Mengenal Paragraf: Pengertian, Jenis dan Contoh Paragraf

Mengenal Paragraf: Pengertian, Jenis dan Contoh Paragraf - Setelah pelaksanaan tes tertulis CPNS dibulan lalu, ternyata hanya 8% peserta yang lolos SKD (Seleksi Kompetensi Dasar). Hal ini disebabkan oleh tingginya angka passing grade yang ditetapkan oleh BKN (Badan Kepegawaian Negara). Sebagian peserta juga mengeluhkan kesulitan soal yang diujikan yaitu soal yang uraiannya terlalu panjang seperti paragraf yang mengandung sebuah cerita, sehingga pesertapun banyak membuang waktu. Untuk mengerjakan soal jenis paragraf memang haruslah cermat, ia harus memahami terlebih dahulu apa makna atau maksud yang terdapat di paragraf tersebut. Memang, memanglah membutuhkan waktu yang banyak dalam mengerjakan soal jenis ini, tetapi disinilah kecerdasan kita dinilai melaui jawaban yang benar dan kitapun dituntut untuk cepat menangkap makna dengan membaca cepat. Dalam mengerjakan soal-soal jenis seperti ini kita haruslah sering-sering berlatih dan jangan lupa untuk berdoa kepada Tuhan.
Mengenal Paragraf: Pengertian, Jenis dan Contoh Paragraf
Google Image - Mengenal Paragraf: Pengertian, Jenis dan Contoh Paragraf
Oleh sebab itu, disini kami akan menjelaskan materi tentang pengertian atau definisi paragraf, jenis paragraf, dan contoh paragraf. Fungsi paragraf adalah untuk memudahkan dalam pengorganisasian gagasan pagi pembacanya, dan strukturnya terdiri dari kalimat utama dan kalimat penjelas.  Adapun syarat paragraf yaitu harus memiliki kesatuan, kepaduan, dan kelengkapan sehingga dapat memudahkan pembaca untuk mendapatkan makna secara lengkap. Sebelum kita masuk kepembahasan lebih jauh, kita harus tahu dulu pengertian paragraf menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI). Berikut di bawah ini penjelasannya.


Mengenal Paragraf: Pengertian, Jenis dan Contoh Paragraf

 

A. Pengertian 


Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) arti paragraf yaitu bagian bab dalam suatu karangan (biasanya mengandung satu ide pokok dan penulisannya dimulai dengan garis baru) atau alinea. Sedangkan menurut Arifin dan S. Amran Tasai (2006:125) “Paragraf adalah seperangkat kalimat yang membicarakan suatu gagasan atau topik”. Kalimat dalam paragraf memperlihatkan kesatuan pikiran atau mempunyai keterkaitan dalam membentuk gagasan atau topik tersebut. Lalu, menurut Akhaidah dan kawan-kawan (1999:144) paragraf merupakan inti penuangan buah pikiran yang didukung oleh semua kalimat dalam paragraf tersebut, mulai dari kalimat pengenal, kalimat utama atau kalimat topik, kalimat penjelas sampai pada kalimat penutup. Himpunan kalimat ini saling bertalian dalam suatu rangkaian untuk membentuk suatu gagasan.

Berdasarkan beberapa pengertian di atas, dapat kita simpilkan bahwa paragraf adalah sekumpulan kalimat yang mengandung ide pokok atau topik, dan kalimatnya saling berkaitan satu sama lain. Paragraf juga disebut sebagai karangan singkat, karena dalam bentuk inilah penulis menuangkan ide atau pikirannya sehingga membentuk suatu gagasan.

 

B. Jenis paragraf dan contoh

Berikut adalah 5 jenis paragraf berdasarkan isinya beserta contohnya:


1. Paragraf Eksposisi

Paragraf eksposisi adalah paragraf yang menjelaskan, menyampaikan, mengajarkan, atau menerangkan suatu topik kepada para pembaca dengan memberikan suatu informasi sehingga memperluas pengetahuan pembaca.

Contoh:
Perlombaan yang sedang berlangsung di adakan oleh ketua RT daerah setempat. Warga masyarakat setempat yang hadir sangat antusias dalam mengikuti kegiatan berbagai jenis kegiatan lomba yang di adakan. Lomba yang di adakan yaitu lomba tarik tambang, makan kerupuk, balap karung, dan masih banyak lagi.


