30 Kata Bijak Presiden Sukarno Terbaik Bahasa Indonesia

30 Kata Bijak Presiden Sukarno Terbaik Bahasa Indonesia - Kemerdekaan ini tentunya tidak lepas dari para perjuangan para pahlawan-pahlawan dimasa lalu. Salah satu pahlawan yang kita kenal yaitu Sukarno. Sukarno atau Ir. Soekarno dikenal sebagai presiden pertama Republik Indonesia dan beliau juga merupakan salah satu pahlawan proklamator yang sangat berperan pada masa penjajahan. Kenapa seperti itu? karena ia merupakan salah satu orang yang memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di mas penjajahan Jepang saat itu. Dari memproklamasikan tersebut kemudian membawa nama Ir. Soekarno bersama dengan Muhammad Hatta di tunjuk untuk menjadi presiden dan wakil presiden pertama dalam sejarah bangsa Indonesia.

30 Kata Bijak Presiden Sukarno Terbaik Bahasa Indonesia
Google Image - 30 Kata Bijak Presiden Sukarno Terbaik Bahasa Indonesia

Sehubungan dengan hal tersebut, disini kami akan memberikan 30 kata bijak presiden sukarno terbaik bahasa Indonesia. Kata-kata bijak adalah kata-kata yang bertujuan untuk membangun, mendorong seseorang agar melakukan hal yang lebih baik dari kemarin. Dengan adanya hal tersebut maka tak jarang juga seorang presiden sering membuat kata-kata bijak untuk rakyatnya agar bisa membangun negaranya dengan mempunyai rakyat yang berkompeten.  Bukan hanya dari presiden Sukarno, kata-kata bijak juga sering dilontarkan oleh para presiden lainnya, misalnya kata bijak presiden habibie, kata bijak presiden suharto, kata bijak presiden Megawati, kata bijak presiden SBY, dan kata bijak presiden kita sekarang yaitu Jokowi. Menjadi seorang presiden ataupun pemimpin memang harus bijak, karena pemimpin itu adalah contoh dan panutan bagi rakyatnya. Oke, langsung saja ya, mari kita simak uraian di bawah ini!

30 Kata Bijak Presiden Sukarno Terbaik Bahasa Indonesia

Kami telah mengumpulkan beberapa kata bijak dengan sumbernya dan waktu kejadian atau tanggalnya. Adapun kata-kata bijak presiden Sukarno adalah sebagai berikut:

1. [1 Juni 1945 lahirnya Pancasila],
presiden Sukarno mengatakan "Kemerdekaan hanyalah diperdapat dan dimiliki oleh bangsa yang jiwanya berkobar-kobar dengan tekad Merdeka, - Merdeka atau mati!".

2. [1 Juni 1945 lahirnya pancasila],
presiden Sukarno mengatakan "Kemerdekaan adalah jembatan emas. Di seberang jembatan emas inilah kita leluasa menyusun masyarakat Indonesia Merdeka yang gagah kuat, sehat, kekal dan abadi."

3. [Pidato Hari Pahlawan 10 Nop. 1961],
presiden Sukarno mengatakan "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa pahlawannya." 

4. [Pidato HUT Proklamasi, 1946],
presiden Sukarno mengatakan "Kita bangsa yang cinta perdamaian, tetapi lebih cinta kemerdekaan!" .

5. [Pancasila sebagai dasar negara  hlm. 58],
presiden Sukarno mengatakan "Bangsa adalah segerombolan manusia yang keras ia punya keinginan bersatu dan mempunyai persamaan watak yang berdiam di atas satu geopolitik yang nyata satu persatuan."
  
6. [Pancasila sebagai dasar negara,  hlm. 64],
presiden Sukarno mengatakan "Kita dari Republik Indonesia dengan tegas menolak chauvinisme itu. Selain sila kebangsaan dengan lekas-lekas kita taruhkan sila perikemanusiaan."

7. [Bung Karno penyambung lidah rakyat,  hlm. 69],
presiden Sukarno mengatakan "Janganlah kita lupakan demi tujuan kita, bahwa para pemimpin berasal dari rakyat dan bukan berada di atas rakyat."

