Contoh Cerpen Bawang Merah dan Bawang Putih

Contoh Cerpen Bawang Merah dan Bawang Putih - Cerpen merupakan sebuah karangan pendek yang berbentuk prosa. Dalam cerpen diceritakan kehidupan tokoh yang penuh peristiwa yang menyenangkan dan mengharukan, serta mengandung kesan yang tidak mudah dilupakan.


Contoh Cerpen Bawang Merah dan Bawang Putih
Google Image - Contoh Cerpen Bawang Merah dan Bawang Putih


Cerpen memiliki fungsi yaitu menghibur, mengarahkan dan mendidik nilai – nilai kebaikan yang terdapat di dalamnya. Selain itu memberikan keindahan bagi para pembacanya. Terlebih lagi, Cerpen juga bisa memberikan nilai moral dan mengandung ajaran agama sehingga dapat dijadikan suri teladan bagi para pembacanya.


Contoh Cerpen Bawang Merah dan Bawang Putih Terbaik


Mari kita simak bersama sebuah cerpen tentang bawang merah dan bawang putih berikut ini!


Bawang Merah dan Bawang Putih


Pada zaman dahulu ada sebuah desa yang makmur disana terdapat sebuah keluarga kecil yang hidup sejahtera. Keluarga kecil itu terdiri dari seorang Ayah dan ibu yang memiliki gadis cantik bernama Bawang Putih. Mereka sekeluarga hidup bahagia. Namun kebahagiaan itu tidak berlangsung lama karena Ibu dari Bawang Putih itu terkena penyakit komplikasi, sedangkan Ayahnya jarang di rumah karena harus pergi bekerja di luar daerah.

Ketika Ayahnya sedang bekerja di luar daerah Bawang Putih di rumah mengurus Ibunya yang sedang sakit keras itu, tetapi terkadang dia sering di bantu oleh tetangganya yaitu seorang ibu yang memiliki anak bernama Bawang Merah.

Suatu hari Bawang Merah akan pergi mengambil air dan mencuci baju di sungai, namun dia tidak tega meninggalkan Ibunya seorang diri. Datanglah tetangganya itu bersama anaknya, dia menawarkan diri untuk menjaga sang Ibu Bawang Putih dan mempersilahkan Bawang Putih jika akan pergi ke sungai. Bawang Putih pun meminta ijin kepada Ibunya, lalu Ibunya mengijinkan dia pergi. Setelah di ijinkan oleh sang Ibu, Bawang putih pergilah berjalan menuju sungai dengan perasaan yang sedikit cemas dan khawatir dengan kondisi kesehatan Ibunya.

Ketika Bawang Putih sedang pergi ke sungai ternyata tetangganya itu dan seorang anaknya sedang mempunyai rencana jahat. Mereka berusaha meracuni Ibu Bawang Putih dengan ramuan mematiakan. Diraciklah ramuan mematikan itu oleh sang Ibu Bawang Merah lalu diminumkan kepada Ibu Bawang Putih. 

Beberapa jam kemudian setelah selesai mencuci baju dan mengambil air Bawang Putih berjalan menuju rumahnya. Setelah masuk ke dalam rumah Bawang Putih melihat Ibunya sedang muntah – muntah lalu keluarlah darah dari mulut Ibunya. Bawang Putih merasa terkejut dengan kejadian itu, dia menanyakan kepada Bawang Merah dan ibunya.

“Merah, Ibu saya kenapa bisa muntah – muntah mengeluarkan darah seperti ini?”. Tanya Bawang Putih.

Bawang Merah pun menjawab “saya dan Ibu juga tidak tahu kenapa bisa begini”.

Bawang Merah pura – pura tidak tahu mengenai penyebab kejadian itu. Padahal Ibu Bawang Putih telah diberi minuman yang mengandung racun mematikan oleh dia dan Ibunya. Namun Bawang Putih tidak sedikit pun memiliki perasangka buruk kepada Bawang Merah dan Ibunya.

