5 Contoh Puisi Lirik dalam Bahasa Indonesia

5 Contoh Puisi Lirik dalam Bahasa Indonesia - Hai selamat pagi. Pada kesempatan pagi hari ini saya akan memberikan 5 contoh puisi lirik dalam bahasa Indonesia yang tentunya akan membantu teman sekalian dalam menambah wawasan khusunya dalam materi puisi lirik.
5 Contoh Puisi Lirik dalam Bahasa Indonesia
Google Image - 5 Contoh Puisi Lirik dalam Bahasa Indonesia
Puisi adalah bentuk karya sastra yang terikat oleh irama, rimadan penyusunan bait dan baris yang bahasa terlihat indan dan penh dengan makna. Puisi memiliki jenis-jenis atau macam-macam puisi. Pengertian puisi adalah karangan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan dengan mengutamakan keindahan kata-kata. Oleh karna itu, puisi dapat mengungkapkan berbagai hal. Kerinduan, kegelisahan, atau pengagungan, dengan ungkapan kata-kata indah. Jenis-jenis puisi terbagi atas 3 yakni puisi naratif, puisi lirik, puisi Deskriptif, disetiap jenis-jenis puisi tersebut terdapat berbagai bagian-bagian sehingga puisi naratif, puisi lirik, puisi deskriptif terbagi-bagi lagi. Pada artikel ini saya akan meberikan materi contoh puisi lirik dalam bahasa Indonesia. Oke, sebelumnya kita harus tahu dulu ya apa itu puisi lirik. Puisi lirik adalah puisi atau karya sastra yang berisi ungkapan perasaan yang ditulis dalam bentuk larik-larik atau baris-baris. Adapun contoh dari puisi lirik adalah sebagai berikut!

5 Contoh Puisi Lirik dalam Bahasa Indonesia

 

Contoh Puisi Lirik dalam Bahasa Indonesia 

Berikut di bawah ini adalah 5 contoh puisi lirik dalam bahasa Indonesia:

Contoh 1:

 
Narcissus 
Karya: Sapardi Djoko Damono

seperti juga aku: namamu siapa, bukan?
pandangmu hening di permukaan telaga dan rindumu dalam
tetapi jangan saja kita bercinta
jangan saja aku mencapaimu dan kau padaku menjelma

atau tunggu sampai angin melepaskan selembar daun
dan jatuh di telaga: panndangmu berpendar, bukan?
cemaskah aku kalau nanti air hening kembali?
cemaskah aku kalau gugur daun demi daun lagi?

1971

Contoh 2:
 
Cinta yang Tenang 
Karya: Candra Malik

Cinta kita tak berkobar-kobar,
kita api yang tenang.
Rindu kita tak lantas membakar,
kita api yang tenang.

Lembut tapi menghangatkan,
kecil tapi dipertahankan,
redup tapi melegakan,
pelita bagi kegelapan.

Cinta dan rindu, kau dan aku:
dua yang telah menjadi satu.

Cinta dan rindu, kau dan aku:
bukan bara yang menjadi abu.

Bandung, 12 Februari 2015

Contoh 3:

Dendang Musim Jagung
Karya: D. Zawawi Imron


Cintaku yang terbit dari kembang-kembang jagung
Subur oleh gaplek dan duri kenyataan
Menunggu tangan tak kunjung salam

Sampai sekarang masih kusenang
Membelai-belai daunan pinang
Dan lalang-lalang yang atap kandang

Memang tidak percuma
Kalau semalam bulan gerhana
Bayang-bayangku yang tak sempurna
Masih mampu melucuti tombakku yang dahaga

Ubi jalar merambat-rambat
Ke seluruh pohon jiwaku
Tak kenal kemarau tak kenal penghujan
Hingga meskipun miskin
Aku tetap merasa kaya
Setelah menjilat jejak petani

Contoh 4:


Bayangan kelam 
Karya: Radhitya AN


Kaki ini...semakin terasa berat...
Jalan ini...semakin terasa tak berujung...
Demi lepas darimu...dirimu yang menenggelamkanku...

Sesaat timbul sepercik hati yang membara...
Tapi keputus asaan siap melanda...
Ku terus berlari...menghindarimu...
Tuk mencari cahaya sejati...dalam diriku...
Ku berusaha lepas dari jeratan selubung gelapmu...

Jalanku masih panjang...
masih banyak harapan yang harus dilakukan...
Masih banyak mimpi yang harus menjadi nyata...

Keyakinanku tak akan goyah...
Api membaraku tak akan redup di tengah jalan...
Akan kubawa diriku sampai penghujung waktu...
dan lepas dari Bayangan Kelam...


Contoh 5:


Berjalan di Waktu Malam yang Dingin


Berjalan di waktu malam yang dingin
Tanpa sehelai pakaian hangat
Adalah aku di saat ini

Angin malam terasa menusuk kulitku
Gigil tak tertahankan
Dingin
Dan juga ngilu bersamaan

Bersamaan dengan dingin dan ngilu yang kurasa
Aku melangkah
Dan akan terus melangkah
Meski kulit ini pun mati rasa

Sampai berjumpa nanti perapian
Sampai berjumpa nanti kehangatan