8. [Pidato KTT Non-Blok, 1- 9 -1961],
presiden Sukarno mengatakan "Kemerdekaan untuk merdeka. Kemerdekaan yaitu mengakhiri untuk selama-lamanya penghisapan bangsa oleh bangsa, penghisapan-penghisapan yang tak langsung maupun penghisapan yang langsung."

9. [Indonesia menggugat, hlm. 81],
presiden Sukarno mengatakan "Selama rakyat belum mencapai kekuasaan politik atas negeri Beograd, maka sebagian atau semua syarat-syarat hidupnya, baik ekonomi, maupun sosial, maupun politik, diperuntukkan bagi yang bukan kepentingannya, bahkan bertentangan dengan kepentingannya."

10. [Lahirnya Pancasila 1 Juni 1945],
presiden Sukarno mengatakan "Kemerdekaan adalah jembatan emas. Di seberang jembatan emas inilah kita leluasa menyusun masyarakat Indonesia Merdeka yang gagah kuat, kekal, sehat dan abadi."  

11. [KTT NON BLÖK, Beograd 1-9-1961],
presiden Sukarno mengatakan "Politik Non-Blok adalah pembaktian kita secara aktif kepada perjuangan yang luhur untuk kemerdekaan, untuk perdamaian yang kekal, keadilan sosial dan kebebasan untuk Merdeka."

12. [KTT NON BLÖK, Beograd 1-9-1961],
presiden Sukarno mengatakan "Adalah menjadi keyakinan kita bersama kita bahwa, suatu politik yang bebas merupakan jalan yang paling baik bagi kita masing-masing untuk memberikan suatu sumbangan yang tegas kearah pemeliharaan perdamaian dan pengurangan ketegangan-ketegangan Internasional." 

13. [KTT NON BLÖK, Beograd 1-9-1961],
presiden Sukarno mengatakan ".....kita mempertahankan pendapat bahwa pembentukan blok-blok, apalagi jika berdasarkan kekuatan dan perlombaan persenjataan, hanya mengakibatkan peperangan." 

14. [Membangun Dunia Kembali To Build The World a New, 30 September 1960],
presiden Sukarno mengatakan "Bagi suatu bangsa yang baru lahir stau suatu bangsa yang baru lahir kembali milik yang paling berharga adalah kemerdekaan dan kedaulatan." 

15. [Membangun Dunia Kembali To Build The World a New, 30 September 1960],
presiden Sukarno mengatakan "Dunia kita yang satu ini terdiri dari Negara-negara Bangsa, masing-masing sama berdaulat, dan masing- masing berketetapan hati menjaga kedaulatan itu, dengan masing-masing berhak untuk menjaga kedaulatan itu."

16. [Membangun Dunia Kembali To Build The World a New, 30 September 1960],
presiden Sukarno mengatakan "Singkirkan penyelewengan terhadap kemerdekaan dan emansipasi dan ancaman terhadap perdamaian akan lenyap. Tumbangkan Imperialisme dengan segera dengan Beogradnya Dunia akan menjadi suatu tempat yang lebih bersih, suatu tempat yang lebih baik dan suatu tempat yang lebih aman."  

17. [Membangun Dunia Kembali To Build The World a New, 30 September 1960],
presiden Sukarno mengatakan "Bangunlah Dunia ini kembali! Bangunilah dunia ini yang kokoh kuat dan sehat! Bangunlah suatu Dunia di mana semua bangsa hidup dalam Damai dan Persaudaraan. Bangunlah Dunia yang sesuai dengan impian dan cita-cita umat manusia (rakyat Indonesia)."

18. [Indonesia menggugat, hlm. 72], 
presiden Sukarno mengatakan "Bagaimana hakekatnya "budaya" atau "Culture" yang didatangkan inperialisme moderen itu? Stockvis menyebutnya." rakyat khatulistiwa yang korat-karit dan diperlakukan tidak semena-mena".

