7 Kaidah Penulisan Kata Depan dan Kata Ganti sesuai EYD Bahasa Indonesia

7 Kaidah Penulisan Kata Depan dan Kata Ganti sesuai EYD - Hai jumpa lagi dengan saya. Pada kesempatan siang hari ini, mimin akan mengajak temen-temen semua untuk belajar bagaimana kaidah penulisan kata depan dan kata ganti sesuai EYD (ejaan yang disempurnakan).
7 Kaidah Penulisan Kata Depan dan Kata Ganti sesuai EYD
Google Image - 7 Kaidah Penulisan Kata Depan dan Kata Ganti sesuai EYD
Diblog ini mimin akan memberikan 7 kaidah penulisann kata ganti dan kata depan yang tentunya akan membuat teman-teman menjadi bertambah pengetahuannya. Dalam penulisan kata bahasa Indonesia yang baik dan benar itu harus menggunakan kaidah atau aturannya seperti kaidah yang sesuai dengan EYD, khususnya dalam penulisan suatu karya ilmiah maupun formal penulisan kata depan dan kata ganti merupakan suatu hal yang sangat penting. Langsung saja yuk, perhatikan dibawah ini!

7 Kaidah Penulisan Kata Depan dan Kata Ganti sesuai EYD Bahasa Indonesia

Kata Depan

1. Kaidah penulisan  kata depan “di”, “ke” dan “dari”, ditulis secara terpisah dari kata yang mengikutinya, kecuali jika kata tersebut tidak berperan sebagai kata depan seperti daripada, kepada, kemarin.

Contoh:
  • Berliburlah saja di sini, untuk mengisi waktu liburanmu.
  • Kapan kamu akan berangkat ke Jakarta?
  • Kamu harus tetap berada di rumah, walaupun kau sedang marah dengan Ibumu.
  • Jangan menghalangiku ke rumah nenek, kalau kau tak ingin melihatku beridam diri saja.
  • Para penumpang bus itu sangat berharap sampai di rumah sebelum malam tiba.
  • Raihan baru saja datang dari Surabaya kemarin sore.
  • Kami yang merupakan penduduk asli daerah sini pun tidak pernah ke taman wisata air terjun tersebut.
2. Untuk kata depan “di”, ” ke” dan “dari”, jika bertemu dengan kata yang bukan menyatakan tempat maka penulisan yang benar adalah digabung.

Contoh:
  • Kepada langit, kepada ombak, aku sampaikan titipkan rinduku untuk Ayu.
  • Ia hanya mengucapkan banyak keinginannya dalam kata-kata, tetapi usahanya nol.
  • Agar laporanmu dapat diperiksa, bawakan saja semua bukti-bukti yang ada.
  • Ada banyak cerita tentangmu yang orang lain tidak tahu, namun ketika tiba saatnya nanti semuanya pasti akan dibeberkan.
  • Untuk meningkatkan rasa kepercayaan para masyarakat, pemerintah mengadakan rapat terbuka.
  • Aku masih penasaran dengan bingkisan apa yang kamu berikan kemarin.

3. Penulisan kata “di”  sebagai imbuhan ditulis serangkai dengan  kata yang mengikutinya dan dirangkaikan dengan tanda hubung “-”. Penyambungan ini dilakukan ketika dihubungkan dengan kata bahasa asing atau singkatan kata yang bukan dari bahasa Indonesia.

Contoh :
  • Herman terlihat lesu akhir-akhir ini, ia lebih sering duduk melamun di warung kopi, ternyata dia baru di-PHK oleh perusahaan tempatnya bekerja.
  • Untuk memberikan hasil yang maksimal dalam mengerjakan tulisan ini, sebaiknya sistem pada komputermu di-upgrade dengan versi terbaru.
  • Karena beberapa kali tersangkut dalam perkelahian antar mahasiswa dan sering kali membolos, akhirnya Dino di-DO dari kampus.
  • Berkali-kali aku menelepon Ani, namun panggilanku selalu di-reject olehnya.

4. Penulisan kata depan “di” jika menerangkan suatu kalimat pasif, maka penulisannya digabungkan dengan kata kerjanya.

Contoh :
  • Semua ikan goreng yang ada di atas meja itu habis dimakan kucing.
  • Halaman rumah sudah bersih disapu oleh Ibu.
  • Pakaian-pakaian itu sudah rapi disetrika oleh bibi.
  • Motor Ayah yang rusak itu sedang diperbaiki oleh montir.
  • Anak-anak itu berlari sangat kencang saat dikejar anjing liar.

Kata Ganti

1. Penulisan kata ganti “ku”, “kau”, “mu”, dan “nya”, ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya.

Contoh:
  • Jika nanti sore kau menerima paket, tolong diterima karena itu adalah paket yang dikirimkan Haikal untukku.
  • Ternyata, penyebab listrik mati dirumahnya itu disebabkan oleh konsleting kabel.
  • Sudah beberapa hari ia tidak masuk kuliah, lalu kapan kita akan pergi menjenguknya ?
  • Semua buku-buku yang ada diruangan ini adalah bukuku, bukumu, dan buku teman-teman kita semua.
  • Bisakah kauantarkan barang-barang ini ke rumah Ibu Indri ?
  • Bukan hanya uangku dan uangmu, tetapi juga semua uang orang yang ada di dalam ruangan ini hilang.

2. Penulisan kata ganti yang dihubungkan dengan singkatan atau kata dari bahasa asing maka penulisannya dirangkaikan kata penghubung “-”.

Contoh:
  • Untuk dapat masuk ke dalam kampus itu, di pintu gerbang pasti petugas akan meminta KTM-mu dan barulah kau dipersilahkan masuk.
  • Pak polisi memberhentikanku diperempatan lampu merah itu dan kemudian memintaku untuk menunjukkan SIM & STNK-ku.
  • Sudah berulang kali ia didenda oleh petugas penjaga perumahan ini, karena KTP-nya selalu tertinggal di kantor.
  • Dari sejak pagi tadi ia sibuk mencari kartu ATM-nya yang hilang.

3. Khusus kata ganti “nya” yang menyatakan Tuhan, maka penulisannya harus menggunakan tanda hubung (-).

Contoh :
  • Hanya kepada-Nya, hendaknya semua manusia berserah diri.
  • Setiap manusia dihadapan-Nya adalah sama, yang membedakan kita hanya pahala dan dosa.
  • Sudah sepantasnya kita bersyukur atas semua anugerah dan rahmat-Nya.