Contoh Anekdot Singkat Lucu Sindiran dalam Bahasa Indonesia

Contoh Anekdot Singkat Lucu Sindiran - Hai teman-teman selamat siang. Tahukah kamu? jumlah para koruptor semakin bertambah di Indonesia. Para tikus berdasi ini semakin rajin menggerogoti uang rakyat. Semakin maraknya para koruptor di Indonesia, semakin menimbulkan rasa ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintahan. Semakin perkembangan zaman yang cukup pesat ini kita harus mewaspadai politik instan yang hanya menipu masyarakat dan kini banyak sekali para masyarakat menyuarakan inspirasi dan aspirasinya ke dalam teks-teks sindiran singkat di televisi maupun di koran atau majalah cetak. Seharusnya seiring berkembangnya zaman kita wajib untuk memperbaiki bangsa Indonesia dengan menjadi individu yang hebat dan kontribusi baik untuk negara serta memperbaiki citra buruk Indonesia saat ini.
Contoh Anekdot Singkat Lucu Sindiran
Google Image - Contoh Anekdot Singkat Lucu Sindiran
Struktur anekdot terdiri dari Abstraksi dan Orientasi. Berkaitan dengan hal diatas, disini kami akan memberikan contoh anekdot singkat lucu sindiran. Anekdot itu sendiri di pakai untuk mengungkapkan sebuah perasaan kepada seseorang dengan cara menyindir, melulu bahkan memberi sebuah kritik kepada seseorang yang di tuju. Berikut ini adalah beberapa contoh anekdot singkat yang mana itu dapat mengungkapkan isi hati seseorang terhadap kejadian yang bis terjadi di lingkungan sekitar, bahkan anekdot dapat di terapkan dalam dunia pendidikan seperti dalam dunia sastra indonesia seperti contoh teks anekdot sosial, contoh anekdot lucu tentang sekolah, contoh teks anekdot lucu menyindir mantan, atau teks anekdot panjang tentang pendidikan lucu. Langsung saja yuk di bawah ini adalah contoh anekdot!

Contoh Anekdot Singkat Lucu Sindiran dalam Bahasa Indonesia

1. Contoh Anekdot Pertama

Suatu hari Abdul dan Allan sedang berjalan-jalan menggunakan mobil dengan Abdul yang membawa mobilnya. Melewati perempatan jalan, lampu merah tiba, namun Abdul tetap menerobosnya karena jalannya terlihat kosong.

Allan: Kenapa kamu nerobos lampu merah? Kalau ada polisi gimana?

Abdul:  tenang saja lan, kita bisa bikin undang-undang sendiri kok, perhatikan ya.

Allan: Kok bisa? Bukannya yang bisa membuat undang-undang itu hanya pemerintah bersama DPR?

Abdul: Sebentar, kamu lihat apa yang akan terjadi. 

Sambil meminggirkan mobil dan berhenti sementara,

Allan: Kenapa berhenti disini cari mati sama polisi kamu dul?

Abdul: lah aku Mau menjawab pertanyaan kamu. Nih, ini jawabannya! Dengan ini kita bisa membuat undang-undang sendiri. *menunjukan dompet.

Allan: Oh…!! ( sindiran untuk para polisi yang suka membikin Uu sendiri terkait penilangan yang is di buat damai dengan uang).

2. Contoh Anekdot Dialog ke 2

Bapak Guru: ayo anak-anak sebutkan kepanjangan dari DPR dan MPR?

Siswa: Gampang pak. Bapak Guru: Yak,sebutkan?!

Siswa: MPR itu adalah Mengkibuli Perasaan Rakyat, kalau DPR itu Dedengkot Perampok Rakyat!

Bapak Guru: Huss! Ngawur!

Siswa : Hahaha, Apa dong pak? (pura-pura bego) Bapak

Guru: MPR itu Menggandakan Problem Rakyat, kalau DPR itu Departemen Penipu Rakyat!

Siswa: Hahaha, bapak guru bisa juga pura-pura ngawur! (salah satu sindiran untuk para koruptor).


3. Contoh Anekdot Sindiran ke 3

Di sore hari yang indah  di sebuah rumah, anak dan ibu sedang bercakap-cakap.
Anak: bu liatin apaan sih, bengong aja dari tadi?

Ibu: Tu sinetron India.

Anak: Busyet, tiap hari itu terus…kok nggak tamat-tamat sih, kayak sinetron Indonesia aja, tayangan bodoh, nggak mutu, nggak mendidik.

Ibu: namanya juga sinetron. Semua yang bikin juga orang India. Makanya nggak tamat-tamat. Eh, ngomong-ngomong kamu kapan lulus? Udah semester 12 lho.

Anak: Ntar.

Emak: Lulus kok lama, nggak tamat-tamat! Kayak sinetron aja! (Sindiran kepada televisi yang payah dalam memberikan tayangan yang kurang mendidik kepada anak-anak indonesia serta sindiran untuk anaknya yang belum lulus kuliah semester atas).

4. Anekdot Lucu ke 4

Suatu hari di kantin sekolah permadani nan indah, Budi bertemu dengan BAPAK guru matematika di kelasnya.

Bapak Guru: Weh, Budi! Lama tak jumpa.

Budi: Hehehe…iya pak,

Bapak Guru: Budi, kamu ini kok bolos terus itu gimana sih!

Budi: Ya gimana pak…bapak tuh gak bilang-bilang kalau mau masuk!

Bapak Guru: Maksudnya gimana?

Budi: Gilran saya bolos bapak nggak rapat, giliran saya masuk bapak rapat mulu! Jam kosong mulu!!!kapan saya bisa belajar pak! (Sindiran untuk para pengajar yang sering mangkir dalam pekerjaan).

Contoh Anekdot singkat lucu sindiran - Demikian adalah Contoh Anekdot singkat lucu sindiran. Semoga  bermanfaat buat temen - temen dalam menambah ilmu dan wawasan tentang sastra Indonesia. Selamat belajar!