Pengertian Legenda, Jenis - jenisnya, Serta Contoh Legenda Tentang Malin Kundang

Pengertian Legenda, Jenis - jenisnya, Serta Contoh Legenda Tentang Malin Kundang - Jaman sekarang merupakan jaman yang sedang di ambang batas. Banyak sekali keanehan – keanehan yang terjadi di berbagai tempat. Salah satunya di daerah Padang, Sumatera Barat. Di daerah ini terdapat patung yang konon katanya mirip seperti manusia yang sedang sujud. Mengenai kebenarannya saya tidak mengetahuinya dengan pasti, namun kisah nya dapat kita teliti apakah kejadian itu benar atau tidak.

Pada malam hari ini, saya akan memberikan kalian semua hiburan sekaligus renungan bagi kita semua. Materi yang akan saya berikan adalah Legenda Cerita Rakyat Malin Kundang. Namun sebelum kita masuk pada tema pembicaraan kita, saya akan menjelaskan sedikit tentang apa yang dimaksud dengan legenda.
Pengertian Legenda, Jenis - jenisnya, Serta Contoh Legenda Tentang Malin Kundang
Google Image - Pengertian Legenda, Jenis - jenisnya, Serta Contoh Legenda Tentang Malin Kundang

Sahabat –sahabat semua pasti sudah banyak yang mengetahui tentang cerita rakyat malin kundang ini. Numun tidak sedikit juga yang baru mengetahuinya. Nah, saya merasa tertarik untuk membahas tentang cerita rakyat yang satu ini. Karena menurut saya, makna yang ingin disampaikan oleh cerita ini sangatlah menarik dan bisa membuat kita merenung sejenak. Agar kalian tidak banyak bertanya lagi, langsung saja kita mulai pembahasan kita.

Pengertian Legenda, Jenis - jenisnya, Serta Contoh Legenda Tentang Malin Kundang


Pengertian Legenda


Legenda adalah suatu cerita rakyat di mana ceritanya dianggap benar – benar terjadi oleh sang pencetus pertama dari cerita tersebut. Dalam perjalanannya legenda sering sekali dikaitkan dengan sebuah sejarah. Cerita rakyat yang satu ini sering mengalami perubahan. Karena tidak ada yang tau pasti kejadiannya.

Macam – macam Legenda


1. Legenda yang Berisi Tentang Keagamaan

Legenda ini merupakan cerita rakyat yang erat kaitannya dengan ilmu keagamaan. Seperti yang telah kita ketahui bahwa islam disebarkan oleh walisongo di daerah jawa. Nah, apabila kisahnya diangkat dalam sebuah cerita, maka cerita tersebut masuk kedalam Legenda Keagamaan. 

2. Legenda yang Berisi Tentang Alam Ghaib

Sesuai dengan namanya, legenda ini merupakan cerita yang dianggap benar – benar terjadi dimana kisah yang diangkat adalah berupa cerita yang berhubungan dengan makhluk halus, kejadian aneh, gejala – gejala alam yang bersifat ghaib. Semisal di pantai selatan yang sangat terkenal cerita rakyatnya tentang Nyi Roro Kidul. Kisah ini merupakan salah satu contoh dari Legenda Alam Ghaib.

3. Legenda Perseorangan

Legenda ini merupakan jenis Legenda yang ceritanya hanya berhubungan dengan seseorang saja. Tidak berhubungan dengan tempat, atau kejadian – kejadian yang telah saya jelaskan sebelumnya. Contoh dari cerita ini adalah panji yang berasal dari Jawa Timur. Di dalam cerita ini, menjelaskan tentang panji yang memiliki istri dimana istri dari panji selalu berubah menjadi orang lain. Nah, cerita ini termasuk kedalam Legenda Perseorangan.

4. Legenda Setempat

Legenda Setempat merupakan legenda yang berhubungan erat dengan suatu tempat, nama tempat, dan topografi yaitu bentuk – bentuk dari tempat itu semisal berlembah – lembah, gunung – gunung dll. Contoh dari legenda ini adalah danau toba. Toba merupakan suatu tempat yang terdapat di Sumatera Utara. 

Nah, ini tadi merupakan penjelasan tentang legenda. Mulai dari pengertian, hingga jenis – jenisnya. Apakah kalian masih bingung dengan apa yang dimaksud dengan legenda? Saya rasa tidak, karena sudah kita bahas tuntas tentang legenda. Namun bila ada yang kurang jelas, seperti yang saya katakan diawal, saya akan memberikan contoh yang akan membuat kita introspeksi diri. Berikut adalah ceritanya.



Cerita Rakyat Malin Kundang Si Anak Durhaka

Pada jaman dahulu, hiduplah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak. Mereka tinggal di pesisir bagian Sumatera. Kehidupan mereka sangatlah memperihatinkan. Mereka tinggal di gubuk yang sangat tidak layak. Bahkan, apabila ada angin yang menerpa gubuk mereka, serasa akan roboh tertiup angin pantai yang kencang. 

Nama anak tersebut adalah Malin Kundang. Dia sebenarnya anak yang tampan, namun karena ia tinggal di daerah yang kumuh, jadi ketampanannya sekejap hilang. Selain tampan, ia juga cerdas dan tangkas. Namun nasibnya sedikit kurang beruntung dibanding dengan anak – anak yang lainnya.

Melihat kehidupan mereka yang sangat malang itu, sang ayah merasa tergugah hatinya untuk merantau agar kelak kehidupan mereka bisa berubah kearah yang lebih baik lagi. Namun, entah kenapa setelah bertahun – tahun ayahnya malin ditunggu kedatangannya, beliau tidak pernah pulang – pulang lagi. Sekarang hanya tinggal mereka berdua saja yang tinggal di gubuk yang reot itu.

