Cerita Anekdot Lucu Menyindir DPR dalam Bahasa Indonesia

Cerita Anekdot Lucu Menyindir DPR dalam Bahasa Indonesia - Halo teman - teman, selamat malam. Jika setelah bulan yang lalu kita telah melaksanakan pilkada, dan yang akan datang akan dilaksanakannya pemilihan caleg pada waktu dekat ini. KPU (Komisi Pemilihan Umum) telah merilis hasil rekapitulasi data pendaftaran akal calon anggota legislatif DPR (Dewan Perwakilan Rakyat). Hasil rekapitulasi tersebut disampaikan berdasarkan data dalam sistem informasi pencalonan. Juru KPU juga belum mengatakan bahwa hasil rekapitulasi secara nasional belum bisa dilakukan, karena berhubungan data tersebut berada di KPU masing - masing daerah.
Cerita Anekdot Lucu Menyindir DPR dalam Bahasa Indonesia
Google Image - Cerita Anekdot Lucu Menyindir DPR dalam Bahasa Indonesia
Sehubungan dengan hal itu, disini kami akan memberikan cerita anekdot lucu menyindir DPR dalam bahasa Indonesia. Teks anekdot adalah teks yang berisi sindiran, mempengarhi, dan mengajak seseorang untuk ikut mendukung perkataannya. Didalam teks anekdot juga diselipkan amanat dan pesan moralnya. Contoh - contoh teks anekdot, seperti contoh teks anekdot menyindir polisi misal penilangan disuap pakai uang, contoh contoh teks anekdot menyindir guru misal guru datang terlambat saat jam mengajar, contoh teks anekdot sindiran korupsi atau contoh teks anekdot politik misal para pejabat yang memakan uang rakyat, contoh teks anekdot menyindir teman misal teman yang maunya ditraktir terus saat jam istirahat, contoh teks anekdot menyindir kurikulum 2013 misal terlalu rumit untuk diterapkan, contoh anekdot sosial misal minimnya kesadaran siswa akan hal saling membantu, dan masih banyak lagi ya teman - teman. Langsung saja yuk, berikut dibawah ini adalah cerita anekdot lucu menyindir DPR dalam bahasa Indonesia!

Cerita Anekdot Lucu Menyindir DPR dalam Bahasa Indonesia

 

Cerita anekdot lucu menyindir DPR (Dewan Perwakilan Rakyat)

Dibawah ini adalah cerita anekdot lucu menyindir DPR (Dewan Perwakilan Rakyat)

Pada suatu ketika ada seorang bapak - bapak yang berprofesi sebagai salah satu anggota DPR yang baru saja pulang dari sebuah hotel dan telah mengobrolkan suatu proyek besar atau perjanjian gelap dengan pimpinan suatu perusahaan yang ada di Jakarta. Saat itu ia pulang tengah malam bersama dengan supir, aparatur sipil dan jendral pajak. Pada waktu itu mereka melewati jalan yang sangat sepi dan tak ada orang satupun dijalan tersebut dan kebetulan mereka juga menggunakan kendaraan mobil yang sangat mewah, sehingga membuat para penjahat atau perampok berniat jahat kepada mereka. Bapak anggota DPR tersebut memiliki badan yang tinggi, gendut, dan tak lupa dengan perut yang buncit bagaikan bola basket yang menempel di perut bapak tersebut. Pada saat itu, sekelompok preman memberhentikan laju jalannya mobil bapak anggota DPR di tengah jalan.

Para preman : Tok tok tok.. buka jendelanya! (Dengan nada kasar dan muka seramnya)

Supir : Duh gimana nih pak buka tidak jendelanya? (Tanya dengan ketakutan)

Anggota DPR : Buka saja. (Sambil sedikit takut tapi bergaya sombong)

Supirpun membukakann jendela mobil.

Para preman : Berikan uang kalian dan barang berharga lainnya atau nyawa kalian akan melayang. Harta atau nyawa?

Anggota DPR : Oh, kalian berani merampok kami. Disamping kanan kiri saya ada jendral pajak, dibelakang saya aparatur sipil. Kalian tidak takut, saya juga bisa menelfon polisi sekarang juga dan langsung memasukan kalian kepenjara!

Para preman : Oh jadi kalian semua ini adalah perampok (koruptor) yang sesungguhnya. Kembalikan uang kami, atau tidak kami akan mengempeskan perut kalian kalian juga!

Anggota DPR,  Anggota jendral, dan aparatur sipil terdiam dan anggota DPR tersebut turun dari mobil.

Anggota DPR : Jangan dekati kami, atau kami akan memanggil polisi?

Tiba - tiba anggota polisi & tim KPK datang tanpa anggota DPR tersebut menelfonnya.

Polisi : Maaf pak anggota DPR kami mendapat surat panggilan dari KPK untuk menangkap anda sekarang pak?

Anggota DPR : Dengan tuduhan apa kalian ingin menangkap saya? (dengan emosi)

Polisi : Kita bicarakan nanti di KPK pak!

Anggota DPR : Mana buktinya, saya akan tuntut kalian balik! (anggota polisi dan tim KPK langsung membawa mereka ke kantor KPK)

Anggota DPR tersebut beserta supir, aparatur sipil dan jendral pajak akhirnya diamankan oleh polisi tersebut. Ternyata anggota DPR tersebut telah melakukan korupsi dalam perjanjian gelapnya atas proyek jalan tol. Supir, aparatur sipil, dan preman menjadi saksi atas dugaan korupsi tersebut dan akhirnya anggota DPR tersebut telah terbukti telah melakukan korupsi dan merugikan negara senilai 100 Miliyar.

Cerita Anekdot Lucu Menyindir DPR dalam Bahasa Indonesia - Itu tadi adalah cerita anekdot lucu menyindir DPR dalam bahasa Indonesia. Cerita diatas hanyalah cerita fiks yang tidak benar adanya.  Ambillah positifnya dan buanglah negetifnya. Terimakasih, semoga bermanfaat ya teman - teman!