Contoh Cerita Fabel untuk Anak-anak Terbaru

Contoh Cerita Fabel untuk Anak-anak Terbaru - Selamat siang teman – teman. Masih ingatkah kalian apa fabel itu? Pada kesempatan kali ini penulis akan kembali mengingatkan kalian mengenai cerita fabel.

Contoh Cerita Fabel untuk Anak-anak Terbaru
Google  Image - Contoh Cerita Fabel untuk Anak-anak Terbaru


Fabel adalah sebuah cerita yang menggambarkan atau menceritakan kehidupan hewan yang perilakunya menyerupai manusia. Fabel merupakan cerita fiksi yaitu hanya sebuah khayalan atau sebuah fantasi belaka. Fabel sering digunakan sebagai sarana cerita dalam rangka mendidik masyarakat.

Karakteristik dan ciri – ciri umum fabel diantaranya :

1.Dalam penceritaannya menggunakan tokoh berupa hewan,

2.Hewan yang berperan sebagai tokoh utama dapat bertingkah seperti manusia,

3.Dalam cerita menunjukkan penggambaran karakter manusia dan unsur moral, serta kritik tentang kehidupan di dalam ceritanya.

4.Penceritaan yang singkat dan jelas,

5.Menggunakan pilihan kata yang mudah untuk dipahami,

6.Menggunakan setting alam.


Contoh Cerita Fabel untuk Anak-anak Terbaru


Musang yang Jahat

Di sebuah hutan ada seekor itik yang sedang bertelur. Ia memilih semak – semak yang rimbun sebagai tempat untuk merawat anak – anaknya. Pada suatu hari telur – telur itu dieraminya setelah beberapa hari telur – telur itu menetas dan keluarlah anak – anak itik yang imut dan cantik. Induk Itik menjadi sangat sibuk, setiap hari ia harus mencari makan untuk diberikan kepada anak – anaknya. Ia juga harus menjaga mereka sebab banyak pemangsa yang selalu mengincarnya.

Seekor Musang adalah salah satu diantara musuh Itik. Ketika Musang melihat Itik – itik kecil yang imut dan cantik itu, muncul keinginan Musang untuk menangkap lalu menyantapnya.

“Wah, ada makanan untukku di balik semak – semak itu. Kata sang Musang.

Musang berusaha mendekati semak – semak itu tetapi letak sarang Itik yang terlalu rimbun. Musang berfikir dengan segala cara supaya dapat mendekati sarang itu. Cara pertama, ia pergi ke pinggiran hutan tempat ia dapat menemukan Desa manusia. Musang mencari – cari benda yang dapat ia bawa ke hutan, ia menemukan sebuah kain bekas. Musang juga mencuri sebuah sabit karatan milik Petugas hutan.

Esok harinya. Ketika masih petang sebelum induk Itik meninggalkan sarangnya, Musang mendekati semak – semak itu. Karena terkejut karena suara sabit, induk Itik menengok ke belakang dan bertanya,” apa yang sedang kamu lakukan?”.

“Oh saya Petugas hutan. Saya akan memotongi semak – semak ini”. Jawab Musang.

“Tolong jangan di potongi semak – semak itu pak. Ada sarangku disana dan keempat anakku yang masih kecil – kecil”. Kata induk Itik.

“Kau telah berbuat salah karena sudah membuat sarang disemak – semak itu”. Sahut sang Musang.
Induk Itik telah meminta maaf dan belas kasihan, “Saya mohon berilah waktu beberapa hari saja sampai anak – anakku bisa berjalan”. Kata induk Itik.

“Tidak bisa, saya akan memotongnya saat ini juga!”. Ucap Musang sambil memotong, “Saya akan bersedia menunda untuk memotong semak – semak ini jika kamu bersedia  memberikan satu anakmu padaku. Bagaimana?” tanya Musang.

Induk Itik akhirnya bersedia memenuhi syarat yang diajukan oleh Musang. Musang pun langsung menangkap dan membawa anak Itik pulang. Musang sangat senang karena ia berhasil membohongi sang induk Itik.

Setelah Musang pergi, datanglah seekor elang yang mengunjungi Itik – itik itu. Induk Itik langsung menceritakan semua peristiwa yang baju terjadi.

“Sangat aneh”. Kata si Elang.

Petugas hutan tidah mungkin memangkas semak – semak yang subur dan rindang. Engkau sudah dibohongi. Jika ia datang lagi tunjukkan padaku apakah benar ia adalah petugas hutan atau bukan!”.
Tiga hari kemudian, Musang datang lagi dengan menggunakan kain sambil membawa sabit karatan. Setelah melihat kain itu, induk Itik memanggil Elang  untuk memberi tahu bahwa Petugas hutan datang,

Elang memperhatikan dengan cermat. “Itu bukan petugas hutan, tapi itu Musang menyamar. Jika ia berkata akan memangkas semak – semak lagi, suruh saja ia memangkas. Tak mungkin ia bisa memangkasnya karena butuh sabit yang tajam!”

Induk Itik mengikuti ucapan Elang. Ketika Musang memangkas semak – semak itu, ia berkata, “Pangkas saja jika kau bisa. Saya tidak akan pergi meninggalkan sarangku ini!”

Musang heran dan terkejut melihat perubahan sikap Induk Itik. “Siapa yang bilang jika aku bukan Petugas hutan?”

Itik tak sengaja menyebut nama Elang yang sudah memberitahunya. Musang ingin balas dendam dengan si Elang. Ia telah berencana untuk menjebak si Elang dengan memasang perangkap.

Beberapa hari kemudian, Musang mengundang Elang untuk datang ke pesta di sebuah pohon yang rindang disana ia sudah memasang sebuah jaring – jaring di depan pintu masuk untuk menangkap si Elang. Melihat niat baik si Musang, sang Elang pun dengan senang hati memenuhi undangan itu. Namun setibanya di sebuah pohon yang rindang itu Elang merasa bingung karena disana nampak sepi dan tidak terlihat akan adanya sebuh pesta.

Sesampainya di pohon yang rindang itu Elang berusaha memanggil – manggil si Musang. Mendengar panggilan sang Elang dibukakanlah pintu itu oleh Musang, tanpa di sadari sang Musang berjalan di depan pintu dan terkenalah ia oleh perangkapnya sendiri.


Contoh Cerita Fabel untuk Anak-anak Terbaru - Demikian pembahasan mengenai pengertian dan contoh fabel hari ini. Terimakasih, semoga cerita yang penulis sampaikan pada kesempatan kali ini dapat memberikan banyak pelajaran bagi pembaca. Kunjungi terus blog ini yaa. Temukan hal menarik seputar Dunia Bahasa Indonesia. Semoga Bermanfaat.