Pemahaman Detail Mengenai Pergeseran Makna Beserta Contohnya

Pemahaman Detail Mengenai Pergeseran Makna Beserta Contohnya - Baik lah temen-temen semua yang setia buat mantengin blog ini sekarang pokok bahasan kita yaitu tentang  “Pemahaman Detail Mengenai Pergeseran Makna Beserta Contohnya” mungkin buat kalian masih ada yang bingung tentang pergeseran makna baiklah kami akan menjelaskan apa itu pergeseran makna. Pergeseran makna yaitu kata-kata yang berubah arti baik menjadi arti yang baru atau sebagainya.

Pemahaman Detail Mengenai Pergeseran Makna Beserta Contohnya
Google Image - Pemahaman Detail Mengenai Pergeseran Makna Beserta Contohnya


Pergeseran makna itu biasanya di pengaruhi oleh beberapa faktor seperti: perkembangan zaman, faktor kebetulan, faktor tabu, dan faktor polysemy.

Kata – kata yang mengalami pergeseran makna mengalami perluasan (Generalisasi), memburuk (Peyorasi), menyempit (Spesialisasi), membaik (Ameliorasi) pertukaran makna (Sinestesia).Nah, temen-temen ini merupakan pembahasan lengkap tentang Pemahaman Detail Mengenai Pergeseran Makna Beserta Contohnya.


Pemahaman Detail Mengenai Pergeseran Makna Beserta Contohnya


Nah, temen-temen berikut ini adalah pembahasan lengkap jenis – jenis pergeseran makna dalam bahasa Indonesia.

Jenis – Jenis Pergeseran Makna
Makna dari setiap kata yang mengalami pergeseran makna akan mengalami perluasan, memburuk, penyempitan, membaik, persamaan makna dan pertukaran. Baiklah kita akan bahas satu persatu !

1. Meluas (Generalisasi)

Kata – kata yang mengalami perluasan maka akan memiliki makna yang lebih luas bila dibandingkan dengan makna sebelumnya. Kata yang mengalami perluasan seperti:

Jurusan
Kata jurusan mengalami pergeseran sebuah makna menjadi lebih luas lagi. Sekarang ini makna jurusan tidak hanya berupa arah atau tujuan yang ingin dituju, tetapi memiliki makna spesialisasi bidang dalam pendidikan.

Contoh:

  • Sebelum : Aku mencari bus trans jurusan Rajabasa – Teluk.
  • Meluas : Aku saat ini sedang kuliah di perguruan tinggi Politeknik Negeri Lampung, jurusan ekonomi dan bisnis.

Berlayar
Kata berlayar mengalami perluasan arti. Sekarang ini arti kata berlayar tidak hanya berarti melaut saja dengan menggunakan perahu layar, namun berarti sesuatu kegiatan yang berarti menjelajah.

Contoh:

  • Sebelum: Kakekku pergi berlayar di Samudera Atlantik dengan sebuah perahu yang canggih.
  • Meluas: Sudah tiga jam Shandy berlayar di Internet tetapi tidak mendapatkan apapun.


Kata – kata lain yang mengalami perluasan makna di antaranya adalah bapak, papan, sudara, tubuh,  putra/putri, ibu, dan pemuda-pemudi.



2. Menyempit (Spesialisasi)


Kata yang  telah mengalami spesialisasi akan memiliki sebuah makna yang lebih sempit dari makna asalnya. Kata – kata yang mengalami sebuah spesialisasi contohnya adalah.
Guru
Kata guru yang awalnya memiliki makna yang luas contohnya setiap orang yang memberikan sebuah ilmu, kini menyempit. Hanya terbatas pada orang yang memberi ilmu di sekolahan saja.

Contoh

  • Sebelum: Ayahku Rohmat adalah guru dalam hidupku.
  • Menyempit: Guru fisikaku mengajarkanku bagaimana cara menghitung gelombang transfersal.

Sarjana
Kata sarjana yang tadinya diperolehkan untuk semua orang yang pandai, namun saat ini kata sarjana hanya dipergunakan untuk orang – orang yang sudah lulus dari universitas atau perguruan tinggi.

Contoh

  • Sebelum: Masalah yang terjadi di desa ini sepertinya hanya bisa di selesaikan oleh sarjana.
  • Menyempit: Setelah lulus dari Perguruan Tinggi, Toni diberi gelar Sarjana Pertanian.

Pembantu
Sebuah kata pembantu pada awalanya diperuntukan untuk setiap orang baik yang membantu sesama, tetapi saat ini diperuntukan untuk orang yang sedang bekerja sebagai pembantu orang lain.

