4 Contoh Puisi Dramatik dalam Bahasa Indonesia

4 Contoh Puisi Dramatik dalam Bahasa Indonesia - Hai apa kabar, semoga baik semua ya, amin. Oke gaes pada kesempatan siang hari ini saya akan memberikan artikel tentang 4 contoh puisi dramatik dalam bahasa Indonesia yang tentunya akan membantu teman-teman dalam mempelajarinya. 
4 Contoh Puisi Dramatik dalam Bahasa Indonesia
Google Image - 4 Contoh Puisi Dramatik dalam Bahasa Indonesia
Puisi dramatik merupakan salah satu jenis puisi. Menurut Prihantini (2015:210), puisi dramatik adalah sebuah puisi yang menggambarkan perilaku seseorang secara objektif, baik itu gambaran perilaku seseorang, dialog, maupun monolog. Berikut mimin beri contoh dari puisi dramatik agar temen-temen bisa lebih memahaminya. Perhatikan uraian di bawah ini ya!


4 Contoh Puisi Dramatik dalam Bahasa Indonesia

 

Contoh puisi dramatik 

Berikut di bawah ini adalah 4 contoh puisi dramatik dalam bahasa Indonesia:

Contoh 1

Surat Seorang Istri
Karya: WS Rendra

Suamiku yang merantau
Malam ini bulan pucat
Pohon-pohon kelabu
Berayun, di atas khayalan pucat.
Dan betapa pula kelabu wajah hatiku
kerna aku tahu, suamiku.
Hari Natal yang bakal datang
kau tidak bisa pulang.

Betapa hambarnya rumah
tanpa bau rokokmu
dan bila hujan berdesar
kurindu mendengar bisikmu
yang biasa kudengar
bila pipi kita beradu.

Sarung bantalmu sudah kucui
dan telah pula kubelikan
tembakau kesukaanmu.
Dan telah aku bayangkan
kau duduk di kursimu
menggulung rokok daun nipah
sementara di luar
hari bertambah tua.
Lalu datang suratmu
yang hanya membawa rindu
tapi bukan tubuhmu.
Aku menangis kecil, suamiku.

………………………………………….

Siasat, 30 April 1968
 

Contoh 2

Di Bawah Kibaran Sarung
Karya: Joko Pinurbo

Di bawah kibaran sarung anak-anak berangkat tidur
di haribaan malam. Tidur mereka seperti tidur
yang baka. Tidur yang dijaga dan disambangi
seorang lelaki kurus dengan punggung melengkung,
mata yang dalam dan cekung.
“Hidup orang miskin!” pekiknya
sambil membentangkan sarung.

“Hidup sarung!” seru seorang perempuan,
sahabta malam, yang tekun mendengarkan hujan.
Lalu ia mainkan piano, piano tua, di dada lelaki itu.
“Simfoni batukmu, nada-nada sakitmu,
musik klasikmu mengalun merdu
sepanjang malam,” hibur perempuan itu
dengan mata setengah terpejam.

……………………………………………..
(1999)


Contoh 3

Di Tepi Danau
Karya: Sitor Situmorang

Untuk Titi Djulham

Malam itu ia genap 30 tahun
Jalan di tepi danau, sangat rukun
Kata orang: “Ia telah keliling dunia
Rantau apa yang tak dijajah
Tapi kini kembali sudah?”
Hatinya: “Rantau apa yang tak dijajah
Dari cinta ke cinta
Hanya duka.”
Kini kembali sudah
Binatang tertembak
Membaun jejak
Ke tempat darah pertama tersimbah
(Matinya ditetapkan di lembah lain. Di benua lain)
Tapi tak ada yang tahu
Tak pun dielu-elu
Hanya air
Berdesir
Tahu dirinya penyair.
Dari danau nelayan berseru:
“Hei, pemuda di tepi pantai
Bagaimana harga benang?
di kota kini?
Kapan ke sana pulang?
Lampunya bercermin
Kuning dingin
di sisik danau
Antara lupa dan kepingin
ada duka, ada senja
Di lembah-lembah
gelap sudah.
Dari pantai terdengar di hati
nelayan bernyanyi
jauh sekali . . .

Contoh 4

Seorang Tukang Rambutan Kepada Istrinya
Karya: Taufik Ismail dalam Jassin

“Tadi siang ada yang mati,
Dan yang mengantar banyak seklali
Ya. Mahasiswa-mahasiswa itu. Anak-anak sekolah
Yang dulu berteriak dua ratus, dua ratus!
Sampai bensi juga turun harganya
Sampai kita bias naik bis pasar yang murah pula.
Mereka kehausan dalam panas bukan main
Terbakar mukanya di atas trukterbuka
Saya lemparkat sepuluh ikat rambutan kita Bu
Biarlah sepuluh ikat huga
Memang sudah rejeki mereka
Mereka berteriak kegirangan dan berebutan
Seperti anak-anak kecil
Dan menyoraki saya. Betul bu, menyoraki saya
“Hidup tukang rambutan ! hidup tukang rambutan
Dan ada yang turun dari truk, bu
Mengejar dan menyalami saya
“Hidup rakyat!” teriaknya
Sayadipanggul dan diarak-arak sebentar
“Hidup pak rambutan!” sorak mereka
“Terima kasih pak, terima kasih!
“Bapak setuju kami bukan ?”
Saya menganguk-angguk. Tak bias bicara
“Doakan perjuangan kami pak!”
Mereka naik truk kembali
Masih meneriakkan terima kasihnya
“Hidup pak rambutan! Hidup rakyat!
Saya tersedu belum pernah seumur hidup
Orang berterima kasih begitu jujurnya
Pada orang kecilnya seperti kita”

4 Contoh Puisi Dramatik dalam Bahasa Indonesia - Nah tadi adalah beberpa contoh puisi dramatik dalam bahasa Indonesia. Pembaca juga bisa mengunjungi artikel terkait 4 Contoh Puisi Soneta dalam Bahasa Indonesia, 4 Cara Menulis Sinopsis Antologi Puisi dalam Bahasa Indonesia, & 7 Contoh Puisi Baru Distikon dan Terzina dalam Bahasa Indonesia. Mohon maaf apabila terjadi kesalahan dalam penulisan di atas. Saya ucapkan terimakasih dan sampai jumpa!