7 Contoh Puisi Oktaf atau Stanza dalam Bahasa Indonesia

7 Contoh Puisi Oktaf atau Stanza dalam Bahasa Indonesia - Hai jumpa lagi dengan saya yang tiada lelah-lelahnya untuk terus membagi wawasan untuk temen-temen semua, saya harap temen-temen juga demikan ya, hehe. Oke, pada kesempatan malam hari ini saya akan mengajak temen-temen untuk mengetahui contoh-contoh dari puisi oktaf atau satanza dalam bahasa Indonesia, setelah kemarin kita juga sudah belajar mengenai 4 Contoh Puisi Soneta dalam Bahasa Indonesia.
7 Contoh Puisi Oktaf atau Stanza dalam Bahasa Indonesia
Google Image - 7 Contoh Puisi Oktaf atau Stanza dalam Bahasa Indonesia
Sebelum kita membaca lebih jauh, kita harus tahu dulu nih pengertian dari puisi oktaf atau stanza itu apa. Puisi oktaf atau stanza merupakan jenis-jenis dari puisi baru. Oktaf atau stanza adalah sebuah puisi yang satu baitnya terdiri atas 8 baris. Untuk lebih paham, temen-temen langsung saja baca uraian contohnya di bawah ini ya!

7 Contoh Puisi Oktaf atau Stanza dalam Bahasa Indonesia

 

Contoh puisi oktaf atau stanza dalam bahasa Indonesia

Berikut di bawah ini adalah 7 contoh puisi oktaf atau stanza dalam bahasa Indonesia:

Contoh 1:

Mata Hitam

Karya: WS Rendra

Dua mata hitam adalah matahari yang biru
dua mata hitam sangat kenal bahasa rindu.
Rindu bukanlah milik perempuan melulu
dan keduanya sama tahu, dan keduanya tanpa malu.
Dua mata hitam terbenam di daging yang wangi
kecantikan tanpa sutra, tanpa pelangi.
Dua mata hitam adalah rumah yang temaram
secangkir kopi seore hari dan kenangan yang terpendam

Contoh 2:
Burung Hitam

Karya: WS Rendra

Burung hitam manis dari hatiku
betapa cekatan dan rindu sepi syahdu.
Burung hitam adalah buah pohonan.
Burung hitam di dada adalah bebungaan.
Ia minum pada kali yang disayang
ia tidur di daunan bergoyang.
Ia bukanlah dari duka meski ia burung hitam.
Burung hitam adalah cintaku padamu yang terpendam.

Contoh 3:
Lagu Duka

Karya: WS Rendra

Ia datang tanpa mengetuk lalu merangkulku
adapun ia yang licik bernama duka.
Ia bulan jingga neraka langit dadaku
adapun ia yang laknat bernama duka.
Ia keranda cendana dan bunga-bunga sutra ungu
adapun ia yang manis bernama duka.
Ia tinggal lelucon setelah ciuman panjang
adapun ia uang malang bernama duka.

Contoh 4:
Lagu Angin

Karya: WS Rendra

Jika aku pergi ke timur
arahku jauh, ya, ke timur.
Jika aku masuk ke hutan
aku disayang, ya, di hutan.
Aku pergi dan kakiku adalah hatiku.
Sekali pergi menolak rindu.
Ada duka, pedih dan airmata biru
tapi aku menolak rindu.

Contoh 5:
Stanza 
Karya: WS Rendra

Ada burung dua, jantan dan betina
hinggap di dahan.
Ada daun dua, tidak jantan dan tidak betina
gugur di dahan.
Ada angin dan kapuk gugur, dua-dua sudah tua
pergi ke selatan.
Ada burung, daun, kapuk, angin, dan mungkin juga debu
mengendap dalam nyanyiku.

Contoh 6:
Ia Telah Pergi 
Karya: WS Rendra
 
Ia telah pergi
lewat jalannya kali.
Ia telah pergi
searah dengan mentari.
Semua lelaki ninggalkan ibu
dan ia masuk serdadu.
Kemudian ia kembang di perang;
dan tertelentang. Bagi lain orang.

Contoh 7:
Dalam Diriku 
Karya: Sapardi Djoko Damono

Because the sky is blue
It makes me cry
(The Beatles)

dalam diriku mengalir sungai panjang,
darah namanya;
dalam diriku menggenang telaga darah,
sukma namanya;
dalam diriku meriak gelombang sukma,
hidup namanya!
dan karena hidup itu indah
aku menangis sepuas-puasnya

(1980)

7 Contoh Puisi Oktaf atau Stanza dalam Bahasa Indonesia - Demikian adalah contoh-contoh dari puisi oktaf atau stanza semoga bermanfaat ya untuk temen-temen. Terus kunjungi www.kamusbahasaindonesiaku.com untuk mengetahui materi menarik seputar bahasa Indonesia. Sekian dari saya, mohon maaf apabila terjadi kesalahan dalam penulisan di atas. Terimakasih dan sampai jumpa di ariket menarik lainnya!