Contoh

  • Sebelum: Kukuh adalah pembantu yang baik.
  • Memburuk: Dimas telah bekerja sebagai seorang pembantu di rumah Pak Toni selama 2 tahun.

Kata – kata lain yang telah mengalami penyempitan makna antara lain adalah pelayan, pendeta.

3. Memburuk (Peyorasi)

Kata yang telah mengalami peyorasi akan memiliki sebuah makna yang lebih buruk bila dibandingkan dengan makna sebelumnya. Kata – kata yang telah mengalami peyorasi antara lain adalah:

Istri
Sebuah kata istri mengalami peyorasi menjadi bini.

Contoh

  • Sebelum: Bowo harus banting tulang bekerja keras demi anak – istrinya.
  • Memburuk: Bowo harus banting tulang bekerja keras demi anak bininya.

Bayi
Sebuah kata bayi mengalami peyorasi menjadi orok.

Contoh

  • Sebelum: Saat dia masih bayi, ibunya telah meninggalkan dirinya.
  • Memburuk: Saat dia masih orok, ibunya telah meninggalkan dirinya.

Kata – kata lain yang telah mengalami peyorasi antara lain: meninggal menjadi mati,  menurunkan menjadi melengserkan, pramuniaga menjadi  pelayan toko dan lain – lain.

4. Membaik (Ameliorasi)


Kata yang telah mengalami sebuah ameliorasi kini memiliki makna yang lebih baik dan lebih sopan dari makna sebelumnya. Kata – kata yang mengalami ameliorasi, seperti:

Buta

Sebuah kata buta mengalami ameliorasi kini menjadi tuna netra.

Contoh

  • Sebelum: Orang buta itu berjalan menggunakan tongkat kayu.
  • Membaik: Tuna netra itu berjalan menggunakan tongkat kayu.

Gelandangan
Sebuah kata gelandangan kini mengalami ameliorasi menjadi tuna wisma.

Contoh

  • Sebelum: Satpol PP menjaring beberapa gelandangan di area pusat keramaian.
  • Membaik: Satpol PP menjaring beberapa tuna wisma di area pusat keramaian.

Kata – kata yang telah mengalami ameliorasi antara lain adalah bisu menjadi tuna wicara, bui menjadi penjara dan lain sebagainya.

5. Sinsetesia (Pertukaran Makna)

Kata – kata yang telah mengalami sinestesia kini mengalami pertukaran makna menjadi konteks alat indera sebagai sebuah penerimanya. contohnya sebuah kata yang seharusnya dipergunakan untuk kata telinga mengalami sinestesia menajdi bisa diterima dengan indera perasa. kata – kata yang telah mengalami sinetesia contohnya:
Enak
Sebuah kata enak mengalami sinetesia menjadi bukan hanya bisa diterima indrera perasa namun juga dapat dapat diterima indera pendengaran.

Contoh

  • Sebelum: Suara Lilis sangat merdu sekali di telinga.
  • Sinestesia: Suara Lilis sangat enak sekali di telinga.

Manis
Sebuah kata manis juga telah mengalami sinestesia dan juga bisa dinikmati melalui indera penglihatan.

Contoh

  • Sebelum: Perempuan itu sangat cantik sekali.
  • Sinestesia: perampuan itu sangat manis sekali.


6. Asosiasi (Persamaan Kata)



Kata yang telah mengalami pergeseran sebuah makna asosiasi mengalami makna yang luas dikarenakan memiliki persamaan sifat dengan makna lainnya. Contohnya:


Kursi
Sebuah kata kursi telah mengalami asosiasi tidak hanya digunakan untuk merujuk pada tempat duduk, tetapi kini juga merujuk pada jabatan.

Contoh

  • Sebelum: Kini banyak orang yang berlomba – lomba memperebutkan sebuah jabatan menteri.
  • Asosiasi: Kini banyak orang yang berlomba – lomba memperebutkan sebuah kursi menteri.


Pemahaman Detail Mengenai Pergeseran Makna Beserta Contohnya - Nah, tadi merupakan penjelasannya ya,, semoga kalian kini sudah bisa memahami tantang pemahaman detail tentang pergeseran makna ya,, karena di sekolah saya yakin kalian akan menjumpai materi ini semoga blog ini bisa membantu kalian agar lebih mudah untuk memahaminya. Nah, tadi itu merupakan penjelasannya ya,, jangan lupa untuk terus pantengin blog ini ya karena kalian akan menemukan hal-hal menarik seputar dunia pendidikan oke terima kasih.