Contoh Cerpen Pendidikan bagi Siswa SMP

Contoh Cerpen Pendidikan bagi Siswa SMP - Seberapa sering kalian membaca cerpen? Apa yang menarik dari sebuah cerpen? Pastilah beragam hal yang membuat cerpen menarik bagi pembacanya.
Cerita pendek sering kali di baca sebagai hiburan dan pengisi waktu luang karena isinya tidak terlalu panjang sehingg ahbis dibaca sekali duduk. Selain itu juga, pembaca bisa memperoleh nilai – nilai tertentu yang berguna bagi kehidupan.

Contoh Cerpen Pendidikan bagi Siswa SMP
Google Image - Contoh Cerpen Pendidikan bagi Siswa SMP
Berikut ini akan penulis sajikan cerpen menarik dengan judul “Pengendalian Diri dalam Pergaulan".

Contoh Cerpen Pendidikan bagi Siswa SMP



Pengendalian Diri dalam Pergaulan

Riko dan beberapa orang teman sekelasnya merencanakan pergi ke musium Bandar Lampung. Selain jalan – jalan, mereka juga akan mencatat nama – nama benda bersejarah yang ada di musium untuk menyelesaikan tugas pelajaran sejarah. Mereka akan pergi ke musium pada hari Minggu. Karena jaraknya jauh, mereka akan pergi dengan menggunakan bus.

Sehari sebelumnya, mereka telah membicarakan rencana itu dalam pertemuan. Mereka telah menyetujui rencana kunjungan dan akan berangkat bersama – sama dari sekolah pukul 08:00 WIB.
Pada hari minggu pagi, sebelum pukul 08:00 WIB, mereka telah tiba di sekolah. Di antara mereka hanya Danang yang belum datang. Tidak lama kemudian bus yang akan mereka naiki pun sudah datang. Setelah mereka menunggu beberapa saat, Joko berkata kepada teman – temannya.

“Teman – teman, jika 5 menit lagi Danang belum juga datang, kita tinggalkan saja,” kata Joko kepada teman – temannya. Joko datang paling awal, sekitar pukul 07:00 WIB.
Budi menanggapinya. “Saya setuju karena saya datang setelah Joko, lama sekali rasanya menunggu Danang. Lebih baik kita tinggalkan saja.”

Di antara mereka ada yang setuju, ada juga yang tidak setuju. Riko termasuk orang yang tidak setuju terhadap ajakan Joko dan Budi.

Riko berkata “teman – teman. Saya bukanya tidak menghargai ajakan Joko dan Budi, tetapi kita harus memegang janji yang telah kita sepakati bersama. Kita kemarin sudah sepakat untuk berangkat pikul 08:00 WIB. Kita harus sabar menunggu Ddanang sampai pukul 08:00 WIB. Siapa tahu sebentar lagi dia datang. Mari kita tunggu 15 menit lagi. Sambil menunggu Danang, kita sebaiknya memeriksa perlengkapan yang kita bawa. Apakah semua perbekalan telah kita siapkan.”

Joko berkata, “Saya lupa membawa minuman dan makanan kecil. Tadi pagi saya terburu – buru berangkat.”

Ternayata teman – teman yang lain pun ada yang tidak membawa makanan kecil dan minuman, kecuali alat tulis. Hanya Riko dan tiga orang temannya yang membawa makanan dan minuman.

Pada saat mereka memeriksa perlengkapan, Danang datang. Ia datang diantar ayahnya dengan membawa makanan yang cukup banyak,
“Teman – teman, maaf saya datang agak terlambat. Saya tadi mampirke rumah Nenek dulu untuk mengambil makanan kecil. Mudah – mudahan makanan ini cukup untuk kita semua,” kata Danang kepada teman – temannya.

“Wah, kebetulan!” seru teman – temannya sambil bersorak gembira.
“Alhamdulillah kamu membawa banyak makanan nang, soalnya banyak teman kita yang lupa tidak membawa minuman dan makanan kecil”, kata Riko.

Setelah berkumpul semua mereka berangkat ke musium tepat pada pukul 08:00 WIB. Tidak ada seorang pun yang tertinggal. Semua berangkat bersama – sama. Joko dan Budi akhirnya menyadari kesalahannya. Mereka merasa terlalu memikirkan diri sendiri. Joko dan Budi segera meminta maaf kepada Danang. Dengan rendah hati danang memaafkan mereka.

Itulah wujud pergaulan yang baik. Saling memaafkan jika terjadi kesalahan. Mereka ingat nasihat Pak Guru. Pak Guru pernah berkata bahwa kita bersama – sama dengan keluarga dan orang lain hidup dalam masyarakat. Kita harus bisa mengendalikan diri dalam pergaulan dengan orang lain. Harus sabar dalam menghadapi masalah, jangan cepat marah, atau tersinggung. Berani mengakui kesalahan, berani meminta maaf, dan mau memaafkan orang lain.

Setelah berkeliling di musium, mereka merasa lelah dan lapar. Mereka sepakat untuk beristirahat sambil minum dan makan makanan kecil yang mereka bawa. Mereka makan bersama.

Ternyata Joko merasa sangat lapar sehingga begitu cepat ia makan. Dalam waktu singkat ia telah menghabiskan tiga potong kue, padahal teman – teman lainnya baru menghabiskan satu potong. Ketika melihat sikap Joko, Riko mengingatkan.

“Kalau makan jangan terburu – buru Joko!”
Joko tidak menghiraukan kata – kata Riko. Bahkan, ketika kue tinggal satu potong, ia mempercepat makannya dan menyambar satu potong kue lagi tanpa memperhatikan teman yang lain.

Setelah makan habis Joko baru ingat bahwa makanan itu Danang bawa untuk di makan bersama, karena merasa sangat bersalah telah menghabiskan makanan itu Joko kembali meminta maaf kepada teman – temannya. Dan teman – temanya pun memaafkan kesalahn Joko dan memakluminya.

Contoh Cerpen Pendidikan bagi Siswa SMP - Demikian cerpen menarik yang dapat penulis sajikan. Terimakasih. Semoga cerpen dengan judul Pengendalian Diri dalam Pergaulan bermanfaat bagi para pembaca.