Penjelasan Unsur Ekstrinsik Cerpen dan Contohnya

Penjelasan Unsur Ekstrinsik Cerpen dan Contohnya - Selain unsur intrinsik, pada cerpen juga terdapat unsur ekstrinsik. Apa yang di maksud dengan unsur ekstrinsik dan apa saja unsur – sunsur ekstrinsik pada cerpen? Unsur – unsur pembentuk cerpen yang berada pada luar cerpen disebut dengan unsur ekstrinsik cerpen.

Penjelasan Unsur Ekstrinsik Cerpen dan Contohnya
Google Image - Penjelasan Unsur Ekstrinsik Cerpen dan Contohnya

Penjelasan Unsur Ekstrinsik Cerpen dan Contohnya


Untuk lebih jelasnya perhatikan penjelasan unsur – unsur ekstrinsik berikut :

1. Latar belakang masyarakat merupakan unsur yang mempengaruhi cerpen faktor – faktor di dalam masyarakat

2. Latar belakang penulis merupakan faktor – faktor dari dalam pengarang itu sendiri yang mempengaruhi penulis dalam menulis cerpen.

3. Nilai – nilai yang terkandung dalam cerpen, diantaranya :

a. Nilai agama adalah hal – hal yang bisa dijadikan  pelajaran yang berkaitan dengan ajaran agama yang terkandung dalam cerpen.

b. Nilai sosial adalah nilai yang bisa dipetik dari interaksi para tokoh yang ada dalam cerpen dengan tokoh lain dan mayarakat sekitar.

c. Nilai moral adalah nilai – nilai yang ada dalam cerita dan berkaitan dengan akhlak atau etika yang berkaitan dengan akhlak atau etika yang ada dalam masyarakat.

d. Nilai budaya adalah nilai – nilai yang berkaitan dengan nilai – nilai kebiasaan, tradisi, adat istiadat yang berlaku.

Berikut ini contoh cerpen yang berdasarkan unsur ekstrinsik.


Persamaan Hak Dan Kewajiban

Setiap hari Damar melaksanakan kewajibannya di rumah, di sekolah, dan dilingkungannya dengan baik. Di rumah Damar rajin membantu orang tuanya. Selain itu juga Damar ialah seorang anak yang tekun dalam beribadah. Di sekolah ia mematuhi tata tertib dan mengikuti pelajaran dengan baik. Di hadapan teman dan lingkungan sekitarnya, ia menghormati hak dan kewajiban orang lain. Damar tidak pernah memaksakan pendapatnya kepada orang lain. Ia selalu emberikan kesempatan kepada temannya untuk belajar dan bekerja.

Damar tidak pernah mengeluh. Ia dengan ikhlas melaksanakan tugasnya di rumah membantu orang tuanya. Ia membiasakan membantu orang tuanya setelah pulang sekolah. Ia rajin belajar dan sekali – kali ia bermain bersama teman – temannya. Damar rajin mencatat materi pelajaran dengan tertib. Karena rajin belajar Damar mendapat nilai yang baik.Kerajinan Damar membawa manfaat untuk dirinya dan juga orang lain. Ia bertambah pandai dan dapat membantu temannya dalam mempelajari pelajaran yang sulit.

Pada suatu hari Damar bertemu dengan temannya yang bernama  Dika kemudian mereka mengobrol.
“ Damar apakah kamu selalu ikut bergotong – royong membersihkan kampung setiap bulan?” tanya Dika.

“Iya jika tidak sakit, saya selalu ikut gorong – royong”, jawab Dika
“Saya rasa gotong – royong itu tidak perlu”, kata Dika.

Damar menjawab “sebagai warga kampung kita harus menjaga kebersihan dan keindahan. Dengan ikut serta bergotong – royong membersihkan lingkungan, seperti membersihkan selokan, jalan, parit, kebun, taman, dan halaman rumah. Kita membantu orang dengan kemampuan kita masing – masing. Kita bekerja dengan penuh kesadaran dan sukarela.”

“Saya mulai paham. Kita memang harus ikut serta dalam menjaga kebersihan kampung. Semua warga harus ikut bergotong -  royong. Selama ini saya kira bahwa kebersihan kampung itu semata – mata tanggung jawab kepala kampung.” Kata Dika.

Pada bulan berikutnya Dika ikut gotong – royong. Ia membersihkan selokan yang kotor. Kertas dan plastik kotor dalam selokan diambilnya dan dibuangnya dalam kotak sampah.

Itulah salah satu kewajiban yang dilakukan Damar sebagai warga kampung. selain itu, Damar juga ikut menjaga ketertiban. Ia berusaha mentaati peratutan yang ada dan menghormati orang – orang tua dan tokoh masyarakat.

Selain sebagai warga sekolah dan warga kampung Damar juga merupakan warga negara yang memiliki hak dan kewajiban antara lain, hak mengeluarkan pendapat dan hak memperoleh pengajaran. Setiap warga negara bebas mmengeluarkan pendapat, baik secara lisan maupun tertulis.

Pada waktu pemilihan ketua kelas, misalnya ia berhak mengusulkan teman yang menurutnya mampu menjadi ketua kelas. Demilian pula apabila ada musyawarah di kelas, setiap siswa berhak mengajukan pendapat atau saran yang baik.

Jika ada teman yang menyampaikan usul, kita tidak boleh memotong pembicaraannya. Hal ini dimaksudkan agar usul tersebut dapat disampaikan dengan tuntas dan jelas. apapun usul yang orang lain sampaikan kita harus hargai. Kita tidak boleh menolaknya. Sebaiknya usul tersebut dibahas terlebih dahulu untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan usul tersebut. Jika bahan – bahan dibahas secara seksama, akan dihasilkan putusan rapat yang baik.

Hak warga negara yang lain adalah memperoleh pengajaran sebagai warga Indonesia, kita berhak untuk bersekolah SD, SMP, dan SMA. Hak tersebut harus dipergunakan dengan sebaik – baiknya agar kita dapat menjadi orang yang pandai dan berbudi luhur. Setiap warga negara memiliki persamaan hak dan kewajiban, baik pria maupun wanita. Oleh karena itu setiap warga negara harus saling menghargai hak dan kewajiban masing – masing.

Unsur Ekstrinsik yang terkandung dalam cerpen:

a. Nilai sosial : Saling mengingatkan untuk menjaga kebersihan dan keindahankampung.

b. Nilai morsl : melaksanakan kewajiban di rumah, di sekolah dan di lingkungan.

c. Nilai budaya : selalu ikut bergotong – royong setiap bulan.

d. Nilai keagamaan : tekun dalam beribadah.

Penjelasan Unsur Ekstrinsik Cerpen dan Contohnya - Demikianlah Penjelasan Unsur Ekstrinsik Cerpen dan Contohnya. Terimakasih sudah membaca artikel ini. Semoga bermanfaat.