Penulisan Kata Dasar dan Turunan yang Benar dalam Bahasa Indonesia

Penulisan Kata Dasar dan Turunan yang Benar dalam Bahasa Indonesia - Selamat sore. Pada kesempatan sore hari ini mimin akan menjelsakan lagi nih materi mengenai penulisan kata dasar dan turunan yang benar dalam bahasa Indonesia setelah kemarin mimin juga sudah menjelaskan tentang  15 Contoh Tata Cara Penulisan Kata Turunan dalam Bahasa Indonesia & 18 Contoh Penulisan Kata Dasar dan Turunan yang Benar dalam Bahasa Indonesia. 
Penulisan Kata Dasar dan Turunan yang Benar dalam Bahasa Indonesia
Google Image - Penulisan Kata Dasar dan Turunan yang Benar dalam Bahasa Indonesia
Oleh sebab itu, disini mimin mau mengajak temen-temen untuk mengulas lagi ya. Kata merupakan instrumen penting yang digunakan dalam berbahasa. Dengan kata, kita bisa mengungkapkan pemikiran kita, baik dengan ucapkan maupun tuliskan. Dalam ranah penulisan, kata merupakan satuan paling kecil dalam kalimat. Tanpanya, tidak akan bisa menjadi sebuah kalimat. Menurut Kamus Bahasa Indonesia, kata diartikan sebagai unsur bahasa yang diucapkan atau ditulis sebagai wujud kesatuan pemikiran dan perasaan dalam berbahasa. Oh iya temen-temen masih ingat kan apa itu kata dasar dan kata turunan? kalau lupa nih mimin kasih tahu lagi. Kata Dasar adalah kata yang belum diberi imbuhan baik imbuhan awalan, akhiran maupun sisipan. Sedangkan kata turunan adalah kata dasar yang sudah diberi imbuhan, baik imbuhan awalan, akhiran, dan sisipan. Untuk itu yuk langsung saja, perhatikan uraian dibawah ini ya!

Penulisan Kata Dasar dan Turunan yang Benar dalam Bahasa Indonesia

 

Secara bahasa, kata dasar terdiri atas dua kata, yaitu kata dan dasar. Kata diartikan sebagai satuan bahasa terkecil yang dapat berdiri sendiri dan mempunyai morfem tunggal maupun gabungan. Sedangkan, dasar diartikan bentuk gramatikal yang menjadi asal suatu bentukan. Dalam istilah linguistik, kata dasar merupakan kata yang belum diberi imbuhan, baik imbuhan awalan, akiran, maupun sisipan. Contohnya: makan, minum, jalan, dan lainnya.

Kata dasar mempunyai empat ciri, yaitu:
  • Merupakan satuan kata paling kecil dalam bahasa yang memiliki arti sendiri.
  • Dapat menjadi bagian kelompok kata asal maupun bentuk dasar.
  • Jika diberi imbuhan baik awalan, akhiran dan sisipan, maka kata dasar akan mengalami pergeseran makna.
  • Gabungan kata dasar dapat membentuk sebuah kalimat tanpa harus diberi imbuhan.
  • Dapat berdiri sendiri tanpa mengurangi maknanya sedikitpun.

Contoh Penulisan Kata Dasar yang benar

Karena kata dasar merupakan kata yang belum diberi imbuhan, baik imbuhan awalan, akhiran, maupun sisipan, maka penulisannya jangan menggunakan atau ditambahkan dengan imbuhan apapun. Berikut dibawah ini adalah contoh penggunaan kata dasar disebuah kalimat:
  • Aku libur kerja hari ini.
  • Kami main bola hingga sore.
  • Kucing suka makan ikan.
  • Bunga mawar itu telah mati.
  • Nenek makan nasi goreng.
  • Pipi Andi kena pukul.
  • Fadly naik motor dengan lambat.
  • Kami tidak mau ikut campur soal proyek itu.
  • Jangan buat malu keluarga ini.
  • Kami tahu apa yang Anda maksud tadi.
  • Aku tidak tahu maksud dari semua ini.
  • Kami sudah muak sejak tadi.
  • Adik ingin makan ikan goreng hari ini.
  • Apa kabar hari ini?
  • Kita kerja untuk hidup yang lebih layak lagi.
  • Aku kena tegor Pak Guru.
  • Mesin cuci Ibu rusak.

 

Kata Turunan

 

Kata turunan adalah kata yang sudah diberi imbuhan, baik imbuhan awalan, akhiran, maupun sisipan dan sudah mengalami perubahan makna. Contohnya: penari, butiran, bertanggung jawab, dan lainnya.

