Contoh Majas Sinekdoke (Pars pro toto dan totem pro parte)

Contoh Majas Sinekdoke (Pars pro toto dan totem pro parte) -  Bertemu lagi dengan pembahasan kita yaitu majas. Semoga sahabat – sahabat semua tidak bosan – bosan dalam membaca. Karena membaca merupakan cara kita untuk menangkap ilmu yang kita sukai. Banyak orang yang bisa segalanya karena mereka tidak pernah malas untuk belajar. Belajar tidak selalu harus dari buku, dan materi – materi pembelajaran nya pun tidak harus pelajaran sekolah, melainkan semua harus kita pelajari agar kita bisa menguasai segalanya. Nah salah satunya yaitu belajar dari internet dengan mengunjungi blog ini InsyaAllah ada yang didapat setelah mengunjungi blog kita tercinta ini. Karena apa, perkembangan jaman haruslah diikuti dengan sikap yang positif tentunya, jangan pernah memakai internet hanya untuk hal – hal negatif saja. Karena banyak sekali hal – hal positif yang bisa kita ambil dari internet.
Contoh Majas Sinekdoke (Pars pro toto dan totem pro parte)
Google Image - Contoh Majas Sinekdoke (Pars pro toto dan totem pro parte)

Nah, kali ini kita akan membahas tentang majas sinekdok. Apasih sebenarnya majas sinekdok? Dan tergolong kemana majas sinekdok ini. Agar kalian tidak bertanya – tanya lagi, maka akan kita bahas secara tuntas majas sinekdok di sini. Ayo kita simak penjelesannya berikut ini.

Contoh Majas Sinekdoke (Pars pro toto dan totem pro parte)


Pengertian Majas Sinekdok

Majas Sinekdok merupakan majas yang tergolong ke dalam majas perumpamaan dan pertautan. Bila di lihat dari bentuk kalimatnya, Majas Sinekdok tergolong kedalam majas  perbandingan. Sedangkan bila dilihat dari penyampaian maknanya, majas ini tergolong kedalam majas pertautan. Majas Sinekdok ini di bedakan menjadi dua yaitu: Pars Pro Toto dan Pars Pro Parte. Untuk lebih jelasnya mari kita simak penjelasannya berikut ini.


Pengertian Majas Sinekdok Pars Pro Toto

Majas ini merupakan majas yang menggunakan kata ungkapan kecil yang sesungguhnya ungkapan tersebut menjelaskan keseluruhan dari objek yang kita maksud. Seperti: “Kemana toni hari ini,kok saya tidak melihat batang hidungnya”. Nah, jelas bukan bahwa batang hidung yang terdapat dalam kalimat tersebut merupakan ungkapan yang sederhana untuk menjelaskan keseluruhan dari si toni.

Jika belum jelas, mari simak contoh – contoh berikut ini:

“Kemana tangan kananku ini, seharian tidak berada dirumah”.

“Lebih baik kau angkat kaki dari rumahku ini sebelum kupanggilkan polisi”.

Buah hati ku tidak akan kubiarkan merasakan kesulitan”.

“Kau terlihat sempurna, dari ujung kuku hingga ujung rambutmu tidak ada yang cacat”.

“Si hidung belang itu mulai menggoda wanita kampung ini lagi”.

“Tidakkah si mata keranjang itu merasakan akibat yang telah timbulkan sendiri”.

Senyummu menggambarkan bidadari yang sedang merasakan kebahagiaan”.

“Untuk melancarkan acara ini, perkepala dikenakan biaya RP. 100.000”.

Hatimu buta karena keserakahanmu sendiri”.

Bendera merah putih berhasilkan dikibarkan digunung everest oleh pendaki”.

“Lagu yang kau mainkan sangat menghibur telinga tamu undangan yang hadir”.

“Siapkan secarik kertas dan pena ya, hari ini ibu mau mengadakan ujian”.

“Meski telah diusir berkali – kali dari rumahnya, deri masih saja menginjakkan kakinya kerumah demi melihat ibunya yang  sedang sakit”.


Itu adalah contoh – contoh dari Majas Sinekdok Pars Pro Toto. Selanjutnya saya akan menjelaskan tentang majas selanjutnya yaitu:

Pengertian Majas Sinekdok Pars Pro Parte

Majas ini merupakan kebalikan dari Majas Sinekdok Pars Pro Toto yaitu mengungkapkan keseluruhan untuk mewakili sebagian dari suatu bagian. Misal: “gunung everest telah ditaklukkan oleh indonesia dengan  mengibarkan bendera merah putih dipuncaknya.”

Untuk lebih jelasnya mari pahami contoh – contoh berikut ini:

Indonesia terkenal akan ke – eksotisan pantainya sehingga para tourist banyak yang mengunjunginya”.

Televisi merupakan alat yang bisa digunakan untuk belajar, namun pada jaman sekarang siaran TV tidak sehat, sehingga dapat merusak anak bangsa”.

“Perhelatan D’Academy merupakan kegiatan positif yang dapat menimbulkan semangat bagi mereka yang memiliki kemampuan bernyanyi dangdut”.

Semangatku yang berkobar ini akan pastikan takkan pernah padam demi berjuang mendapatkanmu”.

Batu akik yang dahulu hanyalah benda yang tak memiliki arti, sekarang menjadi benda yang di sembah oleh kaum pria dan wanita karena keindahannya dan nilai materialnya yang fantastis”.

Burung garuda merupakan ikon kebanggaan indonesia yang takkan pernah tergantikan”.

“Samsung saat ini sedang berada dipuncak pemasaran, namun Nokia masih berada dihati masyarakat”.

Dunia ini hanyalah sementara yang dijadikan tempat manusia mengais rezeki dan pahala sebanyak – banyaknya untuk kehidupan yang lebih kekal”.


Contoh Majas Sinekdoke (Pars pro toto dan totem pro parte) - Itulah yang dapat saya sampaikan dipertemuan kita kali ini, semoga ini bisa membantu kalian semua dalam menimba ilmu. Ingat yang telah saya katakan bahwa sesungguhnya belajar bukanlah untuk mengisi waktu luang. Jadikanlah belajar menjadi suatu kebutuhan meski dalam pelaksanaannya kita membutuhkan waktu luang. Maaf apabila terdapat kesalahan dalam penulisan, kita masih sama – sama belajar. Terimakasih.