7 Tata Cara Penulisan Kata Turunan yang Benar dalam Bahasa Indonesia

7 Tata Cara Penulisan Kata Turunan yang Benar dalam Bahasa Indonesia - Hai, selamat pagi gaes. Pada kesempatan pagi ini saya mau memberikan materi mengenai 7 tata cara penulisan kata turunan yang benar dalam bahasa Indonesia. Setelah kemarin saya juga sudah memberikan  15 Contoh Tata Cara Penulisan Kata Turunan dalam Bahasa Indonesia18 Contoh Penulisan Kata Dasar dan Turunan yang Benar dalam Bahasa Indonesia, dan  Berikan Contoh Penulisan Kata Turunan yang Benar.
7 Tata Cara Penulisan Kata Turunan yang Benar dalam Bahasa Indonesia
Google Image - 7 Tata Cara Penulisan Kata Turunan yang Benar dalam Bahasa Indonesia
Di artikel ini saya akan mengulas tentang 7 tata cara penulisan kata turunan yang benar dalam bahasa Indonesia yang pastinya akan membantu temen-temen semua semakin paham tentang bagaimana cara penulisan kata turunan yang baik dan benar dalam bahasa Indonesia. Adapun jenis dari kata diantaranya yaitu kata dasar dan kata turunan. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kata merupakan satuan bahasa terkecil yang dapat berdiri sendiri dan mempunyai morfem, baik itu morfem tunggal maupun morfem gabungan. Kata dasar adalah kata yang belum ditambahkan imbuhan, baik awalan, akhiran, maupun sisipan. Sedangkan yang dimaksud dengan kata turunan yaitu kata dasar yang sudah mendapatkan imbuhan baik awalan, akhiran, maupun sisipan.  Oke gaes langsung saja yuk ke tata cara penulisan dibawah ini, perhatikan uraian dibawah ini ya teman-teman!

7 Tata Cara Penulisan Kata Turunan yang Benar dalam Bahasa Indonesia

 

7 Tata cara penulisan kata turunan yang benar dalam bahasa Indonesia

Berikut dibawah ini adalah 7 tata cara penulisan kata turunan yang benar dalam bahasa Indonesia :

1. Kata turunan harus ditulis serangkai jika :

a. Kata dasarnya diberi imbuhan, baik imbuhan awalan, akhiran, atau sisipan.
Contoh :

    Bertarung
    Berjalan
    Berlari
    Menyamar
    Menangis
    Mencongkel
    Gemerlap
    Gemuruh
    Lukisan
    Balasan
    Duniawi

    Surgawi
    Inderawi
    Manusiawi
    Tulisan
    Tangisan
    Rintihan
    Butiran
    Penyair
    Penyihir
    Pesuruh
    Ditebas

b. Kata dasarnya terbentuk dari kata asing atau kata singkatan yang diberi imbuhan dan tanda hubung (-).
Contoh :

    Di-upload
    Di-hack
    Di-PHK-kan
    Di-SBMPTN-kan
    Ter-capslock
    Download-an
    Di-SOP-kan
    Di-like
    Di-Share

    Men-download
    Men-share
    Meng-upload
    Me-retweet
    Di-endorse
    Meng-endorse
    Di-search
    Di-reject
    Ter-delete
    Di-repost

2. Kata turunan ini terbentuk jika kata dasarnya adalah gabungan kata dan diberi imbuhan awalan, akhiran atau sisipan, maka salah satu kata yang diberi imbuhan harus ditulis serangkai dengan imbuhan tersebut. 
Contoh:


    Bermuka dua
    Bermain api
    Bersuka cita
    Bersenandung ria
    Teriris pisau
    Bersenda gurau
    Mencaci maki
    Dicaci maki
    Bertepuk tangan
    Bertegur sapa
    Bekerja Sama

    Tanda Tangani
    Harta duniawi
    Nikmat surgawi
    Saling menyapa
    Saling mencinta
    Duka terdalam
    Malam mingguan
    Putar balikkan
    Alih fungsikan
    Alih bahasakan
    Hancur leburkan

3. Kata turunan ini terbentuk jika kata dasarnya berasal dari gabungan yang diberi imbuhan awalan dan akhiran sekaligus, maka penulisannya harus serangkai. 
Contoh :


    Pertanggungjawabkan
    Pengalihfungsian
    Kesukacitaan
    Kedukacitaan
    Kekurangajaran
    Dialihfungsikan
    Dialihbahasakan
    Dijungkirbalikkan
    Diputarbalikkan
    Dihinadinakan

    Dininabobokkan
    Dijualbelikan
    Mengantarjemputkan
    Menjualbelikan
    Menggembargemborkan
    Meluluhlantahkan
    Memutarbalikkan
    Dihancurleburkan
    Dipadupadankan
    Dilipatgandakan
    Digarisbawahi
    Mempertanggungjawabkan

4. Kata turunan ini terbentuk jika kata dasarnya digabung dengan kombinasi kata, maka keduanya harus ditulis serangkai. 
Contoh:


    Swafoto (kombinasi kata: swa)
    Narahubung (kombinasi kata: nara)
    Adiluhung (kombinasi kata: adi)
    Multifungsi (kombinasi kata: multi)
    Prasejarah (kombinasi kata: pra)
    Inkonsistensi (kombinasi kata: in)
    Dasadharma (kombinasi kata: dasa)
    Pascaperang (kombinasi kata: pasca)
    Dehumanisasi (kombinasi kata: de)

    Dwilogi (kombinasi kata: dwi)
    Tritura (kombinasi kata: tri)
    Tetralogi (kombinasi kata: tetra)
    Nawacita (kombinasi kata: nawa)
    Antarpulau (kombinasi kata: antar)
    Nonpartisan (kombinasi kata: non)
    Semifinal (kombinasi kata: semi)
    Subjudul (kombinasi kta: sub)
    Saptanada (kombinasi kata: sapta)
    Purnawaktu (kombinasi kata: purna)

5. Kata turunan ini terbentuk jika kata dasarnya merupakan kata yang terbentuk dari berawalan huruf kapital yang dibubuhi kata terikat, maka diantara keduanya mesti dihubungkan dengan tanda hubung (-). 
Contoh:


    se-Indonesia
    pro-Demokrasi
    pos-Kolonialsime
    pan-Islamisme
    se-Sumatra

6. Kata turunan ini terbentuk jika kata Maha bertemu dengan kata turunan atau kata berimbuhan, maka keduanya harus ditulis terpisah dan huruf depan kata turunan itu harus huruf kapital. Sebab, kata Maha merupakan kata yang merujuk pada Tuhan. 
Contoh:


    Maha Pengasih
    Maha Penyayang
    Maha Penyantun
    Maha Pengampun
    Maha Mengetahui

7. Kata turunan ini terbentuk jika kata dasar bertemu dengan kata Maha, maka keduanya harus ditulis serangkai, kecuali kata kuasa. 
Contoh:


    Maha Kuasa
    Mahatahu
    Mahacinta
    Mahasuci
    Mahasiswa

7 Tata Cara Penulisan Kata Turunan yang Benar dalam Bahasa Indonesia - Nah itu tadi adalah tata cara penulisan kata turunan yang benar dalam bahasa Indonesia. Semoga artikel ini dapat membantu temen-temen semua ya dalam mempelajari materi tentang tata cara penulisan kata turunan. Terus kunjungi www.kamusbahasaindonesiaku.com untuk mengetahui materi-materi menarik selanjutnya seputar bahasa Indonesia. Sekian dari saya, sampai jumpa!