Tidak lama kemudian Ibu Bawang Putih telah menghembuskan nafas terakhirnya, selimut duka telah meliputi hati Bawang Putih dan Ayahnya yang baru pulang dari bekerja.

Setelah kepergian Ibunya Bawang Putih, ibu sang Bawang Merah Berusaha mendekati sang Ayah Bawang Putih. Beberapa bulan kemudian Ibu Bawang Merah menikah dengan Ayah Putih. Diawal pernikahan mereka Ibu Bawang Merah nampak baik sekali di hadapan Ayah dan Bawang Putih. Namun kebaikan itu tidak berlangsung lama, ketika Ayah Bawang Putih kembali bekerja ke luar daerah, mereka berubah menjadi begitu tega dan jahat kepada Bawang Putih.

Suatu hari Bawang Merah dan Ibunya menyuruh Bawang Putih untuk mencuci baju kotor di sungai. Karena terlalu banyak baju kotor yang Bawang Putih cuci, tanpa disadarinya ada baju yang hanyut.

Ibu sangat marah sekali pada Bawang Putih, dia mencari baju yang sangat disukainya di dalam lemari namun tidak ada. Ibu pun Menyuruh Bawang Putih untuk kembali ke sungai dan mencari bajunya itu sampai dapat.

Bawang Putih berusaha mencari baju yang hanyut, dia menyusuri tepian sungai. Sampai Bawang Putih bertemu dengan seorang nenek, dia pun bertanya kepada nenek itu.

“Nek, lihat kain saya yang hanyut di sungai tidak?” Tanya Bawang Putih.

“Tidak nak, bajumu nenek ganti dengan labu saja”. Jawab sang nenek.

“Terimakasih nek”. Sahut Bawang Putih.

“Putih labu mana yang akan kamu pilih, yang besar atau yang kecil?”. Tanya sang nenek.

“Labu yang kecil saja nek”. Jawab Bawang Putih

“Putih, labu ini di belah di rumah ya!”. Kata sang nenek.

Bawang Putih menerima sebuah labu dari nenek, dan membawa pulang. Setiba di rumah Bawang Putih menyerahkan labu kepada Ibunya. Ibu segera membelah labu itu. Ternyata isinya emas dan permata. Keberuntungan Bawang Putih membuat iri Bawang Merah, dia juga ingin mendapat emas permata. Ia pergi ke sungai menghanyutkan kain dan pura – pura mencarinya. Bawang Merah pun bertemu dengan sang nenek itu juga.

“Merah, pilih labu yang mana? yang besar atau yang kecil?”. Tanya sang nenek.

“Saya pilih yang besar nek”. Jawab Bawang Merah.

Setelah menerima labu, Bawang merah segera pulang. Setiba di rumah Bawang Merah dan ibunya segera membelah labu itu. Ternyata isinya ular, kalajengking, dan kelabang. Karena kejahatan selama ini, Bawang Merah dan Ibunya digigit binatang yang ada dari labu itu.

Dengan sabar Bawaang Putih merawah Bawang Merah dan Ibunya yang terbaring sakit akibat gigitan binatang yang ada di dalam labu tersebut. Bawang Merah dan Ibunya kemudian meminta maaf kepada Bawang Putih. Setelah dimaafkan oleh Bawang Putih, Ibu dan Bawang Merah sembuh. Mereka bahagia sekali dan mereka berjanji tidak akan jahat lagi kepada Bawang Putih.


Contoh Cerpen Bawang Merah dan Bawang Putih - Demikian Contoh Cerpen Bawang Merah dan Bawang Putih. Kunjungi terus blog ini yang berisi dengan banyak cerita rakyat dari seluruh penjuru negeri, seperti malin kundang, timun emas, Si pahit lidah, dan masih banyak lagi. Cerita dari luar negeri yang telah di translate ada juga loh. hehehe. Terimakasih telah membaca. Semoga dapat memberikan suri teladan yang baik bagi para pembaca.