3 Contoh Puisi Fisikal, Platonik, dan Metafisik dalam Bahasa Indonesia

3 Contoh Puisi Fisikal, Platonik, dan Metafisik dalam Bahasa Indonesia - Hai jumpa lagi dengan saya. Setelah sebelumnya kita sudah belajar mengenai 5 Contoh Puisi Terzina dalam Bahasa Indonesia, sekarang kita akan belajar mengenai contoh-contoh dari puisi fisikal, platonik, dan metafisik dalam bahasa Indonesia. Saya yakin pasti teman-teman masih asing kan dengan jenis-jenis puisi tersebut, hehhe. Untuk itu, di blog ini saya akan mengajak teman-teman untuk mempelajarinya.
3 Contoh Puisi Fisikal, Platonik, dan Metafisik dalam Bahasa Indonesia
Google Image - 3 Contoh Puisi Fisikal, Platonik, dan Metafisik dalam Bahasa Indonesia
Puisi fisikal adalah sebuah puisi yang berisi penggambaran sebuah objek yang dapat dilihat, didengar, maupun dirasakan. Puisi jenis ini dapat kita temui di beberapa contoh puisi deskriptif pendek, contoh puisi balada, dan contoh puisi naratif. Sementara itu, puisi platonik adalah sebuah puisi yang bersifat spiritual atau biasanya berisi ungkapan rasa cinta kepada Tuhan , sahabat, keluarga, dan juga kekasih. Jenis puisi ini dapat kita temui di dalam contoh puisi lirik ataupun contoh puisi romance. Puisi metafisikal adalah sebuah puisi yang bersifat kontemplatif atau puisi yang mengajak pembacanya merenungkan diri, kehidupan, dan keagungan Sang Pencipta. Agar temen-temen lebih paham mengenai ketiga jenis puisi tersebut. Yuk langsung saja, perhatikan contoh di bawah ini ya!

3 Contoh Puisi Fisikal, Platonik, dan Metafisik dalam Bahasa Indonesia


Contoh puisi fisikal, platonik, dan metafisik

Berikut di bawah ini adalah 3 contoh puisi fisikal, platonik, dan metafisik dalam bahasa Indonesia:

1. Contoh Puisi Fisikal

Ibu di Atas Debu
Karya: WS Rendra

Perempuan tua yang termangu
teronggok di tanah berdebu.
Wajahnya bagai sepadu serdadu.
Ibu! Ibu!
Kenapa kamu duduk di sini?
Kenapa kamu termangu?
Apakah yang kamu tunggu?

Jakartab menjadi lautan api.
Mayat menjadi arang.
Mayat hanyut di kali.
Apakah kamu tak tahu
di mana kini putramu?

Perempuan tua yang termangu
sendiri sepi mengarungi waktu
kenapa kamu duduk di situ?
Ibu! Ibu!
Di mana rumahmu?
Di mana rumahmu?
…………………………………………..

5 Juni 1998
Pesawat Mandala
Jakarta-Ujung Pandang


2. Contoh Puisi Platonik

Aku Ingin
Karya: Sapardi Djoko Damono

aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

aku mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

(1989)

3. Contoh Puisi Metafisik

Asal Muasal Pelukan
Karya: Candra Malik

Tuhan menciptakan manusia
dari tempat persembunyian-Nya
di mana tidak ada siapa pun
melihat-Nya meramu lamun.

Dari segenggam sunyi,
dijadikan-Nya segumpal hati.
Dari ramai cuma sekepal,
dicipta-Nya sebongkah akal.

tetapi Tuhan seperti sengaja
membuat hati tidak sempurna.
Dari dada yang menyimpan kalbu.
direnggut-Nya tulang rusuk satu.

Tuhan menyebut manusia
yang terluka itu sebagai laki-laki.
Lalu dari luka itulah wanita
dicipta bagai permata sanubari.

Digegar oleh detak jantung
laki-laki tak kuat menanggun.
Dari sinilah awal mula doa:
“Tuhan, kami ingin bahagia.”
………………………………………