Kaidah - Kaidah dan Cara Penggabungan Kalimat beserta Contohnya

Kaidah - Kaidah dan Cara Penggabungan Kalimat beserta Contohnya - Dalam post kali ini,  saya akan membagikan kepada sahabat-sahabat semua tentang bagaimana menulis kalimat yang benar, kaidah-kaidah penulisannya, serta penulisan kalimat yang efektif beserta contoh-contohnya. Bagi kita, menulis itu adalah ungkapan hati yang disalurkan melalui tulisan. Jadi setiap kata yang akan menjadi kalimat haruslah benar dan tidak rancu dalam arti makna yang dihasilkan dari tulisan kita membingungkan bagi membacanya. Untuk itu saya akan memberikan beberapa penjelasan tentang penulisan kalimat-kalimat yang baik dan benar. Langsung saja kita mulai pembahasannya.

Kaidah - Kaidah dan Cara Penggabungan Kalimat beserta Contohnya
Google Image - Kaidah - Kaidah dan Cara Penggabungan Kalimat beserta Contohnya


Pengertian Kalimat merupakan sekumpulan atau serangkaian kata yang menghasilkan arti dan makna bagi pembacanya. Sederhananya dalam satu kalimat minimal terdapat Subyek, Obyek, Predikat, dan sebagai pelengkapnya adalah kata penjelas. Namun kaidah penulisan yang baik dan benar, kita haruslah memperhatikan yang namanya kalimat baku. Jadi untuk menulis kalimat yang baik dan benar haruslah baku. Bagaimana sih ciri-ciri kalimat baku? Menurut (susilo) ciri-ciri kalimat baku yaitu gramatikal, bebas dari unsur mubazir, bebas dari kontaminasi, interferensi, masuk akal, dan yang paling penting yaitu sesuai dengan EYD.

Kaidah - Kaidah dan Cara Penggabungan Kalimat beserta Contohnya


A. Kalimat Gramatikal

Kalimat gramatikal merupakan kalimat yang mengandung setidaknya subyek dan predikat. Seperti yang telah saya jelaskan diatas. Namun dalam bahasa indonesia penulisan kalimat tidak memiliki obyek dan keterangan pun tidak masalah. Itu artinya yang terpenting adalah gramatikal yaitu yang mengandung subyek dan predikat. Kalimat yang memiliki Subyek tanpa predikat tidak akan bermakna begitu juga sebaliknya, predikat tidak akan bermakna tanpa subyek. Contoh:

Saya membeli buku bahasa indonesia di Toko Buku.
   S P O K

Jika predikat hilang maka kalimat diatas tidak akan bermakna begitu juga jika subyek nya dihilangkan.Jadi dalam penulisan kalimat, haruslah sesuai dengan gramatikal. Bukan Cuma itu, dalam penulisan kalimat juga harus terhindar dari unsur mubazir.

B. Kalimat mubazir

Maksudnya adalah penggunaan kata dalam suatu kalimat terdapat makna yang sama diantara keduanya. Contohnya sejak dari, agar supaya, mulai dari, amat sangat dll. Kata-kata seperti itulah yang membuat kalimat terkesan mubazir sehingga kalimat menjadi tidak baku. Seharusnya pilih salah satu dari kata diatas misal, sejak atau dari saja, jangan keduanya dipakai dalam satu kalimat. 

Contoh:
mubazir: taman kota itu amat sangat indah dipandang.
Tidak mubazir: taman kota itu amat indah dipandang atau taman kota itu sangat indah dipandang.

C. Kalimat Kontaminasi

Kalimat yang kontaminasi adalah kalimat yang rancu. Kalimat rancu menyebabkan kalimat tersebut tidak efektif atau tidak baku. Kerancuan dibedakan menjadi 3 macam:

1. Kerancuan dalam kata: maksudnya yaitu satu kata namun ada 2 makna didalamnya. Misal dipelajarkan, jika kita fikir makna dari kata-kata disamping adalah dipelajari dan diajarkan. Ada dua makna dalam satu kata itu menunjukan kata tersebut rancu. Itulah yang membuat kalimat menjadi tidak efektif.

2. Kerancun dalam frasa: frasa merupakan gabungan dari dua atau leih kata. Contoh berjuta kali saya peringatkan. Kalimat disamping terdiri dari 3 frasa yaitu berjuta kali, saya, peringatkan. Pada kata berjuta kali terdapat kerancuan karena maknanya bisa berjuta-juta dan berkali-kali. Dalam bahasa indonesia kalimat tersebut merupakan kalimat yang rancu.

3. Kerancuan dalam kalimat: kerancuan dalam kalimat dapat dilihat dari contoh berikut, toni dilarang tidak dianjurkan main setiap hari. Dalam kalimat tersebut membingungkan pembacanya antara dianjurkan atau tidak dianjurkan.


D. Sesuai dengan EYD

Satu lagi syarat agar suatu kalimat menjadi kalimat yang baku yaitu sesuai dengan EYD. Agar kalimat kita sesuai dengan EYD(ejaan yang disempurnakan) maka kalimat yang kita buat harus memenuhi unsur-unsur berikut:

Tata penulisan (ejaan) yang meliputi:
Penulisan huruf
- Penulisan huruf miring dan huruf kapital
- Penulisan huruf miring biasanya digunakan untuk menuliskan bahasa asing, judul buku dll.
- Sedangkan kapital digunakan untuk penulisan nama, daerah, kata awal dll.

Penulisan kata
- Meliputi penulisan tanda baca yaitu tanda titik, koma, tanda tanya, dan seru.
- Tata pembentukan kata

Dalam penulisan karya ilmiah sangat dituntut untuk baik dan benar. Untuk penulisan yang baik dan benar haruslah memperhatikan kata-kata yang akan kita tulis. Dalam bahasa indonesia pembentukan kata meliputi imbuhan, kata ulang, dan penggabungan kata dasar.

Tata pilihan kata
Inipun menjadi hal yang terpenting dalam penulisan kalimat karya tulis ilmiah. Pilihan kata yang baik dan benar akan menghasilkan kalimat yang baku. Pemilihan kata meliputi:

Ketepatan
Hal ini berkaitan dengan tepat atau tidaknya kita memilih suatu kata yang akan kita pilih untuk kalimat yang kita buat dalam suatu karya agar gagasan yang kita ungkapkan dapat diterima oleh pembacanya.

Kecermatan
Berkaitan dengan kemampuan kita dalam memilih kata yang baik dan benar untuk mengungkapkan gagasan-gagasan tertentu.

Keserasian
Berkaitan dengan kemampuan kita untuk merangkai kata agar kalimat yang kita hasilkan tidaklah rancu.

Tata penulisan kalimat efektif

Kriteria dari kalimat yang efektif adalah:
Unsur-unsurnya lengkap Meliputi tanda baca, dll
Isinya jelas, Dapat disampaikan untuk pembacanya dengan jelas.
Pemilihan katanya jelas
Variatif
Bentuk dan maknanya sejajar

Kaidah - Kaidah dan Cara Penggabungan Kalimat beserta Contohnya - Untuk pertemuan kali ini saya hanya bisa memberikan materi berikut. Namun saya akan lebih banyak lagi memberikan materi-materi yang baru bagi sahabat-sahabat semua. Saya rasa cukup sekian yang dapat saya sampaikan. Apabila ada kesalahan mohon kritik dan saran. Semoga bermanfaat bagi kalian semua yang telah membacanya dan terimakasih.