Contoh Karangan Eksposisi Tentang Pendidikan Karakter di Sekolah

Contoh Karangan Eksposisi Tentang Pendidikan Karakter Di Sekolah - Hello sobat.. Apakah masih ingat apa yang dimaksud dengan karangan eksposisi itu? Iya. Karangan eksposisi adalah suatu karangan yang berisi uraian atau paparan yang bertujuan menjelaskan maksud dan tujuan suatu karangan atau topik tertentu untuk menambah pengetahuan pembaca. Tujuan utama dalam membuat karangan eksposisi adalah memperluas pandangan dan pengetahuan pembaca.

Contoh Karangan Eksposisi Tentang Pendidikan Karakter di Sekolah
Google Image - Contoh Karangan Eksposisi Tentang Pendidikan Karakter di Sekolah


Berikut ini contoh karangan eksposisi tentang pendidikan karakter di sekolah.


Pendidikan Karakter di Sekolah


Dasar pendidikan karakter sebenarnya  ada di dalam keluarga, namun pendidikan karakter di sekolah juga sangat diperlukan. Peran sekolah sangat diperlukan untuk membentuk siswa – siswi yang bermoral melalui pendidikan karakter.

Pendidikan adalah suatu proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasaan manuasia/diri melalui upaya pengajaran dalam latihan, proses, cara dan perbuatan mendidik. Pendidikan tidak hanya diartikan sebagai proses memberikan materi – materi pelajaran saja atau transfer ilmu antar guru dan murid, tetapi juga menanamkan nilai – nilai moral dan sosial kepada para peserta didik. Mengapa pendidikan karakter penting diterapkan di sekolah?

Selama ini banyak orang yang mengartikan bahwa pendidikan hanyalah memberikan ilmu atau pengetahuan – pengetahuan tentang dunia saja, tetapi sebenarnya pendidikan juga memberikan karakter kepada masyarakat, khususnya siswa – siswi di sekolah.

Karakter berdasarkan pengertiannya adalah serangkaian sikap, perilaku, motivasi, dan keterampilan yang baik. Jadi pendidikan karakter adalah pendidikan yang mengajarkan untuk bersikap dan berperilaku yang baik, serta menanamkan nilai – nilai moral, motivasi, dan keterampilan kepada anak didik untuk membentuk individu yang berkarakter. Individu yang berkarakter baik adalah individu yang berusaha berbuat tindakan – tindakan terbaik baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dirinya , sesamanya, lingkungan, bangsa dan negara, serta dunia dengan mengoptimalkan potensi yang ada di dalam dirinya.

Pendidikan karakter ini sangat penting untuk membatu siswa dalam mengendalikan diri emosinya agar tidak terjerumus dalam hal – hal yang negatif. Berdasarkan penelitian bahwa sekolah – sekolah yang menerapkan pendidikan karakter memiliki tingkat keberhasilan akademik yang tinggi. Hal ini terjadi karena peningkatan motivasi para siswa dalam meraih prestasi akademik di sekolah. Selain itu terjadi penurunan drastis pada tingkat perilaku negative siswa yang bisa menghambat prestasi akademik mereka di dalam kelas.

Tujuan pendidikan karakter di sekolah yaitu untuk menanamkan nilai – nilai karakter kepada seluruh warga sekolah yang meliputi semua komponen pendidikan seperti pengetahuan, kesadaran atau kemauan dan tindakan untuk melaksanakan nilai – nilai yang diajarkan tersebut. Dalam menerapkan pendidikan karakter di sekolah, semua pihak yang ada di sekolah harus dilibatkan, termasuk semua komponen pendidikan seperti, kurikulum, pengelolaan mata pelajaran, proses pembelajaran dan penilaian, pengelolaan sekolah, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ekstra kurikuler, pemberdayaan sarana dan prasarana sekolah, pembiayaan, dan etos kerja seluruh warga sekolah.

Beberapa aspek penting yang dilibatkan dalam pendidikan karakter diantaranya yaitu aspek pengetahuan (cognitive), perasaan (afective), dan tindakan (motorik). Berdasarkan nilai – nilai luhur universal, ada sembilan pilar karakter yang diajarkan kepada siswa – siswi di sekolah, yaitu : pertama, karakter cinta Tuhan Yang Maha Esa dan segenap ciptaanNya, kedua kemandirian dan tanggung jawab, kejujuran /amanah diplomatis, keempat hormat dan santun, kelima dermawan, suka tolong – menolong, gotong royong/kerjasama, keenam percaya diri dan pekerja keras, ketujuh kepemimpinan dan keadilan baik dan rendah hati, dan yang terakhir kesembilan, karakter toleransi, kedamaian, dan kesatuan.

Sembilan aspek itu merupakan pilar utama dalam pendidikan karakter yang diajarkan secara sistematis dan bertahap. Hal ini karena pendidikan untuk mencerdaskan otak siswa saja tidak cukup untuk menjadikan siswa yang lebih baik dalam bersosialisasi, lebih peka terhadap lingkungan sekitarnya, mengajarkan nilai toleransi, sifat saling mengasihi,  berbudi pekerti, cinta damai, mandiri, dan menjadi lebih religius.

Setiap siswa memerlukan pendidikan karakter untuk mengarahkan mereka dan minat yang mereka miliki ke arah yang positif, dengan mengajarkan rasa cinta kasih dan merasakan suatu kebaikan agar bisa mendorong individu untuk senantiasa berbuat kebaikan. Aspek yang terakhir yaitu harus diajarkan aspek motoric, yaitu mengajarkan perilaku – perilaku kebajikan atas dasar mencintai kebajikan itu, maka individu akan menjadikan perilaku tersebut sebagai kebiasaan. Pendidikan karakter di sekolah sangat tergantung pada peran guru yang menjadi pengajar dalam dunia pendidikan. Guru bisa mempengaruhi dan membentuk perilaku para siswa yang sesuai dengan nilai – nilai norma serta berperan sebagai contoh untuk siswa dalam hal perilaku.

Dengan diterapkannya pendidikan karakter di sekolah, dapat memberikan nilai – nilai positif kepada para siswa, membentuk mereka menjadi anak yang berprestasi dan kreatif. Dengan pendidikan berkarakter mereka akan menjadi generasi penerus bangsa yang handal, maju,  unggul serta dapat dibanggakan secara fisik, stabil emosi, dan intelektual yang berkembang dengan baik.

Jadi pendidikan karakter memiliki arti dan makna yang sama dengan  pendidikan moral dan akhlak yang bertujuan untuk membentuk pribadi individu supaya menjadi manusia yang bermasyarakat, dan warganegara yang baik.

Contoh Karangan Eksposisi Tentang Pendidikan Karakter Di Sekolah - Karangan diatas adalah contoh karangan eksposisi tentang pendidikan karakter di sekolah semoga dapat menambah informasi dan menambah wawasan para pembaca. Terimakasih