Pengertian dan Contoh Kalimat Utama dan Kalimat Penjelas dalam Paragraf Bahasa Indonesia

Pengertian dan Contoh Kalimat Utama dan Kalimat Penjelas dalam Paragraf Bahasa Indonesia - Baik masih bersama kami tim sastrapedia yang siap sedia buat membantu temen-temen semua untuk memahami atau mengingat  suatu materi yang telah di ajarkan oleh bapak ibu guru baik untuk pokok bahasan kita kal ini yaitu Pengertian dan Contoh Kalimat Penjelas dan Kalimat Utama dalam Paragraf Bahasa Indonesia.

Pengertian dan Contoh Kalimat Utama dan Kalimat Penjelas dalam Paragraf Bahasa Indonesia
Google Image - Pengertian dan Contoh Kalimat Utama dan Kalimat Penjelas dalam Paragraf Bahasa indonesia

Saya yakin bahwa temen-temen semua sudah menemukan materi ini di bangku sekolah baik kali ini kami akan membantu temen-temen semua untuk mengingat kembali apa itu kalimat utama dan kalimat penjelas. Nah langsung simak saja materi di bawah ini:

Pengertian dan Contoh Kalimat Utama dan Kalimat Penjelas dalam Paragraf Bahasa Indonesia


Kalimat Utama 

Kalimat utama atau sering kita sebut juga dengan sebuah kalimat topik adalah kalimat yang mengandung gagasan utama atau ide pokok mengenai suatu topik yang sedang kita bahas dalam suatu paragraf tertentu. Kalimat utama menjadi sebuah acuan bagi kita ketika ingin mengembangkan suatu paragraf tadi. ‘


Ciri-ciri kalimat utama:
•    Kalimat utama di dalamnya mengandung suatu permasalahan yang bisa dikembangkan lagi secara terperinci.

•    Kalimat utama adalah suatu kalimat yang utuh atau bisa juga disebut berdiri sendiri karena tanpa adanya penghubung baik itu penghubung antar kalimat maupun  penghubung intra kalimat.
•    Umunya kalimat utama itu terletak di awal paragraf. Namun bisa juga pada kalimat induktif kalimat utama terletak di akhir suatu paragraf dan juga biasanya menggunakan kata-kata seperti: “Jadi, Sebagai kesimpulan …, Dengan demikian…”
•    Kalimat utama juga mempunyai arti yang jelas walaupun tanpa dihubungkan dengan sebuah kalimat lain.

Kalimat Penjelas

Kalimat penjelas merupakan sebuah kalimat-kalimat yang isinya berupa penjelasan, uraian, atau juga bisa berupa rincian-rincian detail yang terkait pada kalimat utama pada suatu paragraf.

Lalu bagaimakah cara kita untuk membedakannya? Untuk kita agar bisa membedakan mana kalimat utama dan mana kalimat penjelas yaitu, Pahamilah pada ciri-ciri kalimat berikut.


Ciri-ciri kalimat penjelas:
•    Merupakan sebuah pendukung pada suatu kalimat utama yang menyajikan sebuah deskripsi, perbandingan, contoh, alasan dan penjelasan mengenai topik yang sedang dibahas.

•    Merupakan sebuah kalimat yang tidak mampu berdiri sendiri.
•    Kalimat penjelas juga memerlukan sebuah kata-kata penghubung seperti: “Contohnya, bahkan, terlebih lagi, misalnya dan lain-lain”. Pada kalimat-kalimat penjelas membutuhkan sebuah kata penghubung agar suatu paragraf tersebut menjadi Koherence atau berkesinambungan antar tiap kalimat.
Contoh Kalimat Utama dan Kalimat Penjelas
Setelah kita memahami apa pengertian dan ciri dari kalimat utama dan penjelas tadi berikut merupakan sebuah contoh bagaimana cara menemukan kalimat utama dan penjelas dalam sebuah paragraph langsung saja lihat paragraf di bawah ini.

Paragraf 1
Demam berdarah merupakan sebuah ancaman yang jelas di seluruh belahan dunia. Banyak juga kasus yang terjadi di seluruh dunia. Dan perlu kita ketahui bahwa jumlah kasus demam berdarah yang paling tinggi di tempati oleh benua Asia terutama di Asia bagian timur dan Asia bagian selatan. Hal ini dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi sehingga hal tersebut memungkinkan untuk nyamuk dengue berkembang. Sedangkan untuk benua Australia dan Amerika menempati urutan ke 2 dan ke 3 dalam kasus demam berdarah ini. Jumlah kasus demam berdarah untuk benua ini lebih kecil dikarena letak geografis dan iklimnya itu yang menyebabkan nyamuk dengue sulit untuk berkembang.

Paragraf tadi bisa kita lihat semua kalimat membahas tentang demam berdarah. Berdasarkan pada ciri-ciri yang telah di pelajari sebelumnya. kita bisa melihat pada kalimat pertama merupakan sebuah kalimat yang utuh. Sedangkan pada kalimat-kalimat setelahnya bersifat mendukung dengan memberikan alasan, bukti, dan contoh yang merupakan sebuah ciri dari kalimat penjelas.

Jadi bisa kita pastikan bahwa kalimat utama pada paragraf tadi ada pada kalimat pertama sehingga paragraf ini bisa disebut dengan paragraf deduktif.


Kalimat utama: Demam berdarah merupakan sebuah ancaman yang jelas di seluruh belahan dunia.

Kalimat Penjelas: terdapat  di kalimat ke 2 hingga ke 6.

Paragraf 2

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi tingginya kolesterol pada tubuh kita. Sebagai pemicunya yaitu banyaknya lemak yang telah kita konsumsi salah satunya bisa dari minyak goreng. Kolestrol yang menumpuk di dalam tubuh ini akan meyumbat peredaran darah pada pembuluh kita sehingga akan menggangu kinerja dari jantung kita untuk memompa darah yang akan di salurkan ke seluruh tubuh. Sehingga akan menyebabkan terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah. Dengan begitu, kolesterol merupakan sumber atau penyebab utama penyakit jantung koroner.

Paragraf tadi membahas tentang Bahayanya kolesterol bagi tubuh kita. kalimat kesatu, hingga kalimat keempat merupakan sebuah kalimat penjelas. Pada kalimat kesatu penulis mengajukan sebuah fakta terlebih dahulu setelah itu kemudian di djelaskan pada kalimat-kalimat selanjutnya. Kemudian pada bagian akhir penjelasan tersebut dirangkum dalam satu kalimat yaitu pada kalimat terakhir yang dicirikan dengan kata “Dengan begitu” pada paragraf tersebut.

Berdasarkan contoh dan penjelasan tadi, kalimat utama pada paragraf tersebut terletak pada akhir paragraf sehingga paragraf tersebut dapat disebut dengan paragraf Indukif.


Kalimat utama: Dengan begitu, kolesterol merupakan sumber atau penyebab utama penyakit jantung koroner.

Kalimat penjelas: terdapat pada kalimat 1 hingga kalimat 4

Pengertian dan Contoh Kalimat Utama dan Kalimat Penjelas dalam Paragraf Bahasa Indonesia - Nah, teman-teman bagaiman apakah temen-temen semua sudah bisa membedakan mana kalimat utaman dan kalimat penjelas tentunya saya yakin bahwa kalian pasti sudah bisa setelah membaca blog ini kan semoga kalian bisa lebih memahami dan bisa membuat contoh paragrafnya sendiri tentunya. Nah,, jangan lupa untuk pantengin blog ini terus ya karena kalian akan menemukan hal-hal mearik seputar dunia pendidikan terima kasih.