Perbedaan Kalimat Tunggal dan Majemuk dalam Bahasa Indonesia

Perbedaan Kalimat Tunggal dan Majemuk dalam Bahasa Indonesia - Kalimat merupakan salah satu alat komunikasi yang sangat penting untuk kelancaran setiap kegiatan kita sehari-hari. Kalimat yang digunakan dalam berkomunikasi haruslah kalimat yang jelas dan mudah dipahami oleh lawan bicara kita ataupun pendengar. Namun, kadang-kadang masih ada sebagian orang yang belum menggunakan kalimat dengan baik dan benar. Masih sering kita temui sebagian dari lawan bicara atau pembaca tidak memahami apa yang dimaksud oleh pengucap ataupun penulis. Supaya kalimat yang dibuat dapat mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat, unsur kalimat yang digunakan haruslah lengkap dan eksplisit. Artinya, unsur-unsur seharusnya ada di kalimat tidak boleh dihilangkan dan unsur-unsur yang seharusnya tidak ada tidak perlu dimunculkan jangan dimunculkan. Contohnya saja pasti kalian tahu kan pemakaian kalimat di zaman yang semakin modern seperti sekarang ini baik dikalangan muda maupun tua.
Perbedaan Kalimat Tunggal dan Majemuk dalam Bahasa Indonesia
Google Image - Perbedaan Kalimat Tunggal dan Majemuk dalam Bahasa Indonesia
Kalimat adalah kumpulan kata yang memiliki pengertian lengkap dan dibangun oleh kontruksi fungsional dan tidak tergantung pada kontruksi gramatikal yang lebih besar atau Kalimat adalah satuan bahasa yang mengungkapkan pikiran yang utuh, baik dengan cara lisan maupun tulisan secara lengkap. Dalam bentuk lisan, kalimat diucapkan dengan suara naik turun, dan keras lembut, disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir. Sedangkan jika dalam bentuk tulisan berhuruf  latin, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. Adapun jenis kalimat yang akan kita bahas kali ini yaitu kalimat tunggal dan majemuk. Untuk mengetahui apa saja perbedaan pada kalimat tunggal dan majemuk, mari kita simak berikut ini.


Perbedaan Kalimat Tunggal dan Majemuk dalam Bahasa Indonesia

 

Perbedaan yang Paling Mendasar antara Kalimat Tunggal dan Majemuk

  • Perbedaan yang pertama yaitu, jika kalimat tunggal hanya terdapat satu klausa saja yang membentuk kalimat, akan tetapi pada kalimat majemuk memiliki lebih dari satu klausa.
  • Perbedaan yang kedua yaitu, jika pada kalimat tunggal klausanya berkedudukan sebagai inti kalimat, akan tetapi pada kalimat majemuk terdapat klausa yang berkedudukan sebagai induk kalimat dan anak kalimat.
  • Perbedaan yang terakhir yaitu, jika kalimat tunggal tidak memerlukan konjungsi (kata hubung) karena hanya memiliki satu klausa saja, akan tetapi pada kalimat majemuk sangat tergantung pada konjungsi yang berfungsi sebagai penghubung antara klausa induk kalimat dan klausa anak kalimat.
Untuk lebih jelasnya perlu kita ketahui masing-masing pengertian, jenis-jenis dan contohnya di bawah ini!
 

1. Kalimat Tunggal


Kalimat tunggal adalah kalimat yang pada pola kalimatnya hanya terdiri atas S (subjek) dan P (predikat). Akan tetapi dalam beberapa keadaan juga bisa ditambah dengan pola O (obyek) dan K (keterangan). Jika didasarkan pada perbedaan jenis predikatnya, maka kalimat tunggal terbagi atas 5 jenis, yaitu sebagai berikut:

a. Kalimat Tunggal Nomina

Kalimat tunggal nomina adalah kalimat yang predikatnya tidak menyatakan kata kerja sebuah aksi.