Sudah lama ayahnya malin kundang pergi dan tak pulang – pulang. Ibunya malin sudah bisa melupakan ayahnya. Ia bekerja keras, banting tulang demi membasarkan malin seorang diri tanpa mengenal lelah. Apapun ia kerjakan asalkan halal. Hal ini ia lakukan demi malin, demi bisa melanjutkan kehidupan mereka. Perempuan itu sugguh sangat menyayangi si malin kundang.

Bertahun – tahun sudah mereka lewati dengan penuh penderitaan. Susah senang mereka lewati berdua antara anak dan ibu. Si malinpun sudah semakin beranjak dewasa dan bisa membantu ibunya untuk mencari nafkah. Ketampanan seorang malin sudah tidak bisa dipungkiri lagi. Biarpun pakaiannya yang lusuh itu, pesona dari dalam selalu terpancar sehingga ia banyak memikat kaum wanita. Pada suatu hari, datanglah seorang nahkoda yang sangat kaya raya. Dia mengajak malin untuk pergi berlayar dengannya.

Sungguh berat hati ibunya malin untuk melepas anak nya pergi berlayar. Namun yang ia harapkan dari malin adalah malin bisa selalu ingat padanya dan ia selalu mendoakan malin agar sukses dalam menempuh perjalananya bersama nahkoda kaya tersebut.

Pada suatu ketika, saat pertama kali malin berlayar, tiba – tiba kapal yang ia naiki diserang oleh perompak yang sangat kejam. Harta mereka dirampas habis. Nahkoda yang kaya raya itu beserta anak buahnya dibunuh dengan sadis. Kapal mereka di tenggelamkan setelah berhasil merampas habis harta milik nahkoda kaya raya tersebut. Beruntung sekali nasib malin bisa terselamatkan dari bahaya itu. Ia bersembunyi dilubang yang sempit, sehingga para perompak itu tidak mengetahuinya. 

Terbilang lama si malin terkatung – katung ditengah lautan yang luas itu. Sampai akhirnya ia sampai di suatu pulau yang sumber daya alamnya sangat kaya. Pulau ini sangat subur. Serta pelabuhan di desa itu sangat berkembang pesat.

Akhirnya malin kundang di tolong oleh penduduk desa tersebut. Ia perlahan mulai beradaptasi dan mulai bekerja di desa tersebut. Karena ketampanan dan kecerdasan serta pengalaman yang telah ia miliki selama ini, si malin pun tidak susah beradaptasi dan perlahan mulai menjadi saudagar kaya raya. Ia pun menikah dengan seorang putri dari saudagar kaya. Saudagar kaya raya itu memiliki banyak sekali kapal – kapal yang dipergunakan untuk berniaga antar pulau.

Kabar – kabar yang menyebutkan bahwa malin kundang telah sukses sudah sering terdengar oleh ibunya. Ibunya kini tidak semuda yang dulu. Kini ia sudah tua renta. Ia percaya kepada anaknya yang tampan nan perkasa itu akan menjemputnya dan bisa mengajaknya dalam kesuksesan si malin. Oleh karena itu, ibunya malin selalu menunggu di dermaga untuk kedatangan anaknya yang telah sukses itu.

Pada sore hari setelah ibunya menunggu berhari – hari, tiba – tiba datanglah kapal yang sangat megah memasuki dermaga itu. Tiba – tiba keluarlah pria tampan beserta wanita cantik dari dalam kapal itu. Sontak, ibunya malin menyangka kalu yang keluar itu adalah anaknya. Pria tampan dan wanita cantik itu dibalut oleh gaun yang cantik serta perhiasan yang mahal. Namun ibunya malin tetap bisa mengenali sosok anaknya tersebut. Ibunya semakin yakin dengan adanya luka yang ada di tangan pria itu bekas terjatuh dulu.

Ketika saudagar itu turun dengan istri nya, wanita tua renta itu dengan baju yang compang camping langsung memeluk saudagar kaya itu. Namun sungguh diluar dugaan, ternyata si malin tidak mau mengakui bahwa wanita tua yang memeluknya itu adalah ibu yang selama ini membesarkannya. Ia tidak mau mengakui nya karena ia malu dengan isteri nya.

Sungguh sakit perasaan sang ibu, karena anak semata wayangnya yang selama ini ia sayangi ternyata tidak mau mengakui bahwa ia adalah ibunya. Ibu malin pantang menyerah, ia tetap bicara bahwa saudagar kaya itu adalah anaknya. Namun yang terjadi malah simalin marah dan membentak serta mendorong ibunya hingga terjatuh ke tanah.

Akhirnya wanita tua renta itu menyerah, kemudian ia mengangkat tangannya seraya berdoa ”yaallah, jadikanlah kisah ini menjadi pelajaran yang berharga di kemudian hari, jadikanlah anak ini menjadi batu karena ia telah durhaka kepadaku”.

Tak perlu waktu lama, badai petir pun melanda dermaga itu. Malin yang ingin pergi mengajak istrinya itupun terjatuh dari kapalnya. Ia terus menerus meminta ampun pada ibunya. Namun nasi sudah menjadi bubur, akhirnya ia pun menjadi Batu.

Pengertian Legenda, Jenis - jenisnya, Serta Contoh Legenda Tentang Malin Kundang - Nah, ini dia renungan yang pertama kali saya katakan di awal. Sungguh cerita ini sarat dengan pesan moral yang ingin disampaikan. Hormatilah kedua orang tuamu, merekalah yang selama ini berjuang keras mendidik serta merawatmu. Suatu saat kau akan merasakan yang namanya menjadi orang tua bukan. Sekian yang dapat saya sampaikan. Terimakasih telah mengunjungi blog tercinta kita ini.