Contoh Cerpen beserta Rangkaian Peristiwanya

Contoh Cerpen beserta Rangkaian Peristiwanya - Dalam sebuah cerpen terdapat unsur intrinsik yang salah satunya yaitu rangkaian peristiwa. Sudah pahamkah kalian apa yang dimaksud dengan rangkaian peristiwa? Rangkaian peristiwa dalam sebuah cerpen dapat terjalin berdasarkan atas urutan waktu, urutan kejadian, atau hubungan sebab – akibat. Rangkaian peristiwa itu yang membentuk plot atau alur. Plot adalah cerita yang berisi urutan kejadian, tetapi tiap kejadian itu hanya dihubungkan secara sebab – akibat, peristiwa yang disebabkan atau menyebabkan terjadinya peristiwa yang lain.


Contoh Cerpen beserta Rangkaian Peristiwanya
Google Image - Contoh Cerpen beserta Rangkaian Peristiwanya

Contoh Cerpen beserta Rangkaian Peristiwanya


Berikuit ini akan kami sajikan contoh cerpen beserta rangkaian peristiwanya!

Pekan Olah Raga Nasional

Tiap tahun menjelang hari Pendidikan Nasional yang di peringati pada tanggal 02 Mei, sekolah Dio ikut serta dalam kegiatan pekan pendidikan. Dalam rangka pekan pendidikan tersebut selalu diadakan pertandingan – pertandingan olah raga, baik anatar anak – anak di sekolah sendiri maupun dengan sekolah – sekolah lain.

Bermacam – macam pertandingan yang diadakan dalam pekan olah raga tersebut. Diantaranya ada jenis olah raga volly, tenis meja, catur, bulu tangkis, sepak bola, gerak jalan, lompat jauh, dan lain – lain.

Sebulan sebelum pertandingan – pertandingan itu dimulai Pak Amin, guru olah raga sekolah Dio sudah menyiapkan siswa – siswinya agar mereka dapat bermain dan bertanding dengan baik, sportif dan menurut peraturan permainan yang dituju bukan semata – mata kemenangan, akan tetapi tali silaturahmi persaudaraan dan kejujuran di samping permainan yang baik dan bermutu.

Meskipun demikian, alangkah gembiranya Ddio dan teman – temannya karena sekolahnya ternyata berhasil memasuki babak final dalam dua macam pertandingan, ialah pertandingan sepak bola yang diikuti oleh peserta puta kelas V, dan pertandingan volly yang diikuti peserta putri kelas IV. 

“Alhamdulillah, boleh juga sekolah kita ya!” Kata Dio kepada teman – temannya yang semuanya berkerumunan gembira.

“Itu berkat bimbingan pak Amin” kata Ica.

“Memang”. kata Ina. “Bagaimana kita bisa menang dan masuk final, kalau tidak di latih sebaik – baiknya.”

“Itu tidak semuanya benar!” kata pak Amin yang mendengar percakapan siswa – siswinya. “Itu semua berkat kegigihan kalian dalam berlatih, semangat pertandingan yang baik, kesungguhan dan kemauan kalian yang besar untuk unggul dalam pertandingan. Jangan lupa penjaga gawang kita si Deni juga ternyata mempunyai bakat yang terpendam1”

“Hidup kiper Deni!” Seru anak – anak serentak sambil bertepuk tangan bersama.

“Ah jangan memuji berlebihan” senyum Deni sambil tersipu malu. “Yang penting bermain saja dengan cara yang baik dan semangat, seperti petunjuk pal Amin!”

Sehari kemudian, pertandingan babak final sepak bola antar SD I Dan II serta volly anatar SD I dan III semua siswa finalis dikumpulkan dalam satu apel pagi.

Dalam pengumumannya kepala sekolah menentukan bahwa anak – anak kelas I, II dan III tinggal di sekolah dan belajar seperti biasa. Siswa – siswi kelas IV, V  dan VI seluruhnya boleh ikut ke lapangan olah raga untuk menyaksikan dan memberikan semangat kepada teman – teman yang bertanding.

Kepada yang tidak ikut bertanding, Bapak dan Ibu Guru di harapkan memberikan tugas – tugas tertentu, seperti mengurus minuman dan makanan kecil, terutama bagi para pemain. Anak laki – laki ada yang diberi tugas oleh panitia sebagai penjaaga garis.

Bapak kepala sekolah memberikan pesan dan petunjuk – petunjuk terakhir kepada regu – regu yang akan berangkat bertanding. “Anak – anak dewan Guru, teman – teman, serta orang tuamu di rumah, semua merasa bangga dan terima kasih atas hasil yang telah kalian capai. Tentu kita akan lebih bngga dan bergembira lagi jika sekolah kita hari ini akan dapat meraih sebagai juara pertama, dan kemungkinan itu besar. Seandainya ternyata tidak, itu tidak apa – apa, yang kita sudah ikut berpartisipasi dengan mengikuti pertandingan – pertandingan untuk menjalin ikatan silaturahmi persaudaraan dan kekeluargaan antar sekolah kita dan sekolah – sekolah lain. Seandainya kita kalah, kita harus berlapang dada dan kita harus menyatakan keunggulan lawan dengan sportif.”

Satu jam kemudian berangkatlah regu – regu sekolah Dio ke lapangan olah raga. Disana segala sesuatunya sudah disiapkan oleh panitia. Penonton yang ingin menyaksikan sudah banyak. Tidak hanya dari lingkungan SD, akan tetapi juga dari sekolah – sekolah lanjutan dan bahkan dari masyarakat unum. Petugas – petugas keamanan seperti Polisi dan Tentara hadir pula.

Tapt pada pukul 10:00 WIB pertandingan sepak bola anatar SD I dan II dimulai. Pertandingan berjalan lancar, seru dan menaik. upanya gawang Deni tak terbobolkan, pada waktu turun minum kedudukan masih tetap 0-0. Hingga akhir pertandingan gawang Deni tidak kebobolan sama sekali dan kedudukan berubah 2-0 Untuk SD I, kegembiraan meluap – luap tak terkendali. SD I meraih juara pertama sepak bola anatar SD dan membawa piala bergilir Bapak Bupati ke sekolah, dari pihak mereka menerima ucapan selamat. 

Namun regu volly putri tidak seberuntung regu sepak bola, meskipun hanya menang tipis tapi lawannya memang lebih unggul.

“Tidak apa anak - anak kita kali ini kalah, tahun depan sekolah kita pasti menjadi juara pertama”,  kata pak Amin kepada siswa - siswinya.

“Iya pak. Yang penting, regu sepak bola hari sudah mewakili sekolah kita sebagai juara pertama,” sahut Dio.

Kemudian dengan bangga siswa – siswi SD I menunjukkan piala kejuaraan pertama sepak bola dan piala kejuaraan kedua volly  putri kepada semua hadirin. Seluruh SD I merasa bangga atas hasil yang telah dicapai.

Contoh Cerpen beserta Rangkaian Peristiwanya - Nah itu tadi, contoh cerpen yang bisa anda gunakan dalam kehidupan sehari hari. Yuk, simak terus semua seputar dunia pendidikan bahasa indonesia. Kunjungi blog ini ya guys. Sekian contoh cerpen beserta rangkaian peristiwanya yang dapat kami sajikan. Semoga dapat menghibur teman – teman sekalian.