5 Contoh Puisi Soneta Berpola 4-4-3-3 dalam Bahasa Indonesia

5 Contoh Puisi Soneta Berpola 4-4-3-3 dalam Bahasa Indonesia - Hai jumpa lagi dengan saya yang tidak bosan-bosan memberikan pengetahuan untuk teman-teman semua. Oke, pada kesempatan malam hari ini, saya akan memberikan 5 contoh puisi soneta yang memiliki pola 4-4-3-3 dalam bahasa Indonesia yang tentunya akan membantu kalian dalam mempelajari materi mengenai puisi. Sebenarnya ada banyak sekali puisi seperti contoh puisi terzina dan contoh puisi oktaf. Namun, kali ini kita fokus ke Puisi Soneta ya. Terdengar seperti nama Band Orkes milik Haji Rhoma Irama ya?? Hehehehe
5 Contoh Puisi Soneta Berpola 4-4-3-3 dalam Bahasa Indonesia
Google Image - 5 Contoh Puisi Soneta Berpola 4-4-3-3 dalam Bahasa Indonesia
Oh iya, teman-teman tahu tidak apa yang dimaksud dengan puisi soneta? yak, benar sekali, puisi soneta atau bisa disebut dengan sonet berasal dari bahasa Italia yaitu sonneto, kemudian berubah menjadi kata sono yang berarti suara. Sedangkan yang dimaksud dengan puisi soneta yaitu puisi yang lariknya terdiri dari empat belas baris yang terbagi menjadi dua, dua bait pertama masing-masing terdiri dari empat baris, dan dua bait kedua masing-masing terdiri dari tiga baris. Nah, sekarang sudah tahu kan asal-usul kata soneta dan apa yang dimaksud dengan puisi soneta itu. Ada banyak sekali pencarian mengenai puisi soneta tentang ibu, contoh soneta tentang sekolah dan juga puisi soneta tentang kejujuran. Sebelumnya, alangkah baiknya jika kita memahami apa itu soneta. Soneta adalah puisi yang terdiri dari 14 baris dan 4 bait. Sekarang untuk lebih paham lagi mengenai puisi soneta berpola 4-4-3-3, yuk langsung saja perhatikan contoh dibawah ini ya!

5 Contoh Puisi Soneta Berpola 4-4-3-3 dalam Bahasa Indonesia

 

Berikut dibawah ini adalah beberapa contohnya:

Contoh 1:

Jarum jam pendek menunjukkan
Angka enam di jam dinding
Jarum jam panjang menunjukkan
Angka dua belas di jam dinding.

Ini pagi. Ya, ini adalah waktu
Mentari bangun dari penjuru timur sana
Disambut oleh embun pagi
dan kokokan ayam yang tak henti.

Sinar kekuningan pun membuncah
Pertanda pagi ini cerah
Dan malam hari telah punah

Membangunkan kembali gairah
Menjalani hari-hari indah
Hingga hari-hari yang tersusah

Keterangan:
  • Dua bait pertama: menerangkan datangnya waktu pagi dengan tanda jarum jam pendek sudah mengarah ke angka 6 dan jarum jam panjang sudah mengarah ke arah angka 12, dan kokokan ayam yang tak henti.
  • Dua bait kedua: menerangkan matahari mulai menyinari dunia, sehingga dalam memulai aktivitas harus diiringi dengan semangat.
Contoh 2:

Tak ada yang kutemukan di lorong ini
Selain gelap yang gulita
Hening yang bersarang
Dingin yang menyerang

Tak ada yang kutemukan di lorong ini
Selain segumpal kegelapan
Secarik ketakuan
Sekelebat kedinginan

Lorong panjang ini kulewati
Tanpa henti
Hingga cahaya kutemui

Lorong panjang ini kulewati
Hingga nanti
Lubang lorong ini kulewati

Keterangan:
  • Dua bait pertama: menerangkan bahwa keheningan, kesepian, dan ketakukan sedang dialaminya.
  • Dua bait kedua: menerangkan bahwa ia menemukan sebuah keramaian.
Contoh 3:

Masih mencariMu di tengah sepi
Yang kuanyam sepanjang hari
Masih mencarimu di tengah sunyi
Yang menggerayangi diri ini

Namun tak kunjung jua kau temui
Yang kucari
Dalam sepi
Dalam sunyi

Aku tau engkau nyata
Maka datanglah
Temuilah

Aku
Yang mencariMu
Sepanjang waktu tanpa henti

Keterangan:
  • Dua bait pertama: menerangkan seseorang yang sedang kesepian dan membutuhkan teman.
  • Dua bait kedua: menerangkan seseorag yang mencari teman.
Contoh 4:

Hidup punyai perhentian
Di sisi jalan yang membentang
Maka sejenaklah hentikan
Perjalananmu yang masih panjang

Ingat kembali semua langkah
Yang kau goreskan di muka jalan
Jikalau ada langkah yang salah
Perbaikilah di jalan depan

Setelah tenaga kembali ada
Kembalilah berjalan seperti biasa
Menuju tuju yang tengah didamba

Semoga bisa sampai
Menuju tujuan
Dengan selamat

Keterangan: 
  • Dua bait pertama: menerangkan bahwa kehidupan masih panjang dan terus intopeksi atau perbaiki diri.
  • Dua bait kedua: menerangkan untuk terus mengejar cita-citamu.
Contoh 5:

Aku terjatuh dan tersungkur
Di tanah merah yang tak tandur
Sekujur tubuh pun merapuh
Bagaikan kayu di gubug runtuh

Apakah peranku harus terselesaikan?
Masihkah ada sejumput kesempatan?
Bisakah aku menyembulkan
Harapan dari kalbu terdalam?

Dan tubuh pun masih tersungkur
Dan tubuh pun masih merapuh
Di atas tanah yang tak tandur

Tetapi jiwa tidak kendur
Dan semangat pun mulai tumbuh
Coba bangkitkan tubuh tersungkur

Keterangan:
Dua bait pertama: menerangkan seseorang hampir putus asa.
Dua bait kedua: menerangkan jangan berputus asa, teruslah berusaha dengan diiringi semangat yang tinggi.

5 Contoh Puisi Soneta Berpola 4-4-3-3 dalam Bahasa Indonesia - Nah itu tadi adalah  5 contoh puisi soneta yang berpola 4-4-3-3. Semoga dapat membantu temen-temen semua dalam mempelajari materi mengenai puisi, sehingga temen-temen juga bisa membuat puisi dengan karya sendiri. Terkait artikel puisi tersebut, pembaca juga bisa menambah wawasan dengan membaca materi mengenai Unsur - Unsur Puisi dalam Bahasa Indonesia, Puisi Indah tentang Kenangan Masa SMA Terbaru dan Terbaik, Puisi Romantis tentang Keindahan Alam dalam Bahasa Indonesia, & Contoh Puisi SD, SMP, dan SMA Terbaik Bahasa Indonesia. Oke, sekian dari saya. Sampai jumpa di artikel-artikel menarik selanjutnya ya teman-teman!