Paragraf Silogisme dan Entimen Lengkap Dengan Penjelasan serta Contohnya

Paragraf Silogisme dan Entimen Lengkap Dengan Penjelasan serta Contohnya - Hari ini saya akan memberikan penjelasan sedikit mengenai paragraf silogisme dan entimen. Apa sih sebenarnya paragraf silogisme dan paragraf entimen itu? Kita tahu bahwa didalam bahasa indonesia terdapat beberapa macam paragraf dan salah satunya adalah paragraf silogisme dan paragraf entimen. Selain itupun masih banyak lagi jenis – jenis paragraf. Namun yang akan kita bahas hanyalah silogisme dan entimen.
Paragraf Silogisme dan Entimen Lengkap Dengan Penjelasan serta Contohnya
Google Image - Paragraf Silogisme dan Entimen Lengkap Dengan Penjelasan serta Contohnya

Secara singkat, paragraf silogisme adalah kumpulan kata yang disusun berdasarkan pola pikir silogisme. Sedangkan entimen, merupakan suatu kesimpulan dari bentuk silogisme itu sendiri. Kalian tak perlu bingung, karena saya akan menjelaskan dengan jelas. Simak saja penjelasannya dibawah ini.

A. Pengertian Paragraf Silogisme


Paragraf silogisme adalah suatu paragraf yang disusun berdasarkan pola pikir silogisme. Sedangkan silogisme itu sendiri adalah kata yang terdiri dari dua buah premis yang kemudian dapat ditarik kesimpulan dari premis – premis itu secara logis.

Bentuk Paragraf Silogisme


Silogisme ini mempunyai dua premis serta satu kesimpulan. Keduanya disebut dengan premis umum (PU) dan premis khusus (PK).

Premis Umum : berisi tentang pernyataan – pernyataan yang bersifat umum
Premis Khusus : berisi tentang pernyataan – pernyataan khusus.

Contoh 1:

PU : Semua mahasiswa baru, harus memakai seragam putih dan hitam
PK : Toni adalah mahasiswa baru
K : Toni harus memakai baju putih dan hitam

Contoh paragraf

Kita tahu bahwa sebagian universitas menuntut agar seluruh mahasiswa baru harus memakai pakaian putih dan bawahan hitam. Bukan hanya di Negri saja. Terkadang di swasta juga seperti itu. Sedangkan toni adalah mahasiswa baru. Oleh karena itu, toni harus memakai pakaian putih dan bawahan hitam.

Contoh 2:

PU : Semua peserta ujian, tidak boleh mencontek siapapun
PK : Bowo adalah peserta ujian
K : Bowo tidak boleh mencontek

Contoh Paragraf

Kita tahu bahwa ketika ujian seluruh peserta tidak boleh memberikan atau bertanya masalah mata pelajaran yang sedang diujikan. Bukan hanya di negeri saja, melainkan di semua lembaga sekolah. Bowo merupakan salah satu peserta ujian. Jadi bowo dilarang untuk memberikan atau bertanya masalah mata pelajaran yang sedang diujikan.

Macam – macam paragraf silogisme


1. Paragraf Silogisme Kategorial


Paragraf silogisme katagorial merupakan paragraf yang menggunakan dua premis dimana premis pertama merupakan kategori sedangkan preamis kedua merupakan subyek.

Contoh:

PU : Semua mahasiwa baru Unila harus mengikuti ospek
PK : Anis mengikuti ospek
K : Anis mahasiswa baru unila

Contoh Paragraf

Kita tahu bahwa yang namanya mahasiswa baru diseluruh universitas khususnya di unila diwajibkan untuk mengikuti kegiatan yang dinamakan ospek. Ospek itu sendiri berguna untuk mendewasakan mahasiswa – mahasiswa baru. Anis mengikuti kegiatan tersebut. Artinya anis adalah salah satu mahasiswa baru unila.

2. Paragraf Silogisme Hipotetik


Paragraf ini merupakan paragraf yang premis pertamanya merupakan pendapat atau argument. Sedangkan preamis yang lain sama dengan premis pada kategorial.

Contoh:

PU : Apa bila besok cuacanya panas, saya tidak hadir dalam rapat besok
PK : Hari ini cuacanya panas
K : Saya tidak hadir rapat hari ini

Contoh Paragraf

Saya sering mengikuti rapat. Namun hari ini cuaca tidak terlalu mendukung. Hari ini cuaca begitu panas. Oleh karena itu, saya tidak datang pada rapat hari ini.

3. Paragraf Silogisme Alternatif


Paragraf ini merupakan paragraf yang premis pertamanya menggunakan pilihan.

Contoh:

PU : Iksan membeli sepedah atau Motor
PK : Iksan membeli motor
K : Iksan tidak membeli sepedah

Contoh Paragraf

Iksan memiliki uang yang cukup untuk membeli sepedah atau juga dapat membeli motor. Ternyata iksan lebih memilih untuk membeli motor. Jadi dia tidak membeli sepedah.


B. Paragraf Entimen


Paragraf entimen adalah kesimpulan dari paragraf silogisme. Namun pada dasarnya Entimen bukan merupakan suatu Paragraf. Melainkan hanya sebuah kesimpulan.

Contoh:

PU : Anak yang rajin, selalu mendapatkan hasil yang bagus
PK : Andi merupakan anak yang rajin
K : Andi mendapatkan hasil yang baik
Entimen : Andi mendapatkan hasil yang baik karena ia rajin


Paragraf Silogisme dan Entimen Lengkap Dengan Penjelasan serta Contohnya - Inilah penjelasan yang dapat saya sampaikan. Saya harap kalian semua dapat mengambil sedikit materi yang telah saya berikan ini. Saya hanya berpesan kepada kalian untuk terus belajar agar dapat menjadi anak yang bermanfaat bagi kedua orang tua. Terimakasih.