Contoh:
- Ibunya seorang guru bahasa Indonesia di SMAN 1 Bandar Lampung.
       S                           P (Nomina)                    Keterangan Tempat          
 
b. Kalimat Tunggal Verbal
Kalimat tunggal verbal adalah kalimat yang pada predikatnya menggunakan kata kerja yang menunjukan sebuah aksi atau perbuatan (verbal).

Contoh :
- Gading bermain sepak bola di depan rumah.
         S         P             O                   K

c. Kalimat Tunggal Adjektiva

Kalimat tunggal adjektiva adalah kalimat tunggal yang pada predikatnya berkedudukan sebagai kata sifat (Adjektif).

Contoh:
- Gempita sangat lucu.
       S                 P

d. Kalimat Tunggal Numeral
Kalimat tunggal numeral adalah kalimat tunggal yang pada predikatnya berkedudukan sebagai kata bilangan.

Contoh:
- Pengunjungnya sebanyak ratusan orang.
              S                          P

e. Kalimat Tunggal Preposisional
Kalimat tunggal preposisional adalah kalimat tunggal yang pada predikatnya ialah kata depan atau preposisi.

Contoh:
- Pak Budi di dalam ruangannya.
         S      Preposisi        O        

 

2. Kalimat Majemuk


Kalimat majemuk adalah kalimat yang terdapat lebih dari satu klausa di dalamnya. Klausa tersebut dihubungkan oleh konjungsi atau kata penghubung sehingga menjadikan kedua klausa tersebut sebagai kalimat utuh. Kalimat majemuk dapat diklasifikasikan ke dalam 3 jenis kalimat, yaitu sebagai berikut:

a. Kalimat Majemuk Setara
 
Kalimat majemuk setara adalah kalimat yang di dalamnya terdapat dua klausa yang setara atau sederajat kedudukannya. Pada kalimat majemuk setara biasanya menggunakan konjungsi / kata hubung lalu, dan, kemudian, tetapi, atau, dan bahkan.

Contoh :
  • Susanti memotong sayuran dan Evi menyapu lantai.
Klausa 1    : Susanti memotong sayuran
Klausa 2    : Evi menyapu lantai
Konjungsi : Dan
  • Pak Suparman mengayuh sepeda kemudian menyandarkannya di tembok sekolah.
Klausa 1 (induk kalimat)  : Pak Suparman mengayuh sepeda
Klausa 2 ( anak kalimat)  : Menyandarkannya di tembok sekolah
Konjungsi                         : Kemudian
 
b. Kalimat Majemuk Bertingkat
 
Kalimat majemuk bertingkat adalah jenis kalimat majemuk yang pada salah satu klausanya bertindak sebagai induk kalimat. Sedangkan klausa lainnya sebagai anak kalimat. Pada kalimat ini umumnya menggunakan konjungsi ketika, jika, walaupun, bagaikan, sebab, dengan, dan sehingga.

Contoh :
  • Ayah pulang dari kantor sebelum matahari terbenam.
Klausa 1(induk kalimat) : Ayah pulang dari kantor
Klausa 2(anak kalimat)   : matahari terbenam

c. Kalimat Majemuk Campuran
 
Kalimat majemuk campuran adalah kalimat yang merupakan gabungan dari kalimat majemuk bertingkat dan kalimat majemuk setara. Umumnya pada kalimat ini terdapat lebih dari dua klausa.

Contoh:
  • Ayah baru saja pulang dari kantor ketika ibu menyiapkan makanan dan malam telah tiba.
Klausa 1 (induk kalimat) : ayah baru saja pulang dari kantor
Klausa 2 (induk kalimat) : ibu menyiapkan makanan
Klausa 3 (anak kalimat)  : malam telah tiba
  • Mega menggoreng telur dan Sisi membuat sambal ketika jam makan siang tiba.
Klausa 1(induk kalimat) : Mega menggoreng telur
Klausa 2 (induk kalimat): Sisi membuat sambal
Klausa 3 (anak kalimat)  : jam makan malam tiba


Perbedaan Kalimat Tunggal dan Majemuk dalam Bahasa Indonesia - Demikian penjelasan perbedaan antara kalimat tunggal dan majemuk untuk anda. Terima kasih sudah berkunjung ke blog kami, dan selamat belajar.