Penjelasan Unsur Intrinsik Cerpen dan Contohnya

Penjelasan Unsur Intrinsik Cerpen dan ContohnyaCerpen dalam bahasa indonesia terdiri dari dua unsur, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Namun, pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang unsur intrinsik dalam sebuah cerpen.

Penjelasan Unsur Intrinsik Cerpen dan Contohnya
Google Image - Penjelasan Unsur Intrinsik Cerpen dan Contohnya


Unsur intrinsik cerpen diantaranya meliputi :

1. Tema
Tema merupakan sesuatu yang menjadi pokok masalah atau pokok pikiran pengarang yang ditampilkan dalam karangan. Tema biasanya diambil dari dunia sekitar pengarang, baik yang dialami sendiri maupun oleh orang lain, baik terjadi dalam kehidupan sehari – hari maupun hanya insidental.

2. Alur atau plot
Alur atau plot disebut juga jalan cerita, berupa peristiwa yang disusun saling berkaitan menurut hukum sebab akibat dari permulaan hingga akhir cerita. Dan dia memiliki istilah lainnya yaitu Trap. Secara tradisional plot dirinci menjadi perkenalan, konflik pertama (pertikaian), perumitan, klimaks, peleraian, dan penutup.

3. Latar atau setting
dalam sebuah cerpen latar atau setting yaitu berkenaan dengan tempat, situasi, dan waktu terjadinya peristiwa yang berlangsung atas seseorang pelaku. Latar atau setting berfungsi memperkuat atau mempertegas keyakinan pembaca terhadap jalanya suatu cerita.

4. Penokohan
Penokohan adalah cara pengarang dalam menggambarkan dan mengembangkan karakter tokoh – tokoh dalam cerita. Untuk menggambarkan karakter seorang tokoh, pengarang dapat menggunakan teknik berikut ini :

a. Teknik analitik, karakter tokoh diceritakan secara langsung
b. Teknik dramatik, yaitu karakter tokoh yang dikemukakan melalui :

1) Penggambaran oleh tokoh lain,
2) Pengungkapan jalan pikiran tokoh,
3) Penggambaran tata bahasa tokoh,
4) Penggambaran lingkungan kehidupan tokoh, serta
5) Penggambaran fisik dan perilaku tokoh.

5. Dialog
Dialog atau percakapan adalah ujaran yang dilakukan oleh para tokoh dalam cerita. Dialog mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam cerita, sebab dapat menunjang plot, perwatakan dan latar atau setting. Dialog kadang sebagai sentral dalam cerita. Dialog yang tidak ada hubungannya dengan cerita harus dibuang.

6. Amanat
Amanat atau nilai yang ada dalam sebuah cerpen yaitu berupa pesan atau kesan. Amanat adalah sesuatu yang dapat diambil dari karya sastra setelah kita membacanya. Sesuatu di sini dapat memberikan tambahan pengetahuan, pendidikan, sesuatu yang bermakna dalam hidup yang memberikan penghiburan, kepuasan batun, dan kekayaan batin kita terhadap hidup.

7. Point of view / sudut pandang pengarang
Point of view / sudut pandang pengarang artinya kedudukan pengarang dalam cerita dapat sebagai tokoh utama, pengarang sebagai tokoh bawahan, sebagai pengamat atau sebagai tokoh pembantu. 

8. Gaya bahasa
Gaya bahasa adalah gaya atau teknik kebahasaan yang digunakan pengarang dalam bercerita.
Mari kita simak bersama contoh cerpen dibawah ini!


Beningnya Hati Seorang Ibu

“Gilang, kamu harus meminta maaf kepada ibu. Tekanan darah ibu naik sekarang ini, gara – gara ulah mu,” bentak Edo, kakak kedua Gilang.

“Bisa – bisanya bilang begitu! seandainya saja kakak tidak memulainya, kejadian ini tidak akan terjadi!” sahut Gilang marah.

Akibat kesalahpahaman terjadilah pertengkaran antara Gilang dan Edo sebagai alasan kuat naiknya tekanan darah ibu. Luapan emosi Gilang sudah tak terkendali yang mengakibatkan ada sepatu melayang, yang sebenarnya diarahkan kepada Edo, mengenai kening ibunya.

“Jadi kamu tidak mau minta maaf kepada ibu? kalau tidak mau, aku yang meminta maaf” kata Edo.
“Ya, kak Edo, aku akan meminta maaf kepada ibu,” jawab Gilang dengan nada lirih.

Gilang berjalan menuju kamar ibu, tempat ibu beristirahat karena tekanan darahnya yang naik akibat ulah Gilang yang membolos ketika sekolah. Gilang masuk kamar lalu duduk disamping ibu bermaksud untuk meminta maaf atas kesalahan dan dosanya selama ini.

“Ibu sakit ya bu?” tanya Gilang kepada ibu. “Maafkan Gilang ya bu, Gilang janji tidak akan mengulangi kesalahan itu lagi bu. Gilang tidak sengaja waktu itu gilang datang ke sekolah terlambat jadi pintu gerbang sekolah sudah di tutup lalu galang pergi ke rumah teman karena takut ketahuan ibu dan bapak bahwa Gilang terlambat masuk sekolah.”

“Ibu tidak sakit, hanya sedikit kelelahan saja,” jawab ibu meyakinkan.
“Bu, ibu tensi darahnya naik gara – gara memikirkan Gilang yang bandel ya bu. Maafkan Gilang ya bu!” pinta Gilang dengan penuh penyesalan.

Tanpa disadari air mata ibu menetes di pipi dan mengalir jatuh. Disaat itu keadaan ibu masih terlihat lemas dan pucat. Butiran mutiara keluar dari bola matanya. Ibu menangis. Gilang segera mengusap air mata ibunya.

“Sudahlah bu. Jangan menangis, Gilang tak akan mengulangi kesalahan yang Gilang pernah berbuat. Gilang janji akan menjadi anak yang baik agar tidak mengecewakan orang tua”.

“Ibu sudah periksa ke dokter apa belum bu?” tanya ibu Sumi, seorang tetangga yang sedang membesuk. “Saya punya teman seorang dokter di daerah Metro, Lampung. Siapa tahu ibu sembuh berobat disana.

“Ya, bu. Insyaallah nanti siang kami akan berobat kesana seperti yang disarankan ibu Sumi,” sahut bapak Toni, ayah Gilang. 

Penjelasan Unsur Intrinsik Cerpen dan Contohnya - Sekian mengenai penjelasan unsur intrinsik dalam cerpen beserta contohnya. Terimakasih, semoga tulisan diatas dapat memberikan masukan yang baik untuk teman – teman pembaca.