fluorokarbon. Gas – gas karbon itu ada yang berasal dari ulah manusia, seperti asap kendaraan dan asap pabrik serta gas untuk pendingin udara maupun tata rambut. Gas – gas rumah kaca itu juga ada yang dihasilkan secara alami seperti dari pembusukan sampah dan kotoran ternak.

Hutan yang berfungsi sebagai penyerap karbon dioksida tidak mampu mengimbangi peningkatan jumlah gas rumah kaca yang berlangsung begitu cepat. Peristiwa ini membuat bumi semakin panas dan lebih sering disebut dengan global warming. 

Dampak global warming ini juga sudah dirasakan di kawasan pesisir yang menyebabkan masuknya air laut ke wilayah daratan. Tinggi permukaan laut juga terjadi karena mencairnya lapisan es di kutub utara. Dampak lain dari global warming adalah kekacauan iklim yang berdampak pada pertanian.

Ketersediaan energi seperti di negara – negara maju sangat memadai untuk melakukan kegiatan di segala bidang yang dapat diandalkan untuk pembangunan bangsa dan negaranya. Namun dalam pengadaan energi tentu saja harus memperhatikan faktor kelestarian lingkungan hidup. Karena lingkungan tempat makhluk hidup bernaung tidak kalah pentingnya dari kebutuhan – kebutuhan hidup lainnya.

Lingkungan hidup suatu negara akan sangat berkaitan dengan negara lain, karena semua makhluk hidup tinggal di bumi yang sama. Oleh karena itu, setiap negara mempunyai  kewajiban untuk benar – benar memperhatikan dan mencegah hal – hal yang bisa menjadi penyebab kerusakan lingkungan. Karena merusak lingkungan hidup sama saja dengan mencelakakan diri sendiri. 

Dampak kerusakan lingkungan hidup seperti global warming, saat ini sudah mulai dirasakan di berbagai belahan bumi. Perubahan akibat global warming berlangsung perlahan namun nyata sebagaimana pemanasan suhu yang dirasakan penduduk puncak, Bogor, Jawa barat.

Dampak pemanasan global ini juga dirasakan di kawasan pesisir yang menyebabkan masuknya air laut ke wilayah daratan. Hal ini terjadi karena permukaan air laut naik, dan bisa menenggelamkan pulau – pulau kecil, dan daratan di sekitar pantai, terjadinya perubahan iklim yang kini sudah terjadi di beberapa tempat termasuk di negeri ini. Tinggi permukaan laut juga terjadi karena mencairnya lapisan es di kutub utara. Dampak lain dari pemanasan global adalah kekacauan iklim yang berdampak pada pertanian.

Semua itu terjadi karena lingkungan tempat manusia dan makhluk hidup lainnya sudah tercemar. Efek dari pemanasan global ini juga menimbulkan ancaman lain yang tidak kalah membayahakannya bagi kehidupan manusia, yaitu terjadinya hujan asam.

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi laju global warming, salah satu adalah dengan mengurangi emisi gas karbon dioksida diantaranya dengan mengurangi pemakaian kendaraan dan mendorong penggunaan bahan bakar ramah lingkungan. Mendukung pengoperasian pembangkit listrik bebas polusi seperti pembangkit listrik tenaga angin dan air serta memanfaatkan sampah dan limbah peternakan menjadi gas biomasa, dan yang terpenting tetap menjaga hutan sebagai paru – paru dunia untuk menyerap karbon dioksida. Untuk mengurangi global warming juga diperlukan untuk menata ulang kota dengan mewajibkan setiap bangunan harus memiliki ruang terbuka hijau dengan taman atap contohnya. Selain untuk keindahan, kebijakan ini juga ditempuh untuk menyerap gas karbon dioksida sisa pembakaran kendaraan yang berlalu – lalang.

keuntungan lain dari adanya taman atap itu ialah untuk penurunan temperatur bangunan. Keberadaan tanaman – tanaman ini juga telah membuat para penghuni betahuntuk tinggal berlama – lama dan memperbaiki kualitas udara.

Tidak bisa disanggah lagi di era sekarang ini, segala aktivitas yang dilakukan masyarakat modern sangat tergantung pada ketersediaan energi. Hampir di semua sektor kegiatan, energi menjadi kebutuhan pokok yang tidak bisa di sanggah lagi. Oleh karena itu, kemajuan suatu negara akan sangat terkait dengan kecukupan ketersediaan energi di negara tersebut.

Beberapa negara yang masih menggunakan bahan bakar fosil, berusaha mengurangi efek rumah kaca dengan menggunakan bahan bakar gas alam yang secara ekonomis bila dibandingkan dengan penggunaan minyak bumi dan batu bara. Dengan mengurangi pembakaran bahan bakar fosil untuk memenuhi kebutuhan energi jelas memiliki kagunaan yang besar, setidaknya digunakan sebagai salah satu langkah menghemat cadangan sumber daya alam yang ada untuk digunakan oleh anak cucu kita kelak.

Contoh Artikel tentang Global Warming - Demikianlah tentang Global Warming yang dapat penulis sajikan. Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca artikel ini. Semoga dapat memberikan banyak mafaat bagi pembaca sekalian.