2. Paragraf Deskripsi

Paragraf deskripsi adalah paragraf yang menggambarkan suatu objek dengan kata-kata yang dapat merangsang indra pembaca. Dalam paragraf ini, penulis ingin membuat pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar maupun merasakan walaupun tidak melihat gambarnya secara langsung.

Dalam paragrafi deskripsi terdapat dua pola pengembangan paragraf yang ada yaitu :
  • Pola spasial
  • Pola sudut pandang

Contoh:
Sebuah fenomena Gerhana matahari nampak dilangit yang sangat indah nan cantik. Cahaya matahari yang bersinar membentuk cincin sempurna terlihat denga jelasnya. Keadaan gerhana matahari tersebut terjadi pada pukul 14.00 WIB. Banyak masyarakat yang melihat gerhana matahari tersebut, ada yang melihat dari bawah pohon, teras rumah, dan sebagainya.


3. Paragraf Argumentasi

Paragraf argumentasi adalah paragraf yang menyampaikan ide, gagasan atau pendapat penulis dengan disertai bukti dan fakta-fakta aktual. Tujuan dari paragraf argumentasi adalah untuk meyakinkan pembaca terkait ide dan pendapat tersebut benar dan terbukti.

Contoh:
Bekerja dengan giat adalah salah satu kunci dari kesuksesan. Seseorang yang memiliki tekat dan usaha yang kuat dalam bekerja akan dapat mengatasi berbagai masalah yang di timbulkannya. Dengan usaha dan niat yang besar, pastilah seseorang tersebut dapat meraih sukses dalam bekerja. Jangan takut untuk gagal dan jadikan kegagalan tersebut menjadi sebuah jalan menuju kesuksesan.


4. Paragraf Narasi

Paragraf narasi adalah paragraf yang menceritakan sebuah cerita atau kejadian secara berurutan dan kronologis. Paragraf narasi bisa dibagi menjadi dua yakni paragraf narasi kejadian untuk menceritakan suatu kejadian dan paragraf narasi runtut cerita untuk mengembangkan urutan tindakan hingga menghasilkan sesuatu.
  • Paragraf narasi ekspositoris, berisikan rangkaian perbuatan yang disampaikan secara informatif.
  • Paragraf narasi sugestif, mengisahkan suatu hasil rekaan, khayalan atau imajinasi pengarang.

Contoh:
Pada hari senin kemarin, kami melakukan kegiatan pendakian ke gunung Bromo. Kami berjumlah 9 orang, 4 orang pria dan 5 orang wanita. Kendaraan yang digunakan adalah bus ekonomi jurusan puncak Bromo. Kami sangat menikmati indahnya perjalanan karena kami disuguhkan pemandangan indah berupa pepohonan yang rimbun dan sangat hijau.


5. Paragraf Persuasi

Paragraf persuasi adalah suatu bentuk paragraf yang bertujuan mengajak, membujuk atau mempengaruhi pembaca agar mau berbuat sesuatu sesuai dengan yang tertera pada paragrafnya. Penulis menyertakan bukti data dan fakta untuk dapat mempengaruhi pembaca.

Contoh:
Akhir-akhir ini banyak bermunculan berita hoax alias berita bohong menjelang akan diadakannya pilpres di tahun 2019 yang akan datang. Berita bohong atau hoax yang berisi suatu fitnah tersebar melalui media sosial, yang sialnya dibagikan (share) lagi oleh pengguna media sosial yang tidak tahu kebenarannya. Dampak dari berita bohong sangatlah berbahaya, ia dapat menimbulkan adanya suatu perpecahan di negara tercinta kita ini. Contohnya yang baru-baru ini terjadi yaitu akibat berita hoax adanya kebencian antar pendukung A dengan B dengan cara saling menjelekan. Kami berharap agar masyarakat lebih pintar dan cerdas lagi dalam menerima suatu berita, sehingaa dapat terwujudnya hidup yang aman, tentram, dan damai di negara ini.


Contoh Mengenal Paragraf: Pengertian, Jenis dan Contoh Paragraf - Demikian penjelasan mengenai paragraf untuk anda, dan semoga bermanfaat. Terima kasih sudah berkenan membaca artikel kami.