5 Contoh Puisi Sektet dalam Bahasa Indonesia

5 Contoh Puisi Sektet dalam Bahasa Indonesia - Hai teman-teman, jumpa lagi dengan mimin, hehe. Oke, pada kesempatan pagi hari ini kita akan membahas materi mengenai contoh dari salah satu puisi baru ya. Puisi merupakan salah satu materi yang terdapat dalam pelajaran bahasa Indonesia. Puisi terbagi menjadi dua, yaitu puisi lama dan puisi baru. Didalam puisi lama dan puisi baru masih terbagi dari berbagai macam puisi. Macam-macam dari puisi baru yaitu puisi soneta, septima, oktaf atau stanza, distikon, terzina dan lainnya. Oke temen-temen kebetulan disini mimin hanya akan mememberikan materi mengenai contoh dari puisi sektet, maka mimin hanya akan menjelaskan materi terkait puisi sektet dan beserta contohnya ya. hhee
5 Contoh Puisi Sektet dalam Bahasa Indonesia
Google Image - 5 Contoh Puisi Sektet dalam Bahasa Indonesia
Sektet adalah puisi baru yang tiap baitnya terdiri atas 6 baris. Untuk lebih paham, yuk langsung saja simak contoh dari puisi sektet di bawah ini ya teman-teman!

5 Contoh Puisi Sektet dalam Bahasa Indonesia

 

Contoh Puisi Sektet dalam Bahasa Indonesia

Berikut di bawah ini adalah 5 contoh puisi sektet dalam bahasa Indonesia:

Contoh 1:

Kanjeng Nabi

Karya: Candra Malik

Duh, kanjeng Muhammad.

Pagi ini aku sedih sekali.
Muhammad yang kucintai
sedemikian dibenci
sampai ditelanjangi
dengan gambar hewani
dan disumpahserapahi.

Pagi ini aku sedih luar biasa.
Muhammad yang kucinta
dibela membabi buta
sampai membunuhi manusia
dengan angkara murka
menyebut nama Tuhannya.

Entah hati, akal, atau apa.
Manusia tapi tidak manusiawi.
Entah Benci entah cinta.
Najis bercampur dengan suci.
Benar dan salah kini serupa.
Akal jadi brutal, hati jadi nyali.

Muhammad tak seperti itu.
Tidak gambarmu, tidak gambarku.
Dia hidup damai dalam kalbu
meski dihina dari segala penjuru.
Dialah Muhammad yang kurindu
dan kubela tanpa membencimu.

8 Januari 2015
Contoh 2:
Pendaratan Malam
Karya: Sitor Situmorang

Tentara tak berbekal mendarat
Di malam disuburkan lapar
(Bila fajar bawa berita
Kayu apung istirahat mereka)
Tentara tak berbekal mendarat
Di malam disuburkan lapar

Contoh 3:

Ranjang Ibu
Karya: Joko Pinurbo

Ia gemetar naik ke ranjang
sebab menginjak ranjang serasa menginjak
rangka tubuh ibunya yang sedang sembahyang.
Dan bila sesekali ranjang berderak atau berderit,
serasa terdengar gemeretak tulang
ibunya yang sedang terbaring sakit.

(2004)


Contoh 4:
Puasa 
Karya: Joko Pinurbo

– untuk Hasan Aspahani

Saya sedang mencuci celana yang pernah
saya pakain untuk mencekik leher saya sendiri.
Saa sedang mencuci kata-kata
dengan keringat yang saya tabung setiap hari.
Dari kamar mandi yang jauh dan sunyi
saya ucapkan selamat menunaikan Ibadah Puisi.

(2007)


Contoh 5:
Bunda dan Anak 
Karya: Rustam Effendi

Masak Jambak,
buah sebuah
diperam alam di ujung dahan.
Merah darah
beruris-uris
bendera masak bagi selera.

Lembut umbut,
disantap sayap.
Keroak pipi pengobat haus.
Harum baun
sumarak jambak.
Di bawah pohon terjatuh raum

Lalu ibu
di pokok pohon.
Tersarung hidung, terjatuh mata
pada pala,
tinggal sepenggal.
Terpecik liur di bawah lidah.

Belum jambu
masuk direguk,
terkenang anak, terkalang dirangkung.
Dalam talam,
bunda bersimpan
menanti putra si bungsu sulung.

Anak lasak
tersera-sera.
Budan berlari mengambil jambu.
Ibu sungguh
buah sebuah,
sedapnya sama dirasa ibu.

Renguk sunut,
merajut… rajuk.
Bakhil disangka cintanya bunda.
Keluar pagar
jambu dilempar.
Ibu berdiam, mengurut dada.



5 Contoh Puisi Sektet dalam Bahasa Indonesia - Demikian ulasan materi mengenai contoh dari puisi sektet. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di artikel menarik lainnya ya!