19. [Pidato lahirnya Pancasila 1 Juni 1945],
presiden Sukarno mengatakan "Apakah kita mau Indonesia MERDEKA, yang kaum Kapitalnya merajalela ataukah yang semua rakyatnya sejahtera, yang semua cukup makan, cukup pakaian, hidup dalam kesejahteraan, merasa dipangku oleh Ibu Pertiwi yang cukup memberi sandang dan pangan?." 

20. [Pancasila sebagai dasar negara  hlm. 115 ],
presiden Sukarno mengatakan "Saya katakan bahwa cita-cita kita dengan keadilan sosial ialah satu masyarakat yang adil dan makmur, dengan menggunakan alat-alat industri, alat-alat tehnologi yang sangat modern. Asal tidak dikuasai oleh sistem kapitalisme." 

21. [Pidato HUT Proklamasi, 1963]
presiden Sukarno mengatakan "Untuk membangun suatu Negara yang Demokratis, maka satu ekonomi yang Merdeka harus dibangun. Tanpa ekonomi yang Merdeka, tak mungkin kita mencapai kemerdekaan, takmungkin kita tetap hidup". 

22. [Pancasila sebagai dasar negara  hlm. 105],
presiden Sukarno mengatakan "Demokrasi kita harus kita jalankan adalah Demokrasi Indonesia, membawa kepribadian Indonesia." 

23. [Pancasila sebagai dasar negara  hlm. 91],
presiden Sukarno mengatakan "Parlementer Demokrasi adalah ideologi politik dari pada Kapitalisme yang sedang naik." 

24. [Pidato HUT Proklamasi, 1964],
presiden Sukarno mengatakan "Aku bersemboyan; Biar melati dan mawar dan kenanga dan cempaka dan semua bunga mekar bersama di taman sari Indonesia."
 
25. [Menggali api Pancasila, hlm. 15],
presiden Sukarno mengatakan "Ilmu hanyalah ilmu sejati, jikalau ilmu itu ialah untuk membawa kebahagiaan kepada manusia." 

26. [Sarinah, hlm. 14],
presiden Sukarno mengatakan "Kaum laki-laki marilah kita memikirkan soal ini. Dan marilah kita ikut memikirkan soal perempuan sebab di dalam masyarakat sekarang ini, saya melihat bahwa kadang-kadang kaum laki-laki terlalu main Yang Dipertuan di atas soal-soal yang mengenai perempuan." 

27. [Sarinah, hlm. 17],
presiden Sukarno mengatakan "Tiada masyarakat manusia satupun dapat kemajuan, kalau laki-perempuan yang satu tidak membawa yang lain, karenanya janganlah masyarakat laki-laki mengira, bahwa ia dapat maju subur, kalau tidak dibarengi oleh kemajuan masyarakat perempuan pula."

28. [Sarinah, hlm. 17],
presiden Sukarno mengatakan "Janganlah laki-laki mengira, bahwa bisa ditanam suatu kultur yang sewajar-wajarnya kultur, kalau perempuan dihinakan di dalam kultur itu." 

29. [Sarinah, hlm. 328],
presiden Sukarno mengatakan "Wanita Indonesia, kewajibanmu telah terang! Sekarang ikutlah, serta-mutlak dalam usaha menyelamatkan Republik dan nanti jika Republik sudah selamat, ikutlah serta-mutlak dalam usaha menyusun Negara Nasional." 
 
30. [Sarinah, hlm. 329],
presiden Sukarno mengatakan "Janganlah ketinggalan dalam Revolusi Nasional ini dari awal sampai akhirnya, dan jangan ketinggalan pula nanti di dalam usaha menyusun masyarakat keadilan-sosial dan kesejahteraan-sosial. Di dalam masyarakat keadilan sosial dan kesejahteraan sosial itulah engkau nanti menjadi wanita yang Merdeka!."

Baca juga: Kata Bijak Bahasa Inggris Tokoh terkenal
 
30 Kata Bijak Presiden Sukarno Terbaik Bahasa Indonesia - Demikian adalah 30 kata bijak presiden sukarno terbaik bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat, dan Sampai jumpa diartikel-artikel menarik selanjutnya.