Contoh Penulisan Kata Turunan yang benar

Kata turunan bisa ditulis dengan berbagai cara, yaitu sebagai berikut:

1. Kata dasar yang diberi imbuhan (awalan, akhiran, ataupun sisipan) harus ditulis dengan cara dirangkai atau digabungkan. Contoh:
  • menari
  • berlari
  • melangkah
  • makanan
  • minuman
  • luapan
  • berserakan
  • beterbangan
  • berlarian
  • gemetar
  • gemuruh
  • temali
  • kemelut
  • gemerlap
  • gemilang

2. Dihubungkan dengan tanda hubung (-) apabila imbuhan diberikan pada kata dasar yang berbentuk singkatan atau istilah bahasa asing. Contoh:
  • mem-PHK
  • se-STAN
  • men-download
  • di-upload
  • ter-delete
  • di-cancel
  • men-DO
  • update-an
  • di-review
  • mem-follow

3. Apabila kata dasarnya adalah gabungan kata, maka imbuhan awalan, akhiran ataupun sisipan, penulisannya digabungkan pada kata awal atau akhirnya. Contoh:
  • bertenggang rasa
  • berumah tangga
  • berlapang dada
  • jungkir balikkan
  • berkasih sayang
  • berterima kasih
  • malam mingguan
  • luluh lantahkan
  • padu padankan
  • putar balikkan

4. Apabila gabungan kata dasar mendapat imbuhan awalan, akhiran ataupun sisipan, maka kedua kata dasarnya harus digabungkan. Contoh :
  • pertanggungjawaban
  • melipatgandakan
  • menjungkirbalikkan
  • memadupadankan
  • memutarbalikkan
  • membumihanguskan
  • menghancurleburkan
  • meluluhlantahkan
  • menggembargemborkan
  • menjualbelikan

5. Apabila salah satu unsur gabungan kata adalah kata yang digunakan saat kombinasi kata, maka kedua unsur gabungan kata digabung seperti halnya pada poin 4. Contoh :
  • antardesa
  • narahubung
  • adipura
  • dwitunggal
  • ekosistem
  • multifungsi
  • purnawaktu
  • purwarupa
  • swafoto
  • subjudul

6. Apabila sebuah kata terikat dibubuhkan pada kata berawalan kapital, maka keduanya harus dihubungkan dengan tanda hubung (-). Contoh:
  • non-Jabodetabek
  • pro-Pancasila
  • pan-Nasionalisme
  • pos-Kolonialisme

7. Apabila kata maha yang merujuk pada Tuhan diikuti kata berimbuhan, maka keduanya harus ditulis secara terpisah dan huruf awal pada kedua kata tersebut harus menggunakan huruf kapital. Contoh:
  • Maha Pengampun
  • Maha Pengasih
  • Maha Penyayang
  • Maha Mengetahui
  • Maha Mengawasi
  • Maha Memiliki
  • Maha Menguasai
  • Maha Menciptakan
  • Maha Menghidupkan
  • Maha Mematikan
  • Maha Menyiksa
  • Maha Menghitung
  • Maha Menjaga

8. Apabila kata maha diikuti kata dasar, maka keduanya harus digabungkan, kecuali jika maha bertemu dengan esa. Contoh:
  • Mahasuci
  • Mahatunggal
  • Maharaja
  • Mahakuasa
  • Mahaagung
  • Mahakuasa
  • Mahasempurna
  • Mahahidup
  • Mahasegala
  • Mahabijaksana
  • Mahaadil
  • Mahatahu
  • Maha Esa

9. Apabila kata tak bertemu dengan kata dasar, maka keduanya harus digabung. Namun apabila bertemu dengan kata yang berimbuhan, maka penulisannya ditulis terpisah. Contoh:
  • taktentu
  • takmungkin
  • takusah
  • taktembus
  • taklayak
  • takkuat
  • takmudah
  • taktahu
  • takmau
  • takayal
  • tak menentu
  • tak mengerti
  • tak berhenti
  • tak menyangka
  • tak mengaku
  • tak menanyai
  • tak menyapa
  • tak mengira
Penulisan Kata Dasar dan Turunan yang Benar dalam Bahasa Indonesia - Demikian ulasan mengenai penulisan kata dasar dan turunan yang benar dalam bahasa Indonesia. Sampai jumpa diartikel menarik selanjutnya!