8 Contoh Silogisme Negatif dalam Bahasa Indonesia

8 Contoh Silogisme Negatif dalam Bahasa Indonesia - Materi mengenai silogisme sering ya kita temui di soal-soal psikotes, seperti tes CPNS, Sekolah Dinas, SBMPTN, maupun di sekolah pada Ujian Nasional dan Ulangan Semester. Silogisme sangat identik dengan kemampuan otak seseorang atau biasa kita sebut dengan IQ (Intellegence Quotient), karena dalam silogisme kita dituntut untuk mengambil sebuah kesimpulan dari beberapa sebuah kalimat. Hal yang tak kalah penting juga saat kita mengerjakan soal terkait materi kita kali ini yaitu haruslah memiliki konsentrasi yang tinggi, agar dapat menyimpulkannya dengan benar. Banyak sekali orang yang terjebak pada materi ini, untuk itu pada malam ini saya akan memberikan materi mengenai silogisme untuk anda.
 8 Contoh Silogisme Negatif dalam Bahasa Indonesia
Google Image -  8 Contoh Silogisme Negatif dalam Bahasa Indonesia
Silogisme adalah suatu proses pemaparan mengambilan kesimpulan dari dua pernyataan. Pembagian silogisme terbagi atas beberapa silogisme yang pertama yaitu silogisme kategorial, silogisme katergorial adalah silogisme yang pernyataannya menjelaskan sesuatu yang premis mayornya bersifat kategori atau macam. Yang kedua yaitu silogisme hipotesis, silogisme hipotesis adalah silogisme yang menjelaskan tentang suatu pendapat atau argumen yang premis mayornya berupa hipotesis. Yang ketiga yaitu silogisme alternatif, silogisme alternatif adalah silogisme yang premis mayornya berupa prposi alternatif. Yang keempat yaitu entimen, entimen adalah silogisme yang berasal dari pemotongan silogisme, dan silogisme yang terakhir yaitu silogisme disjungtif, silogisme disjuntif adalah silogisme yang premis mayornya berupa silogisme disjungtif. Adapun rumus silogisme PU : A = B, PK : C = A, dan K : C = B. Untuk lebih lanjut, yuk simak uraian dibawah ini teman-teman!


8 Contoh Silogisme Negatif dalam Bahasa Indonesia

 
Berikut dibawah ini adalah 8 contoh silogisme negatif!

Contoh 1

Premis Umum : Semua peserta Ujian Nasional tidak boleh datang terlambat saat pelaksanaannya.
Premis Khusus: Cici adalah peserta Ujian Nasional.
Kesimpulan     : Cici tidak boleh datang terlambat saat Ujian Nasional.

Pada contoh kalimat silogisme negatif di atas diawali dengan kata semua berarti tanpa terkecuali, termasuk Cici adalah peserta Ujian Nasional. Jadi, Cici tidak boleh datang terlambat saat Ujian Nasional.


Contoh 2

Premis Umum  : Pengendara mobil yang baik adalah yang selalu tertib lalu lintas di jalan raya.
Premis Khusus : Rudi Pemana bukan pengendara mobil yang selalu tertib berlalu lintas di jalan raya. 
Kesimpulan      : Rudi Permana bukan pengendara mobil yang baik.

Pada contoh kalimat silogisme negatif di atas diawali menerangkan bahwa pengendara mobil yang baik itu selalu mentaati peraturan lalu lintas di jalan raya, sedangkan Rudi sebaliknya ia tidak mematuhi peraturan lalu lintas, sehingga pantaslah Rudi Permana disebut dengan pengendara mobil yang baik.


Contoh 3

Premis Umum: Semua peserta Ujian Nasional tidak boleh berbicara saat Ujian Nasional sedang berlangsung.
Premis Khusus: Budi dan Ani adalah peserta Ujian Nasional.
Kesimpulan     : Budi dan Ani tidak boleh berbicara saat Ujian Nasional sedang berlangsung.

Pada contoh kalimat silogisme negatif di atas diawali dengan kata semua berarti tanpa terkecuali, termasuk dengan Budi dan Ani adalah peserta Ujian Nasioanal. Jadi, Budi dan Ani tidak boleh berbicara saat Ujian Nasional sedang berlangsung.


Contoh 4

Premis Umum : Semua mahasiswa dan mahasiswi tidak boleh terlibat dalam tawuran antar kampus.
Premis Khusus: Galih dan Vino adalah mahasiswa dan mahasiswi.
Kesimpulan     : Galih dan Vino tidak boleh terlibat dalam tawuran antar kampus.

Pada contoh kalimat silogisme negatif di atas diawali dengan kata semua berarti tanpa terkecuali, termasuk Galih dan Vino adalah mahasiswa dan mahasiswi, jadi mereka tidak boleh terlibat dalam tawuran antar kampus.


Contoh 5

Premis Umum: Setiap mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu tidak perlu membayar biaya kuliah. 
Premis Khusus: Putra adalah mahasiswa dari keluarga tidak mampu.
Kesimpulan     : Putra tidak perlu membayar biaya kuliah.

Pada contoh kalimat silogisme negatif di atas  menerangkan bahwa setiap mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu tidak perlu membayar biaya kuliah, sedangkan Putra adalah salah satu mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu, sehingga ia tidak mengeluarkan uang dalam menempuh pendidikan di jenjang kuliahnya.


Contoh 6

Premis Umum : Semua pendukung sepak bola A tidak boleh datang dalam pertandingan C.
Premis Khusus: Luki adalah pendukung sepak bola A.
Kesimpulan     : Luki tidak boleh datang dalam pertandingan C.

Pada contoh kalimat silogisme negatif di atas diawali dengan kata semua berarti tanpa terkecuali, termasuk dengan Luki yaitu pendukung sepak bola A, sehingga ia tidak boleh datang dalam pertandingan C.


Contoh 7

Premis Umum : Semua hewan yang hampir punah tidak boleh diburu.
Premis Khusus: Harimau Sumatra adalah hewan yang hampir punah.
Kesimpulan     : Harimau Sumatra tidak boleh diburu.

Pada contoh kalimat silogisme di atas diawali dengan kata semua berarti tanpa terkecuali, termasuk hewan harimau Sumatra adalah hewan yang hampir punah, sehingga harimau Sumatra tidak boleh diburu.


Contoh 8

Premis Umum : Semua murid yang berada di dalam kelas itu menggunakan baju putih biru.
Premis Khusus: Sinta tidak menggunakan baju putih biru.
Kesimpulan     : Sinta bukan murid yang berada di dalam kelas itu.

Pada contoh kalimat silogisme negatif di atas diawali dengan kata semua, termasuk dengan Sinta, sehingga Sinta bukanlah murid yang berada di dalam kelas itu.


8 Contoh Silogisme Negatif dalam Bahasa Indonesia - Demikian adalah 8 contoh silogisme negatif dalam bahasa Indonesia. Terus kunjungi www.kamusbahasaindonesiaku.com untuk mengetahui materi-materi seputar Bahasa Indonesia, karena kita Indonesia maka harus tahu mengenai segala sesuatu apapun itu yang berkaitan dengan Indonesia. Oke teman, mungkin itu saja pembahasan kita kali ini. Terim kasih.