Contoh Paragraf Eksposisi Proses Pembuatan Tahu

Contoh Paragraf Eksposisi Proses Pembuatan Tahu - Indonesia memiliki banyak sekali macam-macam makanan tradisional dengan ke-khasannya disetiap daerah. Yang pasti makan-makanan tersebut tak kalah enak dengan makan-makanan yang ada di luar negeri. Maka tak heran jika ada turis yang sudah pernah datang ke Indonesia dan sudah lama ia tidak berkunjung ke Indonesia lagi pasti ia akan rindu dengan makan-makanan khas Indonesia. Makan-makanan ciri khas Indonesia di berbagai daerahnya sangat beragam sekali, seperti bakso, karedok, pecel, dan masih banyak lagi. Dari beberapa pembuatan makanan tersebut tak lupa juga terdiri dari bahan-bahan dan rempah-rempah pilihan. Misalnya saja karedok, bahan dasar karedok terdiri dari sayur-sayuran pilihan, kacang tanah pilihan, dan tahu pilihan. Pembuatan karedok memiliki berbagai cara pengolahan yang berbeda-beda disetiap daerah, namun rasa tetaplah ciri khas Indonesia yang sangat lezat sekali.
Contoh Paragraf Eksposisi Proses Pembuatan Tahu
Google Image - Contoh Paragraf Eksposisi Proses Pembuatan Tahu
Oleh karena itu, di sini saya akan memberikan contoh paragraf eksposisi proses pembuatan tahu untuk temen-temen semua. Paragraf eksposisi memiliki berbagai jenis, salah satunya yaitu paragraf eksposisi proses. Paragraf eksposisi proses adalah suatu paragraf yang berisi penjelasan mengenai tata cara atau proses pembuatan sesatu. Beberapa contoh paragraf eksosisi yang sudah kita pernah pelajari yaitu paragraf eksposisi perbandingan tentang pertanian, Contoh Paragraf Eksposisi Definisi tentang Pendidikan, & Contoh Paragraf Eksposisi Klasifikasi tentang Kesehatan Untuk mengetahui bagaimana cara pembuatan tahu melalui paragraf eksposisi, mari kita simak tata caranya berikut ini.


Contoh Paragraf Eksposisi Proses Pembuatan Tahu

 
Proses Pembuatan Tahu

Tahu merupakan olahan makanan yang berbahan pokok dari kacang kedelai yang difermentasi dan diambil sarinya. Untuk membuat tahu membutuhkan kacang kedelai yang bersih dan berukuran besar. Kacang kedelai kemudian dicuci sampai bersih. Kacang kedelai yang telah dicuci bersih kemudian direndam selama 5 sampai 6 jam. Perendaman ini dimaksudkan untuk melunakkan tekstur biji kedelai agar pada saat penggilingan akan memberikan hasil yang lebih baik, menurunkan kadar oligosakarida (penyebab flatulensi), dan memudahkan tahap pengelupasan kulit ari. Namun perlu diingat bahwa perendaman yang terlalu lama dapat menurunkan toal padatan.

Setelah direndam, kacang kedelai kemudian dikupas kulitnya dan dicuci kembali hingga benar-benar bersih. Setelah bersih, kacang kedelai kemudian digiling dalam kondisi panas yakni sekitar 80 sampai 100 derajat celcius. Adakalnya, kulit kacang kedelai tidak dikupas dan langsung digiling panas. Penggilingan ini dilakukan dalam kondisi panas untuk menonaktifkan enzim lipoksigenase penyebab bau langu dan meningkatkan rendemen. Bubur kedelai yang diperoleh kemudian disaring dalam kondisi panas dan ampasnya dibuang.

Filtrat atau susu kedelai kemudian dimasak dengan tujuan untuk menonaktifkan tripsin inhibitor, meningkatkan daya cerna protein, mengurangi bau langu, memperkuat ekstraksi atau penyaringan, dan meningkatkan daya simpan tahu. Segera setelah susu kedelai masak dan mencapai suhu sekira 75 derajat celcius, dilakukan penambahan penggumpal. Gumpalan protein atau crud dicetak dan dipres, kemudian dipotong-potong sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Potongan tahu ini dimasukkan ke dalam air dingin selama beberapa jam atau semalam. Agar tahu lebih awet, tahu direbus terlebih dahulu sebelum dipasarkan. 


Contoh Paragraf Eksposisi Proses Pembuatan Tahu - Demikian contoh paragraf eksposisi proses pembuatan tahu yang semoga saja dapat menjadi refrensi temen-temen semua dalam membuat tahu. Sekian dan Terima kasih sudah berkinjung di blog kami.